DOA PARA MURID YESUS KETIKA MENGHADAPI KESULITAN

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Pekan II Paskah – Senin, 13 April 2015) 

110710-Praying-for-a-Bold-Witness1
Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, “Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapak kami, Engkau telah berfirman: Mengapa gusar bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka hal yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya [1]. Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan sejak semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. Sekarang, ya Tuhan, lihatlah ancaman-ancaman mereka dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian sepenuhnya untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.” Dan ketika mereka sedang berdoa, goyangkanlah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua dipenuhi oleh Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani. (Kis 4:23-31)

[1] Kis 4:25-26; lihat Mzm 2:1-2 

Mazmur Tanggapan: Mzm 2:1-9; Bacaan Injil: Yoh 3:1-8 

Seandainya anda adalah Petrus atau Yohanes, bagaimana anda akan bereaksi setelah dihadapkan kepada Mahkamah Agama, ditanya-tanya seraya dibentak-bentak dan diancam karena iman anda kepada Kristus? Apakah anda akan berbicara keras-keras melawan orang-orang yang keras-hati itu? Apakah anda akan mengeluh atau memprotes ketidakadilan yang ditimpakan atas diri anda? Apakah anda akan membalas “kejahatan” para pemuka agama Yahudi itu dengan kejahatan juga? Atau, apakah anda akan mengajak saudari dan saudara anda untuk berdoa bersama? Yang terakhir inilah yang dilakukan oleh Petrus dan Yohanes, dan doa mereka adalah sebuah doa permohonan penuh pengharapan dan rasa percaya akan kuat-kuasa ilahi.

Dalam doa ini, kita dapat melihat secara sekilas lintas apa yang ada di dalam hati para murid selagi mereka menghadapi kesulitan demi Injil Yesus Kristus. Walaupun mereka menanggung derita karena penganiayaan, ancaman-ancaman dan hal-hal buruk lainnya, mereka berketetapan hati untuk senantiasa taat kepada Allah dan memproklamasikan Kabar Baik Yesus Kristus. Mereka tidak menanggapi kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi sebagai suatu tanda bahwa mereka harus berhenti mewartakan Injil, melainkan malah sampai kepada pemahaman profetis atas situasi yang mereka hadapi melalui Kitab Suci, dan mereka yakin dan percaya bahwa Allah ada bersama mereka.

Karena rasa percaya mereka yang rendah hati kepada Allah, maka para murid itu memiliki keberanian untuk memohon kepada  Allah agar terus mencurahkan tanda-tanda heran dalam nama Yesus (Kis 4:30) – tanda-tanda heran yang hanya akan menyeret mereka lebih dalam lagi ke dalam kesulitan. Satu hal yang mereka yakini adalah bahwa Allah ingin menyatakan diri-Nya melalui diri mereka, dengan demikian mereka menaruh kepercayaan kepada-Nya dan memohon agar diberikan suatu peningkatan dalam kuat-kuasa ilahi.

29333Dietrich Bonhoeffer [1906-1945] adalah seorang gembala gereja Lutheran di negeri Jerman yang ditangkap dan kemudian dihukum mati karena dengan gigih melawan rezim Nazi yang dipimpin Adolf Hitler. Dietrich Bonhoeffer sungguh dihormati oleh Gereja Katolik. Ia merupakan contoh modern dari seseorang murid Yesus yang menaruh kepercayaannya kepada Tuhan sedemikian sehingga dimampukan oleh-Nya untuk menanggung penyiksaan pihak Nazi Jerman dengan kesabaran dan iman. Beberapa bulan sebelum eksekusi hukuman mati atas dirinya, Dietrich Bonhoeffer menulis sepucuk surat kepada seorang sahabat dekatnya, a.l. sebagai berikut: “… Hidup lamaku penuh dengan kebaikan Allah, dan dosa-dosaku ditutupi oleh kasih penuh pengampunan dari Kristus yang tersalib. Aku sangat berterima kasih kepada pribadi-pribadi yang telah kujumpai, dan aku hanya berharap bahwa mereka tidak pernah akan berdukacita atas diriku, akan tetapi bahwa mereka juga akan senantiasa merasa pasti dan berterima kasih penuh syukur atas kerahiman dan pengampunan Allah (Surat kepada Eberhard Bethge, 23 Agustus 1944)

DOA: Tuhan Yesus, tolonglah kami untuk menaruh hidup kami secara lengkap-total dalam tangan-tangan-Mu. Ajarlah kami bahwa bersama Engkau kami dapat menghadapi setiap situasi dengan berani dan penuh pengharapan. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 3:1-8), bacalah tulisan yang berjudul “JIKA SESEORANG TIDAK DILAHIRKAN DALAM AIR DAN ROH…” (bacaan tanggal 28-4-14), dalam situs/blog PAX ET BONUM https://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2014. 

Untuk mendalami  Bacaan Pertama hari ini (Kis 4:23-31), bacalah tulisan yang berjudul “DOA JEMAAT” (bacaan tanggal 16-4-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 28-4-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 8 April 2015 [HARI RABU DALAM OKTAF PASKAH] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS