KUAT-KUASA NAMA YESUS

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Paskah – Jumat, 17 April 2015)

gamaliel_ensec3b1andoTetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang pengajar hukum Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, berdiri dan meminta, supaya orang-orang disuruh keluar sebentar. Sesudah itu ia berkata kepada sidang itu, “Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini! Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya sebagai orang yang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan tercerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap. Sesudah dia, pada waktu sensus penduduk muncullah Yudas, orang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan tercerai-berailah seluruh pengikutnya. Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak apa-apa terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; bahkan mungkin ternyata kamu justru melawan Allah. Nasihat itu diterima. Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu mencambuk mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.

Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan sukacita, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. Setiap hari mereka mengajar di rumah-rumah dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias. (Kis 5:34-42)

Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1,4,13-14; Bacaan Injil: Yoh 6:1-15

Para rasul mengakui dan menerima keberadaan kuat-kuasa nama Yesus dalam penyembahan mereka, dalam kegiatan evangelisasi mereka, ketika mereka mendoakan orang-orang sakit, orang yang berada dalam kesusahan, dlsb., dan pada waktu mereka melakukan upacara memecah-mecahkan roti mereka (Ekaristi). Nama Yesus memperkuat mereka, menghibur mereka, dan menyembuhkan mereka selagi mereka bekerja membangun Gereja.  Penuh kesadaran akan ketangguhan dan keperkasaan nama Yesus, mereka dengan berani memproklamasikan Injil  nama Yesus, walaupun Mahkamah Agama telah melarang mereka mengajar dalam nama Yesus (lihat Kis 5:40-42).  Walaupun mereka telah dicambuki, rasul-rasul itu meninggalkan siding Mahkamah Agama dengan sukacita, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus (Kis 5:40-41).

GEMBALA YANG BAIK - 15Nama Yesus merepresentasikan siapa sesungguhnya diri-Nya – kodrat-Nya yang sejati. Jika kita berdoa dalam nama Yesus, hal ini berarti bahwa kita berseru kepada segenap keberadaan-Nya – keilahian-Nya, kemuliaan-Nya, kuasa-Nya, karakter-Nya, kasih-Nya. Bilamana kita berdoa dalam nama Yesus, kita mempersatukan diri kita dengan Dia.  Hasrat-hasrat-Nya menjadi hasrat-hasrat kita. Tujuan-tujuan-Nya menjadi tujuan-tujuan kita. Kehidupan-Nya yang penuh rahmat dan kuasa mengambil alih kehidupan kita yang penuh dengan rasa takut dan dosa. Yesus berjanji, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” (Yoh 15:7). Selagi kita tinggal dalam Yesus melalui doa dan ketaatan, kita akan menyaksikan kuat-kuasa nama-Nya mencapai tujuan-tujuan Allah dalam kehidupan kita dan dalam diri mereka yang kita doakan.

Melalui contoh dari kehidupan doa-Nya sendiri, Yesus mengajar kita bagaimana seharusnya berdoa. Dalam doa, Yesus mencari hikmat-kebijaksanaan Bapa-Nya, kuat-kuasa-Nya dan bimbingan-Nya, sebelum melakukan sesuatu. Dan, Bapa surgawi selalu menjawab doa-doa Yesus. Jadi, apabila kita berdoa dalam nama Yesus, kita dapat mengharapkan bahwa rencana-rencana Allah akan dipenuhi. Dalam setiap situasi – apakah sebuah persoalan kecil di tempat kerja atau di rumah, atau suatu krisis besar seperti penderitaan sakit-penyakit serius, kecelakaaan besar yang menelan ratusan jiwa, bencana alam, kematian dlsb. – maka kita dapat  menyerukan nama Yesus dengan penuh keyakinan dan pengharapan. Oleh nama-Nya semua kuasa-kegelapan, semua rasa takut, dan sejenisnya akan “kabur-pergi”.

Yesus ingin menghibur kita dengan kehadiran-Nya, kasih-Nya dan damai-sejahtera-Nya. Yesus ingin agar kita sungguh mengakui dan menaruh kepercayaan pada otoritas dan kuat-kuasa dari nama-Nya. Dosa dan kegelapan akan lari ketika nama Yesus diserukan dengan penuh iman. Sebagai murid-murid-Nya di Gereja Perdana, kita pun patut untuk mempunyai keyakinan yang sama.

DOA: Tuhan Yesus, kami mencintai nama-Mu karena belas-kasih-Mu, kemuliaan-Mu, otoritas tertinggi dari-Mu, kasih-Mu yang penuh pengorbanan. Terpujilah nama-Mu yang kudus, sumber segala kebaikan, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 6:1-15), bacalah tulisan yang berjudul “ROTI DAN IKAN KITA” (bacaan tanggal 17-4-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-04 BACAAN HARIAN APRIL 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 2-5-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 14 April 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS