YESUS MENGUNDANG KITA UNTUK TINGGAL DALAM DIA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah – Rabu, 6 Mei 2015)

Byz-LastS-BR750

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (Yoh 15:1-8)  

Bacaan Pertama: Kis 15:1-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 122:1-5

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” (Yoh 15:4).

Ini adalah sebuah janji Yesus yang sungguh luarbiasa! Kita adalah milik Yesus dan Ia milik kita, tidak ubahnya ranting-ranting adalah milik pokok anggur dan pokok anggur adalah milik dan sekaligus sumber kehidupan ranting-rantingnya. Walaupun dalam kehidupan kita yang penuh dengan kesibukan sehingga kita seringkali tidak menyadari akan kehadiran-Nya, Dia tetap ada bersama kita, mengasihi kita, memperkuat kita, berdoa syafaat kepada Bapa sebagai Pengantara kita (lihat Ibr 9:11 dsj), siap untuk memberikan kepada kita hikmat-kebijaksanaan dan hidup. Ia tidak membuang atau meninggalkan kita pada masa-masa pencobaan atau kesulitan atas diri kita. Bahkan pada saat-saat kita meninggalkan diri-Nya (menyeleweng atau melanggar perintah-perintah-Nya), Yesus tetap siap menerima pertobatan kita dan membersihkan kita dari dosa-dosa kita.

Sebagaimana Dia tinggal dalam kita, Yesus mengundang kita untuk tinggal dalam Dia – dalam hati-Nya yang terluka. Karena kita dikasihi oleh-Nya dengan begitu mendalam dan tanpa syarat, kita dapat beristirahat dengan aman dan penuh kedamaian dalam hati Yesus. Dalam Dia kita adalah suatu ciptaan baru, segala dosa kita diampuni dan diperdamaikan dengan Bapa surgawi.

images (15)Selagi kita tetap tinggal dalam Yesus, kita akan memahami bahwa Dia melihat semua orang dengan kasih sama seperti yang diberikan-Nya kepada kita. Kita sebenarnya tidak pantas untuk mendapatkan posisi istimewa sedemikian. Kita ditebus oleh rahmat Allah semata – rahmat yang diberikan oleh-Nya kepada semua orang. Kita juga dapat mengasihi secara tanpa syarat, hanya apabila kita mengalami kehadiran Yesus yang tinggal di dalam diri kita. Bila kita memperkenankan Yesus menyatakan diri-Nya kepada kita, misalnya ketika kita berdoa, ketika kita membaca dan merenungkan sabda Tuhan dalam Kitab Suci, ketika kita menerima sakramen-sakramen, maka hidup-Nya akan mengalir dari diri kita kepada orang-orang lain dan memampukan kita untuk berbuah yang menyenangkan hati Allah dan menyegarkan orang-orang lain (lihat Yoh 15:8). Kristus dalam diri kita menjadi harapan akan kemuliaan, tidak hanya bagi diri kita, melainkan juga untuk setiap orang yang yang hidupnya kita sentuh.

Saudari-Saudara yang terkasih. Apakah anda merasa seakan tidak dapat melanjutkan fungsi anda sebagai penyalur kasih-Nya? Apakah anda menghadapi kesulitan untuk mengampuni orang-orang yang telah mendzolimi anda, yang telah membuat anda menderita? Inilah saatnya bagi anda untuk menyerahkan diri kepada kehadiran Kristus dalam diri anda dan memperkenankan Dia untuk memberi asupan makanan kepada anda, seperti sebuah ranting menerima hidup dari pokok anggur. Yesus bersabda, “Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalu kamu tidak tinggal di dalam Aku” (Yoh 15:4).

Tuhan telah memberikan kepada kita masing-masing berbagai karunia dan talenta. Kita masing-masing mempunyai peranan yang harus kita mainkan dalam memajukan Kerajaan Allah. Oleh karena itu, baiklah pada hari ini kita berseru kepada Tuhan memohon kehadiran-Nya untuk menguasai diri kita, memperbaharui diri kita, memperdalam kapasitas kita untuk tinggal dalam Dia.

DOA: Tuhan Yesus, aku menyerahkan diriku kepada Engkau. Bersihkanlah diriku dengan darah-Mu yang kudus, penuhilah diriku dengan pemikiran-pemikiran dan hasrat-hasrat-Mu. Aku ingin mengalami kehadiran-Mu secara lebih penuh pada hari ini dan berbuah bagi-Mu. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 15:1-6), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS ADALAH PUSAT KEHIDUPAN KITA” (bacaan tanggal 6-5-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-05 BACAAN HARIAN MEI 2015. 

“BERDAMAI DENGAN ALLAH MELALUI IMAN KITA KEPADA YESUS” (bacaan tanggal 21-5-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 21-5-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 3 Mei 2015 [HARI MINGGU PASKAH V]  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS