SEBAGAI SEORANG PEREMPUAN YANG SEDANG MENGALAMI PROSES MELAHIRKAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VI Paskah – Jumat, 15 Mei 2015)

 Byz-LastS-BR750

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari kamu. Pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. (Yoh 16:20-23a) 

Bacaan Pertama: Kis 18:9-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 47:2-7

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus memberi penjelasan kepada para murid-Nya tentang dukacita dan sukacita yang mereka akan alami ketika Dia pergi meninggalkan mereka. Yesus menggunakan ilustrasi seorang perempuan yang melahirkan. Perempuan itu mengalami rasa sakit luarbiasa, namun pada akhirnya dia akan dipenuhi dengan rasa sukacita ketika dia memegang dan memandang bayinya. Yesus meyakinkan para murid-Nya yang hadir dalam Perjamuan Terakhir itu bahwa mereka juga tidak akan terus-menerus merasa sedih, bahkan mereka akan dipenuhi dengan sukacita, kiranya seperti ibu yang baru melahirkan itu.

Seorang perempuan yang sedang mengalami proses melahirkan  memusatkan perhatiannya pada sasaran. Selagi dia bersusah payah dalam bernafas melalui rasa sakit yang sangat, dia didukung oleh pengetahuan bahwa dia sebentar lagi akan melahirkan seorang bayi. Inilah macam mentalitas yang Yesus inginkan untuk dimiliki oleh para murid-Nya. Dia ingin agar para murid memusatkan perhatian mereka atas hasil akhir dari saat-saat penuh kesulitan dan hampir putus asa itu, dengan mengingat janji-Nya bahwa Roh Kudus akan datang kepada/bagi mereka. Daripada para murid mencoba untuk melarikan diri atau menyangkal segala sesuatu yang Yesus telah perbuat dalam diri mereka, mereka harus tetap setia kepada-Nya, walaupun ketika mereka mengalami hal-hal yang sulit, berat untuk ditanggung dan terasa sakit di hati.

Kata-kata Yesus berisikan sebuah panggilan bagi kita untuk menerima diri kita disalib juga seperti diri-Nya, untuk mati terhadap hal-hal di dalam diri kita yang berlawanan dengan diri-Nya. Yesus meminta kepada kita untuk mati terhadap penolakan-penolakan yang berasal dari diri kita, ketamakan kita, kecenderungan kita untuk mengendalikan hidup kita terpisah dari kehendak Allah – bukan karena Dia ingin agar kita menderita, melainkan karena Dia merindukan kita agar dapat mengenal dan mengalami buah dari tindakan kita menaruh kepercayaan kepada Dia secara total dan lengkap. Yesus tahu bahwa jika kita menaruh segala situasi yang kita hadapi ke dalam tangan-tangan kasih-Nya, maka kita akan menjadi terbuka bagi hidup-Nya.

Kematian pada dirinya jelas sangat menyakitkan, namun rasa sakit tersebut akan cepat menghilang apabila kita memberikannya kepada Yesus. Jika kita mencoba untuk menanggung segala rasa sakit dengan menggunakan kekuatan kita sendiri, maka kita akan terus berada dalam perjalanan tanpa akhir yang penuh dengan kesengsaraan. Sebaliknya, apabila kita memusatkan pandangan kita pada Yesus – sang Pengarang dan Penyempurna iman kita – maka beban rasa sakit pelepasannya menjadi dapat ditanggung, karena kita tidak berjalan sendiri. Yesus ada bersama kita dalam rasa sakit kematian terhadap diri sendiri, dan Ia membawa kita melalui semua itu menuju sukacita-Nya.

DOA:  Tuhan Yesus, dengan ini aku memberikan hatiku. Aku menyerahkan kepada-Mu segala hasratku untuk mengendalikan hidupku sendiri. Aku memilih untuk hidup dalam Engkau dan menemukan kebebasan yang datang dari sikap dan perilaku yang senantiasa seturut kehendak-Mu. Yesus, jadilah kekuatanku dan pengharapanku pada saat-saat sulit kehidupanku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 16:20-23a), bacalah tulisan yang berjudul “HUMOR ILAHI” (bacaan tanggal 15-5-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-05 BACAAN HARIAN MEI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 18:9-18), bacalah tulisan yang berjudul “PELAYANAN PAULUS DI KORINTUS” (bacaan tanggal 3-6-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 30-5-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 13 Mei 2015 [Peringatan Santa Perawan Maria dari Fatima] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS