ALLAH SENANTIASA MENYERTAI KITA

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Paskah – Sabtu, 18 April 2015) 

pppas0227Ketika hari mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum. Hari sudah gelap dan Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sementara laut bergelora karena tiupan angin kencang. Sesudah mereka mendayung kira-kira lima atau enam kilometer jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Mereka pun ketakutan. Tetapi Ia berkata kepada mereka, “Inilah Aku, jangan takut!” Karena itu, mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika itu juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tuju. (Yoh 6:16-21) 

Bacaan Pertama: Kis 6:1-7; Mazmur Tanggapan: Mzm 33:1-2,4-5,18-19 

Setelah memberi makan orang banyak, Yesus menyingkir lagi ke gunung, seorang diri, tentunya untuk berdoa dalam keheningan (lihat Yoh 6:15). Sementara itu murid-murid-Nya menyeberangi danau dengan menggunakan perahu di kegelapan malam (lihat Yoh 6:16-17). Dengan cepat laut mulai menggelora karena tiupan angin kencang, dan para murid harus mendayung dengan sekuat tenaga melawan angin. Kalau dalam mukjizat pergandaan roti dan ikan Yesus yang mengambil inisiatif, maka sekarang para murid-lah yang menjadi fokus perhatian: mereka berjuang setelah bekerja keras sehari penuh.

“Sesudah mereka mendayung kira-kira lima atau enam kilometer jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu” (Yoh 6:19). Bayangkan rasa takut dan keterkejutan mereka selagi mereka melihat Yesus berjalan mendekati mereka di atas air yang bergejolak. Mereka sudah bekerja keras untuk sampai ke pantai; lalu Yesus muncul, tenang dan memegang kendali – tidak kelihatan lelah atau frustrasi.

Yesus berkata kepada mereka: “Inilah Aku, jangan takut!” (Yoh 6:20). Kata-kata sederhana ini membuat tenang rasa takut mereka, dan dengan gembira mereka menyambut Yesus ke dalam perahu mereka. Patut dicatat bahwa kata-kata Yesus “Inilah Aku” adalah ungkapan bahasa Yunani dari nama YHWH (“Aku adalah Aku yang ada”) dalam Perjanjian Lama. Para murid tidak perlu merasa takut, karena Allah: “Aku adalah Aku yang ada”, berada bersama mereka. Begitu mereka menerima Yesus, maka seketika itu juga perahu itu mencapai tujuannya (Yoh 6:21). Para murid tidak perlu lagi bekerja mati-matian karena Yesus berada bersama mereka.

YESUS GURU KITAKata-kata Yesus sederhana, singkat dan penuh kuasa. Begitu sering kita terjebak dalam upaya mati-matian setiap hari – bekerja keras seperti para murid dalam perahu melawan badai – untuk mencapai tujuan kita. Yesus mengetahui pergumulan kita sehari-hari, dan dengan kuasa kata-kata sederhana Dia dapat memberikan damai-sejahtera dan kekuatan kepada kita. Hal ini tidak berarti kita dapat bermalas-malasan dengan secara buta menaruh kepercayaan kepada Allah untuk melakukan segalanya kepada kita. Sebaliknya, kita dapat bekerja dengan penuh keyakinan, karena kita mengetahui bahwa Allah senantiasa menyertai kita, memampukan kita untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan-Nya bagi kita.

DOA: Bapa surgawi, tolonglah kami untuk mengetahui bahwa Engkau senantiasa beserta kami dalam upaya-upaya kami mengikuti jalan-Mu. Ajarlah kami untuk memanggil Engkau sehingga kami dapat mengalami kuasa-Mu dan kasih-Mu, teristimewa pada saat-saat pergumulan dan kesulitan kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 6:16-21), bacalah tulisan yang berjudul “JANGAN TAKUT!” (bacaan tanggal 18-4-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-04 BACAAN HARIAN APRIL 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 6:1-7), bacalah tulisan yang berjudul “PENGANGKATAN TUJUH ORANG DIAKON YANG PERTAMA” (bacaan tanggal 7-5-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 13-4-13 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 14 April 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS