BAGAIMANA MENJALIN RELASI DENGAN ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VII Paskah – Rabu, 20 Mei 2015)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan S. Bernardinus dr Siena OFM [1380-1444], Imam 

YESUS BERDOA UNTUK PARA MURID-NYA  YOH 17Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu itulah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran. (Yoh 17:11b-19) 

Bacaan Pertama: Kis 20:28-38; Mazmur Tanggapan: Mzm 68:29-30,33-36

“Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu” (Yoh 17:11).

Kita sungguh memperoleh privilese karena dapat melihat hidup doa dari Yesus, walaupun secara sekilas lintas saja. Dalam doa-Nya, Yesus mengajar para murid-Nya (termasuk kita sekarang) bagaimana kiranya menjalin relasi dengan Allah. Bukankah sungguh mengagumkan kenyataan, bahwa bahkan pada saat-saat persekutuan-Nya yang akrab dengan Bapa-Nya, Yesus berdoa untuk kita? Tidak cukuplah bagi Yesus untuk berdoa bahwa kita akan dilindungi dalam dunia ini. Yesus juga ingin agar kita mengenal dan mengalami keakraban yang sama dengan Bapa surgawi seperti yang dimiliki-Nya. Seakan-akan Yesus ingin agar tidak ada perbedaan antara kasih Allah yang dialami-Nya dan kasih Allah yang tersedia bagi kita. Bagaimana kiranya Bapa surgawi menolak doa-doa yang dipanjatkan oleh Putera-Nya yang terkasih? Tentu saja Allah akan memberikan kepada kita apa yang didoakan oleh Yesus.

Yesus berdoa bahwa Bapa akan menjaga dan melindungi kita oleh nama-Nya. Pada zaman Yesus, sebuah nama memiliki makna lebih daripada sekadar sebutan bagi seseorang. Sebuah nama mewakilkan seluruh pribadi seseorang – kehadirannya, personalitasnya, setiap hal mengenai dirinya. Jadi, ketika Yesus berdoa bahwa semoga Bapa akan menjaga kita dalam nama-Nya, maka sebenarnya Dia tidak hanya berdoa untuk kuasa yang bersifat abstrak guna melindungi kita. Yesus memohon kepada Bapa agar menjaga kita semua berada dalam diri-Nya. Yesus sebenarnya memohon kepada sang Pencipta langit dan bumi agar menjaga kita.

ROH KUDUS MELAYANG-LAYANG - 2Seandainya hal ini terdengar sebagai sesuatu yang terlalu baik dan melampaui ekspektasi normal, Yesus masih mempunyai sesuatu lagi untuk kita. Yesus menguduskan diri-Nya untuk kita. Dengan begitu, Yesus mendedikasikan diri-Nya untuk menjadi Penebus kita, Juruselamat kita untuk sepanjang segala masa. Selagi Yesus melanjutkan berdoa syafaat bagi kita dan untuk hidup dalam diri kita oleh kuasa Roh Kudus, maka diri kita dapat dijaga dari pengaruh si Jahat setiap saat.

Doa Yesus kepada Bapa-Nya mengungkapkan hal-hal yang ada dalam hati-Nya yang terdalam. Sungguh indah bila kita merenungkan bahwa kita adalah objek dari keprihatinan-keprihatinan-Nya dan bahwa kita adalah orang-orang yang paling dikasihi-Nya. O betapa berbahagianya kita! Sesungguhnya, tidak ada seorang pun yang dapat kita percayai lebih daripada Yesus. Oleh karena itu, marilah kita memberikan kepada-Nya hidup kita dan segalanya yang membentuk diri kita. Yesus telah memberikan segala sesuatu yang dimiliki-Nya – termasuk hidup-Nya – untuk menebus kita – lewat kematian-Nya di kayu salib. Marilah kita terus mati terhadap diri kita, sehingga dengan demikian keilahian-Nya yang sempurna dapat mengalir dalam diri kita dan melalui kita ke tengah-tengah dunia.

DOA: Tuhan Yesus, aku sungguh merasa bahagia penuh takjub ketika menyadari betapa Engkau mengasihi diriku. Dengan ini aku menyerahkan diriku kepada-Mu dengan penuh kebebasan dan sukacita, agar dengan demikian aku dapat mengenal dan mengasihi Engkau dengan lebih mendalam lagi. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 17:11b-19), bacalah tulisan yang berjudul “MENELADAN YESUS DALAM BERDOA” (bacaan tanggal 20-5-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-05 BACAAN HARIAN MEI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 20:28-38), bacalah tulisan-tulisan yang berjudul “PERPISAHAN PAULUS DENGAN PARA PENATUA DI EFESUS [SAMBUNGAN]” (bacaan tanggal 23-5-12) dan “LEBIH BERBAHAGIA MEMBERI DARIPADA MENERIMA” (bacaan tanggal 8-6-11), keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 4-6-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 17 Mei 2015 [HARI MINGGU PASKAH VII] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS