YESUS MENINGGALKAN BAGI KITA DIRI-NYA SENDIRI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Paskah – Jumat, 24 April 2015)

Keluarga Besar Fransiskan: Hari Raya/Pesta/Peringatan S. Fidelis dr Sigmaringen, Imam-Martir

jesus_the_christ_detail_bloch__93932_zoomOrang-orang Yahudi pun bertengkar antara sesama mereka dan berkata, “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan?” Karena itu, kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Siapa saja yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku benar-benar makanan dan darah-Ku benar-benar minuman. Siapa saja yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan aku hidup oleh Bapa, demikian juga siapa saja yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari surga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Siapa saja yang makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat. (Yoh 6:52-59) 

Bacaan Pertama: Kis 9:1-20; Mazmur Tanggapan: Mzm 117:1-2

ST. THOMAS MORE - 33Santo Thomas More [1480-1535] adalah salah seorang yang paling dianugerahi berbagai karunia dan talenta dalam sejarah. Ia adalah seorang filsuf brilian, penulis buku yang brilian, dan negarawan yang brilian juga. Raja Inggris, Henry VIII, mempromosikan Thomas More untuk menduduki posisi tinggi sebagai Lord Chancellor, semacam “Hakim Agung” untuk negara dan bangsa Inggris. Karena pekerjaannya, Thomas More adalah seorang pribadi yang sangat sibuk.

Namun, sebagai seorang anggota Ordo Fransiskan Sekular pada masa itu, Thomas More tidak pernah lalai mengikuti Misa Kudus harian dan menerima Komuni Kudus. Tidak sekali saja dia ditanya bagaimana dia dapat meluangkan waktu untuk menghadiri Misa, padahal jadual-kerjanya sangatlah ketat. Thomas selalu menjawab: “Justru karena saya mempunyai begitu banyak tanggung-jawab. Hal-hal ini dapat sangat mengakibatkan pelanturan, oleh karena itu saya membutuhkan Misa Kudus dan Komuni Kudus, guna membuat diri saya utuh dan fokus. Ada banyak godaan dalam jenis pekerjaan yang saya lakukan, namun Komuni Kudus dapat menjernihkan pandangan saya. Saya menghadapi banyak urusan yang sulit untuk dikelola, namun lewat Komuni Kudus saya menemukan terang dan kekuatan untuk melakukan pekerjaan saya dengan baik.”

Jawaban Thomas More ini adalah satu dari sekian banyak jawaban dari banyak orang besar dalam sejarah. Mereka semua langsung menjawab dengan spontan, “Kami tidak akan pernah dapat melakukan pekerjaan kami sendiri saja. Dalam Kristus kami menemukan kekuatan untuk melakukan hal-hal yang anda sebut capaian-capaian besar.”

ptg01200187 - KOMUNI KUDUSNah, Saudari dan Saudaraku, Yesus meninggalkan bagi kita diri-Nya sendiri dalam Roti hidup guna menjadi makanan spiritual bagi diri kita, pilar kekuatan kita, penyembuhan dan penghiburan harian kita. Yesus ingin syering kehadiran-Nya dengan kita, dalam suatu cara yang mudah dan dapat diakses oleh kita masing-masing. Tokoh besar yang mana dalam sejarah yang mampu menjadi seorang pribadi yang begitu mudah didekati sebagaimana Yesus sendiri, ketika Dia memilih untuk tinggal dalam Roti hidup? Dalam gereja-gereja yang lebih dari setengah juta banyaknya di seluruh dunia pada zaman ini, Dia hadir, Dia telah menawarkan diri-Nya bagi kita, Dia telah bergabung sebagai seorang sahabat dengan umat beriman para pengikut-Nya.

Orang-orang Yahudi yang mendengar ajaran Yesus tentang Ekaristi ini menanggapinya sebagai suatu kata keras (Inggris: a hard saying), karena mereka tidak pernah menduga sampai begitu dalam kasih-Nya, Mereka tidak pernah mengira betapa luas cakupan universal dari keterbukaan-Nya kepada semua orang. Mereka tidak pernah menyangka betapa besar kuat-kuasa-Nya, atau kemuliaan dari kebangkitan-Nya yang akan datang.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih untuk pengorbanan-Mu di kayu salib dan kebangkitan-Mu kepada hidup baru. Terima kasih, Engkau membuat tindakan penebusan-Mu itu hadir setiap kali kami merayakan Ekaristi. Dengan rendah hati kami menyambut kehadiran-Mu di tengah-tengah kami, dan kami percaya akan janji-Mu yang besar bahwa siapa saja yang makan tubuh-Mu dan minum darah-Mu akan tetapi tinggal dalam Engkau. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 9:1-20) bacalah tulisan yang berjudul “PERGUMULAN PRIBADI ANANIAS” (bacaan tanggal 24-4-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-04 BACAAN HARIAN APRIL 2015. 

Bacalah juga tulisan-tulisan yang berjudul “SAULUS BERTOBAT DAN MENJADI PAULUS” (bacaan tanggal 13-5-11) dan “PERTOBATAN PAULUS” (bacaan tanggal 9-5-14), keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 9-5-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 18 April 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS