ALLAH TELAH NAIK DENGAN DIIRINGI SORAK-SORAi

(Bacaan Kedua Misa Kudus, HARI RAYA KENAIKAN TUHAN – Kamis, 14 Mei 2015)

christ1

Aku meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: Betapa kaya kemuliaan warisan-Nya kepada orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya yang besar, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di surga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan dia telah diberikan-Nya kepada  jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu. (Ef 1:17-23) 

Bacaan Pertama: Kis 1:1-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 47:2-3.6-9; Bacaan Injil: Mrk 16:15-20 

“Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN (YHWH) itu, dengan diiringi bunyi sangkakala” (Mzm 47:6).

Allah Bapa di surga dengan tepat sekali memilih waktu dan tempat bagi kedatangan Yesus ke tengah dunia ini. Dalam mengutus Putera-Nya kepada umat manusia sebagai seorang bayi kecil, Ia menunjukkan kepada kita kuasa dari kerendahan-hati (kedinaan). Sementara Yesus mentaati kehendak Bapa, sebenarnya Bapa menunjukkan kepada kita kuasa luarbiasa dari “ketaatan” dan “kasih”. Dibebani oleh dosa-dosa dunia, sang “Anak Domba Allah” menanggung hukuman yang sebenarnya pantas dikenakan pada kita. Namun Yesus tidak musnah! Sang Anak Domba Allah yang tanpa noda mengalahkan dosa, maut dan Iblis. Dengan demikian, bersama Santo Paulus layaklah bagi kita untuk berterima kasih penuh syukur kepada Allah untuk “Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar” (Ef 1:17). Kita juga harus senantiasa bersyukur kepada Allah untuk kehebatan “kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya yang besar, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di surga” (Ef 1:19-20).

Gambaran terakhir yang dimiliki dunia tentang Putera Allah adalah seorang manusia yang dikhianati, disiksa, dijatuhi hukuman mati lewat penyaliban di bukit Golgota dan dikuburkan. Namun dengan mata iman, kita sekarang dapat melihat bahwa kehendak Bapa dipenuhi melalui Yesus (lihat Ef 1:20). Allah Bapa juga telah meletakkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus (Ef 1:22), dan Ia pun telah memberikan tempat di surga kepada Putera-Nya, sebuah tempat yang memang hanya diperuntukkan bagi-Nya (Ef 1:20-21).

JESUS ON THE THRONEBaiklah kita bersembah sujud di hadapan hadirat Allah karena Putera-Nya, Tuhan Yesus Kristus. Dalam kehidupan ini, kita mengalami berbagai pencobaan dan penderitaan, namun Allah senantiasa memberikan pengharapan kepada kita. Dengan gembira kita menantikan kedatangan kembali Juruselamat kita, pada saat keadilan akan menjadi kenyataan dan segala kesalahan akan dibuat benar. Kita semua merindukan kedatangan kembali Yesus, sang Juruselamat. Pantaslah bagi kita untuk bersama segala ciptaan senantiasa menyanyikan lagu pujian bagi Yesus Kristus selagi Dia sedang terangkat tinggi di atas awan.

Marilah kita mohon kepada Tuhan Yesus Kristus – Raja segala raja – untuk memberdayakan kita agar mampu membawa karunia keselamatan kepada semua orang yang hidup di sekeliling kita. Kita juga pantas untuk memohon kepada Yesus, semoga keajaiban dari kenaikan-Nya ke surga memenuhi diri kita dengan pengharapan, semoga memperkuat kita untuk mewartakan Kabar Baik-Nya, a.l. bahwa Dia memang kini memerintah dalam kemuliaan pada sebelah kanan Allah Bapa! Di atas segalanya, marilah kita menghaturkan terima kasih kita kepada Yesus dengan penuh syukur karena walaupun kita pantas dihukum karena dosa-dosa kita, Dia sudi menjadi penebus kita. Yesus menyelamatkan kita dari hukuman yang memang pantas untuk ditimpakan pada diri kita. Bahkan pada saat-saat kita sedang terjebak tak berdaya di dalam jurang dosa, Yesus tetap mengasihi kita. Itulah Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita, yang kenaikan-Nya ke surga kita rayakan pada hari ini.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau telah memberikan kepada kami segala hal yang ada di surga sebagai para pewaris surga bersama-Mu. Kami mengetahui bahwa kami tidak akan pernah mampu untuk membayar kembali karunia yang sedemikian. Dengan rendah hati dan penuh syukur kami menyerahkan diri hidup kami kepada-Mu, agar dengan demikian kami dapat bersatu dengan Engkau, sekarang dan selamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 16:15-20), bacalah tulisan yang berjudul “KENAIKAN TUHAN KITA” (bacaan tanggal 14-5-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-05 BACAAN HARIAN 15-05 MEI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 17-5-12 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 12 Mei 2015 (Peringatan S. Leopoldus Mandic, Imam Kapusin] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS