SAHABAT SEJATI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah, Jumat 8 Mei 2015)

OFMCap.: Beato Yeremias dr Salakhia

Last_supper-Philippe_de_Champaigne-MBA_Lyon_A40-IMG_0397

Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku  tidak menyebut  kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang terhadap yang lain. (Yoh 15:12-17)

Bacaan Pertama: Kis 15:22-31; Mazmur Tanggapan: Mzm 57:8-12 

Seorang sahabat sejati adalah sukacita dan anugerah yang besar, dan Yesus telah membuktikan bahwa diri-Nya adalah seorang Sahabat terbaik dari segala sahabat kita karena Dia tidak membuang seorang pun dari perhatian-Nya yang penuh kasih. Belarasa-Nya yang tak terputus-putus itu seakan suatu maknit (besi berani) yang menarik orang-orang kepada diri-Nya. Itulah sebabnya mengapa banyak “sampah” masyarakat Yahudi pada masa itu, seperti perempuan berdosa yang digambarkan dalam Injil Lukas (7:36-50), kepala pemungut cukai yang bernama Zakheus (19:1-10) dan penjahat yang disalibkan bersama Yesus dan kemudian bertobat (23:39-43), semuanya melakukan pendekatan kepada Yesus dengan penuh rasa percaya.

Pada Perjamuan Terakhir, Yesus berkata kepada para murid-Nya, “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabat-Nya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu” (Yoh 15:13-14). Yesus mengetahui bahwa para murid-Nya akan meninggalkan dan mengkhianati diri-Nya, namun Ia menyebut mereka sebagai para sahabat-Nya (Yoh 15:15). Yesus menunjukkan kepada mereka tanda persahabatan sejati dengan memberikan nyawa-Nya sendiri di kayu salib bagi semua sahabat-Nya, artinya bagi semua orang.

poorSekarang Yesus dimuliakan di surga dan Ia berkuasa atas semua ciptaan, dan Yesus masih menyebut kita masing-masing sebagai sahabat-Nya. Yesus ini mengundang kita untuk bergabung dengan Dia untuk menyerahkan hidup kita bagi orang-orang miskin, orang-orang yang membutuhkan pertolongan, dan orang-orang yang tersisihkan dalam masyarakat. Orang-orang seperti itu ada di sekeliling kita, di dekat toko di mana kita berbelanja, di persimpangan jalan dekat lampu lalu-lintas, di taman kota yang kita lewati dlsb. Kadang-kadang yang dibutuhkan hanyalah senyum hangat, sapaan yang bersahabat, dan sebuah hati yang terbuka untuk dapat mencapai seseorang dengan membawa kasih Kristus kepada orang itu.

Ada banyak kesaksian dari orang-orang yang menyediakan sedikit waktu dan perhatian mereka kepada orang-orang menderita seperti disebutkan di atas, bahwa mereka merasa bahagia (terberkati) lebih daripada yang mereka harapkan sebelumnya. Apa yang mereka terima malah jauh lebih besar daripada apa yang diberikan mereka kepada orang-orang menderita tersebut.

Kita memang hidup dalam kesibukan dengan jadual-jadual ketat, namun kita tetap dapat menyediakan ruangan berupa waktu, perhatian dlsb. bagi orang-orang yang menderita di sekeliling kita. Pada saat-saat kita berbicara dengan ramah kepada mereka, menolong seorang tetangga yang sakit dlsb., maka sebenarnya kita datang kepada mereka dengan semangat persahabatan dan kasih Kristus.

DOA: Tuhan Yesus, bukalah hatiku lebar-lebar agar dapat bersahabat dengan orang-orang di sekelilingku dengan pesan kasih-Mu dan belarasa-Mu. Terpujilah nama-Mu yang kudus, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 15:12-17), bacalah tulisan yang berjudul “INILAH PERINTAH YESUS KEPADA KITA” (bacaan tanggal 8-5-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-05 BACAAN HARIAN MEI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 15:22-31), bacalah tulisan yang berjudul “RESOLUSI KONFLIK DALAM GEREJA AWAL – LANJUTAN” (bacaan tanggal 11-5-12) dalam situs/ blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 23-5-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 6 Mei 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS