APAKAH ENGKAU MENGASIHI AKU? (2)

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VII Paskah – Jumat, 22 Mei 2015) 

PETER RESTOREDSesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya, “Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya, “Peliharalah anak-anak domba-Ku.” Kata Yesus lagi kepadanya untuk kedua kalinya, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? Jawab Petrus kepada-Nya, “Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Petrus pun merasa sedih karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya, “Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya, “Peliharalah domba-domba-Ku. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi kalau engkau sudah tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus, “Ikutlah Aku”. (Yoh 21:15-19) 

Bacaan Pertama: Kis 25:13-21; Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-2,11-12,19-20 

Untuk ketiga kalinya Yesus bertanya kepada Simon Petrus, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” (Yoh 21:17). Di sini kita kembali melihat Yesus sebagai seorang Guru spiritual besar. Petrus merasa sedih dan dipenuhi rasa bersalah yang luarbiasa. Petrus membutuhkan penyembuhan batin (inner healing). Dia merasa galau, tegang dan sedih mengingat dosa-Nya karena menyangkal Yesus tiga kali pada Kamis Putih malam.

Namun, terpujilah Allah, karena Yesus adalah juga Yesus yang menyembuhkan dan Yesus yang mengampuni dosa-dosa manusia. Walaupun Petrus mungkin tidak/belum memahami makna dari ketegangan-ketegangan dalam dirinya dan rasa bersalahnya, Yesus mengetahuinya. Oleh karena itu Dia bertanya tiga kali kepada Petrus, “Apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?” (Yoh 21:15;  bdk. 21:16,17).

Tanggapan Petrus terhadap pertanyaan Yesus itu: “Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau” (Yoh 21:15,16; bdk. 21:17). Kemudian Yesus menyembuhkan Petrus dan mengutus dia untuk menyembuhkan kita semua: “Peliharalah anak-anak domba-Ku” (Yoh 21:15,16,17). Kita lihat bagaimana Petrus (waktu itu bersama Yohanes) melanjutkan penyampaian Kabar Baik Yesus Kristus melalui tindakan penyembuhan atas seorang lumpuh di Bait Allah di dekat Gerbang Indah (lihat Kis 3:1-10). Petrus mengatakan kepada orang lumpuh itu: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, bangkit dan berjalanlah!” (Kis 3:6). Orang lumpuh itu disembuhkan dan tanggapannya begitu indah. Lukas (pengarang “Kisah para Rasul”) menulis: “Ia melompat berdiri lalu berjalan ke sana ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, sambil berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah” (Kis 3:8).

PETRUS APAKAH ENGKAU MENGASIHI AKU YOHInilah seharusnya jalan cerita hidup kita juga! Apa pun dosa dan kesalahan kita, bagaimana pun lemahnya keadaan yang telah kita lalui di masa lampau, atau bagaimana pun bodohnya kita sehingga bisa-bisanya kita menyangkal Yesus dalam hidup kita, Petrus menunjukkan kepada kita bahwa ada penyembuhan bagi kita oleh/lewat kasih dan kuat-kuasa Yesus. Inilah pada hakikatnya yang dinamakan Kabar Baik Injil.

Sekarang, sungguh percayakah kita bahwa Yesus dapat menyembuhkan kita? Percayakah kita bahwa Yesus dapat menyembuhkan orang-orang yang mengalami relasi buruk dalam keluarga-keluarga kita? Percayakah kita bahwa Yesus dapat membakar habis dorongan-dorongan keserakahan/ketamakan dan dorongan-dorongan buruk lainnya dalam diri kita yang telah merusak hidup kita? Kita seringkali ingin menjadi dokter sendiri guna menyembuhkan berbagai permasalahan/penyakit dalam kehidupan kita, bukankah begitu?

Mengapa kita tidak belajar kebenaran yang lebih besar ini dari Yesus sendiri? “Ke mana aku pergi, aku dapat mengajak Yesus untuk pergi bersamaku, dan hal itu menyembuhkan setiap hal buruk yang menimpa diriku.” Ini sungguh kabar baik. Yesus mengasihi aku, dan Ia memiliki kuat-kuasa untuk menyelamatkan diriku dari kerusakan dalam hidupku karena ulahku sendiri.

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku! Engkau dapat mengubah diriku, karena hanya Engkaulah yang mempunyai kuat-kuasa dan kasih yang diperlukan untuk menyembuhkan diriku. Terpujilah nama-Mu, ya Yesus, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 21:15-19), bacalah tulisan yang berjudul “PETRUS SEBAGAI MODEL BAGI SEMUA ORANG PERCAYA” (bacaan tanggal 22-5-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-05 BACAAN HARIAN MEI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 6-6-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 18 Mei 2015 [Pesta/Peringatan S. Feliks dari Cantalice] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS