JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Paskah – Jumat, 1 Mei 2015)

Peringatan S. Yusuf Pekerja

NAMA YESUS YANG KUDUS - 555 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Apabila aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Kemana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” Kata Tomas kepada-Nya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yoh 14:1-6) 

Bacaan Pertama: Kis 13:26-33; Mazmur Tanggapan: Mzm 2:6-11

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6).

Dalam Bacaan Injil hari ini, Santo Yohanes Penginjil menginginkan agar kita sering kembali ke ruang atas di Yerusalem, di mana Yesus duduk pada meja perjamuan bersama-sama para murid-Nya yang pertama di malam hari sebelum kematian-Nya pada kayu salib. Murid-murid Yesus ini makan bersama dalam perayaan Ekaristi yang pertama, Roti Kehidupan, di mana Yesus telah menyerahkan hidup-Nya bagi kita, dalam bentuk pemberian tubuh-Nya, suatu kematian simbolis yang akan menjadi kematian riil diri-Nya pada keesokan harinya, yaitu pada hari yang kita kenal sebagai hari Jumat Agung.

Pada malam itu juga, sebelum Yesus dan murid-murid-Nya meninggalkan tempat itu untuk pergi ke taman Getsemane, Yesus berdoa untuk para murid-Nya (Yoh 17:1-26), a.l. yang berikut ini: “Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku …” (Yoh 14:24). Dengan kata lain, Yesus mau mengatakan kepada Bapa-Nya, “Besok Aku akan melalui kematian dan akan berdiri dalam kekekalan. Aku ingin agar para sahabat-Ku berada berama-sama dengan Aku. Seperti Aku meminta Bapa agar tidak meninggalkan Aku sendiri dalam kematian-Ku, maka Aku pun minta kepada-Mu agar tidak meninggalkan para sahabat-Ku sendirian dalam kematian mereka.” Demikianlah Yesus berjanji untuk menyiapkan sebuah tempat bagi kita, sehingga di mana Dia berada kita juga berada (Yoh 14:2-3).

Marilah kita mencatat bagaimana Yesus pergi, Kita perlu memahaminya karena Dia berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup”  (Yoh 14:6). Ia menunjukkan kepada kita JALAN menuju sukacita kekal ini; Ia mengatakan KEBENARAN mengenai hal itu; Ia memberikan kepada kita HIDUP, karena hanya Dialah yang memiliki kuat-kuasa yang sejati.

275px-Geertgen_Man_van_smartenApakah yang dimaksud dengan “Yesus adalah JALAN”? Jalan macam apakah itu? Itu adalah JALAN SALIB. Tentu ada kepedihan dan penderitaan, beratnya beban yang harus dipikul, pengorbanan dan rasa duka. Ini adalah JALAN yang ditempuh oleh Yesus pada hari Jumat Agung, satu hari setelah Dia berbicara mengenai hal ini dan membuat janji besar. Namun ini bukanlah akhir dari jalan, malah jauh dari akhir. Tiga hari kemudian terwujudlah JALAN KEMENANGAN PENUH KEMULIAAN, suatu kebangkitan yang menakjubkan, suatu kehidupan yang dipenuhi dengan sukacita, kuat-kuasa, damai-sejahtera, dan kasih.

Yesus adalah KEBENARAN! Ia adalah jawaban terhadap semua teka-teki dan pencobaan dalam kehidupan manusia. Yesus adalah HIDUP untuk mana kita diciptakan. Ia adalah sang Pencipta yang Mahakuasa, dan Ia adalah makna dan tujuan hidup. Yesus, dalam kasih-Nya yang tanpa batas, berjanji bahwa kita akan ikut ambil bagian dalam hidup penuh kemuliaan yang penuh kuat-kuasa dan tanpa batas itu. Satu-satunya persyaratan yang dibutuhkan adalah bahwa kita mengikut Dia dengan penuh iman: “Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya” (Yoh 11:25-26).

DOA: Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau adalah “Jalan dan Kebenaran dan Hidup”. Engkaulah Mesias, Putera Allah yang hidup, yang telah menyediakan tempat di surga yang penuh kemuliaan bagi kami semua. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 14:1-6), bacalah juga tulisan yang berjudul “YESUS ADALAH JALAN KEPADA BAPA SURGAWI” (bacaan tanggal 1-5-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-05 BACAAN HARIAN MEI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 13:26-34), bacalah tulisan yang berjudul “KHOTBAH PAULUS PERTAMA YANG DICATAT DALAM KITAB SUCI” (bacaan tanggal 16-5-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 16-4-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 29 April 2015 [Peringatan S. Katarina dr Sienna] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS