KAMU HARUS DILAHIRKAN KEMBALI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Paskah – Selasa, 14 April 2015)

chua-giesu-va-ong-nicodemo1Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Kata Nikodemus kepada-Nya, “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” Jawab Yesus, “Engkau guru orang Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata kepadamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata kepadamu tentang hal-hal surgawi? Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga selain dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:7-15) 

Bacaan Pertama: Kis 4:32-37; Mazmur Tanggapan: Mzm 93: 1-2,5 

“Kamu harus dilahirkan kembali” (Yoh 3:7).

Nikodemus jelas dibuat cukup bingung seperti halnya sedang menghadapi sebuah teka-teki yang sulit. Tokoh Farisi ini tidak mempunyai ide sedikit pun mengapa Yesus mengatakan bahwa seseorang harus dilahirkan kembali agar dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga. Walaupun Yesus kelihatan berbicara dengan penuh teka-teki, Dia sungguh memaksudkan apa yang dikatakan-Nya. Sebagai umat Kristiani – teristimewa kita yang Katolik – kita dapat mengambil sikap waspada bila mendengar kata-kata “lahir baru”. Dalam hal beberapa orang dari kita, alasannya barangkali ketika dahulu kala (ketika berjalan pulang dari kantor) pernah mengalami peristiwa di mana secara mendadak ditanya oleh seorang bule tak dikenal yang membawa Alkitab: “Apakah kamu sudah ‘lahir baru’?” atau “Apakah kamu sudah ‘terima Yesus’?”

Ketika kita dibaptis di sebuah gereja Kristiani, hal itu berarti bahwa kita sudah lahir kembali! Inilah arti sesungguhnya dari pembaptisan, yaitu kelahiran kembali dalam Kristus. Melalui air baptis kita mati bersama Yesus dan kemudian bangkit bersama-Nya ke dalam suatu kehidupan baru yang dipenuhi dengan Roh Kudus. Hidup lama yang kita warisi sebagai anak-anak Adam dan Hawa berakhir, dan hidup baru bersama Yesus dimulailah.

Kita mungkin saja bertanya: “Jika aku lahir kembali dan hidup lamaku sudah mati, mengapa dosa masih aktif dalam diriku? Mengapa aku harus terus berjuang melawan kemarahan, rasa bersalah, rasa iri, cemburu dlsb. apabila bagian gelap dari diriku ini sudah mati pada saat pembaptisanku? Jawabannya adalah, bahwa hidup baru kita dalam Kristus tidak bekerja secara otomatis.  Hal itu menjadi riil-nyata dalam pengalaman kita selagi kita mempraktekkan iman dalam kehidupan yang kita telah terima.

Apabila ada seseorang memperlakukan diri kita dengan buruk pada hari ini dan mulai timbul rasa marah-besar dalam diri kita, maka kita harus berhenti di sana dan mulai berdoa. Dalam kasus sedemikian, marilah kita memohon kepada Roh Kudus untuk memberikan kekuatan kepada kita untuk mengampuni. Marilah kita berbicara kepada (dalang) “hidup-lama” yang sedang mencoba kembali menguasai diri kita: “Engkau tidak mempunyai kuasa atas diriku lagi. Aku sekarang dipenuhi dengan Roh Kudus, dan rahmat-Nya untuk menolongku sekarang lebih besar daripada hasratmu untuk menjatuhkan aku kembali.” Selagi kita melakukan hal ini, maka hidup-baru Yesus dalam diri kita menjadi semakin nyata, baik bagi diri kita sendiri maupun orang-orang lain. Pada waktu bersamaan, kuat-kuasa “hidup-lama” akan menjadi semakin lemah. Memang hal itu (dia) tidak bisa habis secara tuntas dalam kehidupan kita, namun kita akan menyaksikan kemenangan-kemenangan yang signifikan, jika kita menaruh iman-kepercayaan dalam hidup Kristus di dalam diri kita.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau telah membuat diri kami suatu ciptaan baru. Curahkanlah Roh Kudus-Mu ke atas diri kami dengan segala kekuatan, sehingga kami sungguh dapat menghayati (menjalani) hidup-Mu yang baru, dan meninggalkan hidup lama kami yang penuh dosa. Tuhan Yesus, berikanlah kepada kami suatu kesempatan untuk berbagi hidup-baru ini dengan siapa saja yang kami jumpai pada hari. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 3:7-15), bacalah tulisan yang berjudul “GERAKAN TURUN-NAIK ANAK ALLAH” (bacaan tanggal 14-4-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-04 BACAAN HARIAN APRIL 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 4:32-37), bacalah tulisan yang berjudul “SEHATI DAN SEJIWA” (bacaan tanggal 17-4-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 29-4-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 12 April 2015 [HARI MINGGU PASKAH II – MINGGU KERAHIMAN ILAHI]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements