MEMPERKENANKAN YESUS MELAYANI KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Paskah – Kamis, 30 April 2015)

OFMCap.: Peringatan B. Benediktus dr Urbino, Biarawan

OSU: Peringatan B. Maria dr Inkarnasi

LAST SUPPER -12Sesungguhnya aku berkata kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya, ataupun seorang utusan daripada orang yang mengurusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah digenapi nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya bahwa Akulah Dia. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan siapa saja yang menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.” (Yoh 13:16-20) 

Bacaan Pertama: Kis 13:13-25; Mazmur Tanggapan: Mzm 89L2-3,21-22,25,27

Pernahkah anda mempunyai pengalaman seperti berikut ini? Anda bangun tidur di pagi hari dengan penuh semangat; anda berketetapan hati untuk membuat suatu perubahan di dunia dengan menjalani hidup bagi Kristus dan menjadi hamba-Nya yang rendah hati. Anda melompat dari tempat tidur, mantap untuk menjadi bentara kasih-Nya – seperti yang ada dalam pikiran Yesus ketika Dia berkata: “Siapa saja yang menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku” (Yoh 13:20). Akan tetapi, pada malam harinya semangat yang menggelora di pagi hari sudah menyusut, malah menghilang, dan anda pun merasa heran dan bertanya-tanya kepada diri sendiri, apakah yang telah terjadi. Anda dengan keras mencoba untuk hidup sebagai seorang duta Kristus. Anda sungguh ingin agar orang-orang mengetahui dan mengalami bahwa Yesus adalah Sumber dari sukacita anda. Namun kalau melihat perkembangan sepanjang hari ini, anda merasa bahwa masih ada sesuatu yang kurang. Serasa segala upaya anda sepanjang hari ini tidaklah memadai – tidak cukup persuasif, tidak cukup setia, tidak cukup kadar kasihnya, atau bahkan hampir sia-sia.

Memang hari-hari seperti ini akan selalu kita alami, namun apabila sungguh hadir maka kita harus melihatnya sebagai karunia istimewa dari Allah. Pada hari-hari seperti inilah kita diingatkan bahwa pada dirinya sendiri – berbagai upaya manusia (tanpa pertolongan Allah) akan senantiasa tidak memadai. Apabila kita mengandalkan diri pada upaya kita sendiri – kekuatan kita sendiri – maka yang akan kita alami adalah kekecewaan, … upaya kita tidak mengenai sasaran. Seperti juga Petrus dan para rasul lainnya yang membiarkan Yesus membasuh kaki-kaki mereka, maka sama jugalah halnya dengan kita semua (Yoh 13:3-12). Hanya apabila kita memperkenankan Yesus melayani kita maka kita akan dibuat cocok dan siap untuk melayani orang-orang lain.

Bayangkanlah diri anda sedang berada di kaki atau bagian bawah sebuah jalan menanjak dengan banyak sekali anak tangga, dan di ujung atas sana berdirilah Yesus. Pandangan-Nya yang penuh kemuliaan dan pancaran kasih dari diri-Nya sungguh memikat hati anda dan membuat diri anda ingin sekali untuk berada bersama-Nya. Namun setiap kali anda mencoba untuk naik satu-dua langkah, anda turun lagi. Anda mencoba lagi, hal yang sama pula yang terjadi: tergelincir dan tergelincir lagi. Akhirnya, anda merasa frustrasi karena merasa gagal. Anda berteriak minta tolong. Dalam sekejab saja Yesus  turun ke anak tangga paling rendah dan kemudian Ia menggendong anda sampai ke atas.

Saudari dan Saudara yang dikasihi Kristus. Janganlah kita membiarkan hari ini menjadi hari seperti yang diceritakan di atas. Mulailah dengan menempatkan diri anda di dalam kehadiran Tuhan melalui doa dan keterbukaan hati yang penuh damai. Perkenankanlah Yesus menggendong diri anda, membasuh kaki-kaki anda. Inilah yang seharusnya menjadi titik awal hari kita. Kita tidak pernah akan menjadi bentara kasih Allah berdasarkan kehendak dan kekuatan kita sendiri. Allah juga tidak pernah memaksudkan agar anda menjadi begitu. Semoga kebenaran ini memenuhi diri hati kita semua dengan sukacita dan dorongan untuk bergerak lebih maju lagi.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau sungguh mengasihi diriku sehingga sudi mengutus aku untuk berbagi kasih-Mu dengan orang-orang lain. Berikanlah kepadaku sebuah hati yang lembah lembut dan dipenuhi dengan kedinaan, sehingga dengan demikian aku dapat melayani seperti Engkau sendiri melayani. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 13:16-20), bacalah tulisan yang berjudul “TIDAKLAH LEBIH TINGGI DARIPADA TUANNYA” (bacaan tanggal 30-4-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-04 BACAAN HARIAN APRIL 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 15-5-14 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 27 April 2015 [Peringatan S. Petrus Kanisius, Imam Pujangga Gereja] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS