MEWARTAKAN INJIL SEPERTI YESUS DAN PAULUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VI Paskah – Rabu, 13 Mei 2015)

raphael52

Orang-orang yang mengiringi Paulus mengantarnya sampai di Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya.

Paulus berdiri di hadapan sidang Aeropagus dan berkata, “Hai orang-orang Atena, aku lihat bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak tinggal dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan napas dan segala sesuatu kepada semua orang. Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Allah dan mudah-mudahan mencari-cari dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini keturunan-Nya juga. Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir dalam keadaan ilahi serupa dengan emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Tanpa memandang lagi zaman kebodohan, sekarang Allah memerintahkan semua orang di mana saja untuk bertobat. Karena Ia telah menetapkan suatu hari ketika Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu jaminan tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.” Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata, “Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.” Lalu Paulus meninggalkan mereka. Tetapi beberapa orang menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionidius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka.

Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. (Kis 17:15,22-18:1) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 148:1-2,11-14; Bacaan Injil: Yoh 16:12-15

Transformasi yang terjadi dalam diri Paulus sungguh luarbiasa! Sebelum perjumpaannya dengan Yesus di jalan menuju Damsyik, Paulus (waktu itu bernama Saulus) adalah seorang yang penuh semangat kekerasan, cepat menuduh dan menghukum orang-orang yang dinilainya tidak cocok dengan standar-standar kekudusan yang digunakannya. Orang-orang Kristiani dari Yerusalem sampai Damsyik takut kepadanya karena gelombang pengejaran serta penganiayaan yang telah dicanangkannya terhadap siapa saja yang mengaku diri sebagai seorang murid Yesus. Namun dengan berjalannya waktu, Tuhan mampu melembutkan hati Paulus. Sekarang, hampir 20 tahun kemudian, ketika dia berada di Atena, sebuah kota yang dipenuhi dengan kuil-kuil kafir, Paulus tidak mewartakan pesan penghukuman. Sebaliknya, dia berkhotbah mengenai “seorang” Allah yang rindu sekali untuk menyatakan diri-Nya kepada setiap orang melalui Kristus.

Memang mudahlah bagi kita untuk memandang orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus atau mereka yang beriman lemah, misalnya dalam cara mereka mengejar-ngejar uang, dalam hal keterlibatan mereka dalam moralitas seksual, atau menjalani kehidupan yang mementingkan diri sendiri dan malah hedonis. Di sinilah kita harus belajar dari Paulus. Kuil-kuil dan penyembahan berhala di Atena memang sangat menyusahkan hati Paulus, namun dia tetap memiliki pengharapan terhadap warga Atena. Bagaimana kita dapat bergeser dari penghukuman kepadaa bela rasa?

Bila kita melihat ke dalam hati orang, maka kita akan melihat bahwa setiap orang memiliki kerinduan akan kepenuhan dan kebahagiaan. Setiap orang di atas bumi mempunyai suatu hasrat mendalam dan alamiah akan kehidupan Allah. Masalahnya adalah bahwa banyak orang masih harus memahami bahwa sumber sesungguhnya dari kedamaian dan kepenuhan yang dihasrati oleh kita semua itu datang dari Yesus.

Selagi Yesus berjumpa dengan para nelayan, pemungut cukai, rabi, pelacur (PSK), ibu rumah tangga dan banyak lagi, Dia melihat bagaimana mereka mencoba untuk memuaskan dorongan batiniah mereka untuk mengenal Allah dengan mencari kepenuhan lewat cara-cara lain. Kepada setiap orang, bagaimana pun dia sedang dibuat bingung oleh dosa-dosanya, Yesus menawarkan kesempatan untuk bertobat kepada orang itu dan juga pengharapan akan hidup baru.

Yesus berjanji kepada kita, “Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih daripada itu” (Yoh 14:12). Memberitakan Kabar Baik kepada para sahabat kita, bahkan kepada orang-orang asing adalah bagian dari janji Yesus tadi. Melalui kuat-kuasa Roh Kudus kita dapat ke luar mencapai sesama kita, mengidentifikasi berbagai kebutuhan-kebutuhan batiniah mereka, dan mengumumkan pengharapan hidup bersama Allah, seperti yang dilakukan oleh Yesus di kampung-kampung atau kota-kota di Galilea dan apa yang dilakukan oleh Paulus dalam sebuah kota yang sudah sophisticated, yaitu Atena.

DOA: Bapa surgawi, Engkau mengetahui bahwa kami masing-masing memiliki suatu kerinduan akan Engkau. Aku berdoa bagi mereka semua yang telah menempatkan pengharapan mereka secara salah di dunia ini. Perkenankanlah mereka memandang Engkau, ya Allahku. Terpujilah Engkau, ya Allah yang penuh kerahiman dan kasih, sekarang dan sepanjang segala masa. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan  Injil hari ini (Yoh 16:12-15), bacalah tulisan yang berjudul “ROH KUDUS MEMBERI KEHIDUPAN” (bacaan tanggal 13-5-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-05 BACAAN HARIAN MEI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 17:15,22-18:1), bacalah tulisan yang berjudul “MARILAH KITA BELAJAR DARI SANTO PAULUS” (bacaan tanggal 16-5-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 28-5-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 11 Mei 2015 [Peringatan S. Ignatius dr Laconi] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS