UNTUK MELAYANI, BUKAN DILAYANI

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa VIII – Rabu, 27 Mei 2015) 

james_tissot_christs_exhortation_to_the_twelve_apostles_525Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem dan Yesus berjalan di depan. Murid-murid merasa cemas dan juga orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang merasa takut. Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya. “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhkan hukuman mati kepada-Nya. Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa lain, dan Ia akan diolok-olok, diludahi, dicambuk dan dibunuh, tetapi sesudah tiga hari Ia akan bangkit.”  

Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya, “Guru, kami harap Engkau melakukan apa pun yang kami minta dari Engkau!” Jawab-Nya kepada mereka, “Apa yang kamu kehendaki Kuperbuat bagimu?”  Lalu kata mereka, “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”  Tetapi kata Yesus kepada mereka, “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum atau dibaptis dengan baptisan yang harus kuterima?”  Jawab mereka, “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka, “Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang yang baginya hal itu telah disediakan.”  Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Lalu Yesus memanggil mereka dan berkata, “Kamu tahu bahwa mereka yang diakui sebagai pemerintah bangsa-bangsa bertindak sewenang-wenang atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Siapa saja yang ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan siapa saja yang ingin menjadi yang pertama di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”  (Mrk 10:32-45) 

Bacaan Pertama: Sir 36:1,4-5,10-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 79:8-9,11,13 

washing_feet“Guru, kami harap Engkau melakukan apa pun yang kami minta dari Engkau!” (Mrk 10:35). Ini adalah permintaan dari dua bersaudara anak Zebedeus, Yakobus dan Yohanes kepada Guru mereka, Yesus. Wah, sebuah permintaan yang terasa keterlaluan, bahkan dapat dikatakan “kurang ajar”. Seakan dua orang bersaudara ini memperlakukan Yesus seperti sebuah alat untuk segala tujuan (all-purpose appliance) yang ada hanya untuk kepentingan mereka berdua. Ketika ditantang oleh Yesus, dengan cepat mereka menyatakan kesediaan mereka untuk membayar berapa pun biayanya untuk kehormatan yang mereka cari-cari. Namun jelas di sini bahwa abang-adik ini tidak memahami apa yang dimaksudkan oleh pertanyaan Yesus: “Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum atau dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?” (Mrk 10:38).

Demikian pula, betapa mudahnya bagi kita untuk mendekati Yesus dalam Ekaristi dengan cara yang sama. Dengan sebuah daftar yang berisikan serentetan dosa yang kita mohonkan untuk diampuni dan kebaikan-kebaikan dari Allah yang ingin inginkan, namun tanpa ada rasa keterhubungan kita dengan Dia. Pada tingkatan tertentu,  pendekatan sedemikian kelihatannya seperti menghormati-Nya sebagai Tuhan yang berdaulat. Akan  tetapi, apabila kita sungguh ingin mengetahui bagaimana mendekati Yesus dalam Misa Kudus, maka barangkali kita harus bertanya bagaimana Dia mendekati kita.

“Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45). Pada Misa, Yesus adalah kurban yang tubuh-Nya disiksa untuk kita. Dia adalah yang berlutut di hadapan kita dan membasuh kaki-kaki kita yang penuh debu. Dia adalah yang memandang kita dan kemudian menyingkap kebutuhan-kebutuhan terdalam dalam hati kita dan siap untuk mengisi hati kita itu. Dia adalah yang mengundang kita untuk memanggul salib kita dan mengikut Dia di jalan percaya dan ketaatan.

Daripada datang ke Perayaan Ekaristi dengan sebuah daftar petisi atau meminta  Yesus untuk memenuhi diri kita dengan berkat-berkat, marilah kita sekali-kali mencoba pendekatan ini. Marilah kita mempersembahkan kepada Yesus segala sesuatu yang kita miliki; pekerjaan yang kita lakukan pekan lalu, talenta-talenta kita, dan capaian-capaian kita. Marilah kita datang kepada-Nya dengan cara-Nya datang kepada kita – sebagai “seorang” Pribadi yang memberi, bukan menerima. Sementara kita melakukannya, maka kita pun akan terpesona betapa berlimpah rahmat surgawi akan mengalir ke dalam hidup kita. Sebagaimana Yesus, kita pun akan ditinggikan oleh Bapa surgawi.

DOA: Tuhan Yesus, tolonglah aku mengosongkan diriku dan menerima kebutuhanku yang mendalam untuk menerima kasih-Mu yang tanpa syarat itu. Ambisiku yang tertinggi adalah menjadi seorang hamba/pelayan bersama Engkau dalam rumah tangga iman. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 10:32-45), bacalah tulisan yang berjudul “JALAN YESUS ADALAH JALAN SALIB” (bacaan tanggal 27-5-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-05 BACAAN HARIAN MEI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 29-5-13 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 21 Mei 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS