JIKALAU KAMU MENURUTI PERINTAH-KU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah – Kamis, 7 Mei 2015) 

stdas0537“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacitamu menjadi penuh.” (Yoh 15:9-11) 

Bacaan Pertama: Kis 15:7-21; Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1-3,10 

YESUS akan pergi kepada Bapa-Nya dalam waktu kurang dari 24 jam. Pada hari Kamis malam sebelum “kepergian-Nya”, Yesus mendesak para murid (rasul)-Nya: “Tinggallah di dalam kasih-Ku” (Yoh 15:9). Akan tetapi, bagaimana mereka dapat melakukan hal itu? Hanya ada satu cara, dan Yesus mengungkapkan hal itu secara langsung tanpa menunda-nunda lagi: “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku” (Yoh 15:10). Pada dasarnya Yesus mengatakan kepada para sahabat-Nya hal berikut ini: “Lakukanlah apa yang telah Kulakukan. Aku telah mentaati perintah-perintah Bapa-Ku. Kamu semua, lakukanlah hal yang sama!”

Apakah Yesus mengharapkan kita untuk mentaati-Nya secara sempurna? Bagaimana halnya jika kita tidak melakukannya? Apakah Dia akan menolak kita? Niat Yesus bukanlah untuk menerbitkan suatu surat peringatan. Ia tidak berkata, “Jadilah sempurna, kalau tidak …!” Yesus sangat mengenal kelemahan-kelemahan dan kedosaan kita. Itulah sebabnya Yesus bersabda, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat 11:28) dan “Siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” (Yoh 6:37). Setiap orang – baik atau jahat, suci atau berdosa – dapat datang kepada Yesus.

Yesus ingin kita melihat bahwa tinggal di dalam Dia dan taat kepada-Nya tidak dapat dipisahkan satu sama lain; keduanya berjalan bersama. Yesus minta kepada kita agar taat kepada-Nya dengan hati yang penuh kerendahan hati, rasa percaya dan cintakasih – dan hal ini hanya terjadi jika kita datang kepada-Nya dan menerima kasih-Nya. Dengan hati sedemikian dalam pusat ketaatan kita, maka ketidaktaatan hampir tidak menjadi suatu masalah! Kita tahu bahwa setiap hari hidup kita berada di bawah ekspektasi, namun kita juga mengetahui bahwa kematian Yesus di kayu salib telah menebus dosa-dosa kita. Kita tahu, bahwa apabila kita datang sambil berlari kepada Yesus dengan pertobatan yang penuh kerendahan hati, maka kita pun akan diampuni. Darah-Nya akan membasuh sampai bersih diri kita – secara mutlak!

church-size-san-damiano-cross-image-on-canvas-with-ornate-gold-frame22859xlBilamana kita berhadapan dengan dosa kita secara muka-ketemu-muka (face-to-face), maka sebenarnya kita mempunyai dua alternatif pilihan. Yang pertama, kita dapat menyerah dan berputus asa, hal mana akan menyeret kita semakin jauh dari Yesus dan kita dapat semakin terjerat dalam kuasa dosa. Yang kedua, melalui iman akan kematian-Nya yang menebus dan kebangkitan-Nya, kita dengan rendah hati dapat datang menghadap hadirat Yesus dalam semangat pertobatan.

Saudari dan Saudara terkasih, kita dapat tetap berada dalam Yesus! Dosa tidak seharusnya melumpuhkan kita atau mencegah kita dalam upaya memajukan Kerajaan Allah. Dalam kerendahan hati (atau kedinaan), kita dapat semakin dekat kepada Yesus dan menukar hidup kita dengan Dia. Sukacita Yesus akan menjadi lengkap dalam diri kita (lihat Yohanes 15:11), dan kerajaan-Nya pun akan bertumbuh.

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu untuk darah yang Kaucurahkan bagiku di atas kayu salib. Terima kasih untuk tindakan-Mu membersihkan dosa-dosaku, sehingga aku berkenan di mata-Mu. Terima kasih juga untuk kenyataan bahwa aku senantiasa dapat tinggal diam di dalam Engkau, dengan demikian mengalami sukacita penyelamatan-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 15:9-11), bacalah tulisan yang berjudul “TINGGAL DI DALAM KASIH YESUS” (bacaan tanggal 7-5-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-05 BACAAN HARIAN MEI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama  (Kis 15:7-21), bacalah tulisan yang berjudul “RESOLUSI KONFLIK DALAM GEREJA AWAL” (bacaan tanggal 26-5-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 22-5-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 5 Mei 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS