DENGAN CARA-CARA BIASA MAUPUN CARA-CARA LUARBIASA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah – Sabtu, 9 Mei 2015)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan S. Katarina dr Bologna, Perawan, Ordo II (Klaris)

TIMOTIUS MENINGGALKAN RUMAH MEREKAPaulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya seorang Yahudi dan telah percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani. Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara seiman di Listra dan di Ikonium, dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu ayahnya orang Yunani.

Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya. Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan dari hari ke hari bertambah besar jumlahnya.

Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. Setelah melintasi Misia mereka sampai di Troas. Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan. Ada seorang Makedonia berdiri di situ dan memohon kepadanya, “Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami!” Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan kami menarik kesimpulan bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. (Kis 16:1-10)

Mazmur Tanggapan: Mzm 100: 1-3,5; Bacaan Injil: Yoh 15:18-21 

Dari waktu ke waktu, Allah berbicara kepada Paulus dengan cara-cara yang luarbiasa untuk memberikan bimbingan dan arahan bagi misinya untuk menyebarkan-luaskan pewartaan Injil. Bacaan hari ini dari “Kisah para Rasul” adalah sebuah contoh klasik. Melalui suatu penglihatan (visi), Allah menolong Paulus menentukan untuk pergi ke Makedonia, dengan demikian membawa pesan Injil ke Eropa. Sepanjang “Kisah para Rasul”, kita dapat membaca bagaimana Allah menunjukkan kehendak-Nya kepada umat-Nya melalui banyak sarana atau cara, baik yang biasa maupun yang luarbiasa.

Bagaimana kiranya Allah menyatakan kehendak-Nya kepada kita pada zaman modern ini? Apakah Dia membatasi diri-Nya hanya pada berbagai cara atau sarana yang biasa-biasa? Atau, apakah Dia kadang-kadang mengejutkan kita dengan pernyataan-pernyataan diri-Nya yang bersifat dramatis seperti halnya dengan para murid/rasul-Nya yang pertama? Bagi jutaan orang Kristiani di seluruh dunia, jawabnya adalah “Ya, Yesus menggunakan setiap cara yang mungkin!”

stdas0311Allah itu memiliki kuat-kuasa yang mahadahsyat dan juga sangat kreatif, dan cara-cara yang digunakan-Nya untuk berkomunikasi dengan kita ada banyak dan bervariasi. Allah dapat membuka pikiran kita selagi kita membaca dan merenungkan sabda-Nya dalam Kitab Suci, melalui sentuhan-sentuhan batiniah dari Roh Kudus dalam doa kita, atau melalui suatu pencerahan secara mendadak selagi kita menikmati pemandangan indah terbitnya matahari, dlsb. Namun Ia tidak berhenti di situ. Allah juga berbicara kepada kita dengan cara-cara yang tidak biasa, teristimewa pada saat-saat kritis dalam kehidupan kita. Dia masih menggunakan mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan untuk menyatakan rencana-Nya bagi kita. Dia masih menggunakan karunia Roh Kudus untuk bernubuat guna berbicara dengan umat-Nya, dlsb.

Jika kita ingin hidup dalam kepenuhan rencana Allah, maka kita harus terbuka bagi segala cara yang Allah gunakan untuk berbicara kepada kita. Sebagai patokan umum, kita harus tetap mencari-Nya lewat cara-cara biasa seperti pembacaan dan permenungan Kitab Suci dan ajaran-ajaran Gereja, namun pada saat yang sama kita harus selalu terbuka bagi cara-cara-Nya yang luarbiasa. Allah akan melakukan apa saja yang diperlukan untuk menyatakan belas kasih-Nya, untuk mengekspos kelemahan yang ada dalam diri kita yang membutuhkan perbaikan, untuk menyiapkan jalan baru untuk hidup kita, dan untuk mengajar kita bagaimana hidup dalam kasih-Nya dan damai sejahtera-Nya.

Pada hari ini, marilah kita mohon kepada Allah agar Ia menyatakan kehendak-Nya dalam hidup kita, baik dengan cara-cara biasa maupun cara-cara yang luarbiasa. Lalu, baiklah kita melihat bagaimana Dia melakukannya. Dengan penuh perhatian kita mendengarkan Dia. Kita harus mempunyai iman yang penuh pengharapan. Kemudian, ambillah waktu pada malam ini untuk merenungkan apakah yang telah dilakukan Allah pada diri kita. Kita dapat merasa terkejut namun dengan hati yang gembira.

DOA: Roh Kudus, bukanlah kedua telingaku agar aku dapat mendengar suara Allah. Bukalah kedua mataku, agar aku dapat melihat rencana Allah bagi hidupku. Bukalah hatiku, agar aku hidup dengan iman yang penuh pengharapan pada hari ini dan di hari-hari selanjutnya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 15:18-21), bacalah tulisan yang berjudul “DUNIATELAH LEBIH DAHULU MEMBENCI YESUS” (bacaan tanggal 9-5-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-05 BACAAN HARIAN MEI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 24-5-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 6 Mei 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS