KHOTBAH PETRUS DI SERAMBI SALOMO

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Kamis dalam Oktaf Paskah – 9 April 2015) 

solomons-porch

Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo. Ketika Petrus melihat hal itu, ia berkata kepada orang banyak itu, “Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-oleh kami membuat orang itu berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus memutuskan untuk melepaskan Dia. Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh untuk diberikan kepada kamu. Kamu telah membunuh Perintis Kehidupan, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. Karena kepercayaan kepada Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di hadapan kamu semua. Nah, Saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena tidak tahu apa yang kamu lakukan, sama seperti semua pemimpin kamu. Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita. Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang sejak semula ditetapkan bagimu sebagai Kristus. Kristus itu harus tinggal di surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. Dan akan terjadi bahwa setiap orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibinasakan dari tengah-tengah umat. Lagi pula, semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan yang datang sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini. Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Melalui keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. Bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan membuat kamu masing-masing berbalik dari segala kejahatanmu.” (Kis 3:11-26) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 8:2,5-9; Bacaan Injil: Luk 24:35-48

peter-preaching-solomons-portico“Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang sejak semula ditetapkan bagimu sebagai Kristus” (Kis 3:19-20).

Tidak sulit bagi Petrus (yang dipenuhi Roh Kudus) untuk mendapatkan perhatian dari orang banyak. Bagaimana pun juga penyembuhan atas seorang lumpuh di dekat pintu gerbang Bait Allah yang bernama Gerbang Indah (baca: Kis 3:1-10) oleh Petrus tentunya telah menimbulkan rasa ingin tahu tidak sedikit orang. Jelaslah bahwa Allah sedang bekerja dengan penuh kuat-kuasa, dan orang-orang berduyun-duyun datang untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.

Secara relatif cepat Petrus mengarahkan perhatian orang banyak kepada sumber kuat-kuasa yang dimilikinya, yaitu Allah, kepada siapa orang-orang itu telah lama menyampaikan doa-doa mereka, namun barangkali tidak pernah mengalami perjumpaan dalam jalan yang memberikan hidup. Menurut Petrus, suatu perjumpaan dengan Allah hanya mungkin dapat terjadi lewat “pintu sempit pertobatan”: “Karena itu sadarlah dan bertobatlah!” (Kis 3:19).

Pintu pertobatan membuka jalan bagi kita kepada kepenuhan hidup juga. Petrus tidak ragu-ragu membeberkan berbagai dosa orang yang mendengarkan khotbahnya: menolak Yang Kudus dan Benar (Yesus), membunuh-Nya (Kis 3:14-15). Akan tetapi, Petrus juga mengingatkan orang banyak itu bahwa mereka adalah anak-anak Bapa surgawi – Dia yang telah mengutus Yesus, bukan untuk menghukum melainkan untuk memberkati mereka, menebus dosa-dosa mereka, dan memberi hidup-baru bagi mereka.

Kita pun adalah para pewaris janji-janji perjanjian yang sama, mengalami godaan-godaan yang sama, dan membutuhkan pertobatan yang sama pula. Petrus menyebutkan beberapa dosa yang ada pada zaman modern dalam bacaan di atas. (1) Ada dosa “kesombongan” (keangkuhan), seakan kita dapat melakukan apa saja dengan kekuatan kita sendiri (lihat Kis 3:12). (2) Menyangkal atau menolak Yesus di depan orang-orang lain, bukannya mengakui Dia sebagai Tuhan (Kis 3:14). (3) “membunuh” hidup ilahi dalam diri kita dengan membuat pilihan-pilihan yang berakar dalam budaya kematian (Kis 3:15). (4) mengabaikan pelajaran-pelajaran dari masa lalu kita dan sejarah Gereja; tidak mendengarkan para utusan Allah yang diutus kepada kita (Kis 3:23). (5) Balik menyusut dari keberanian yang diinspirasikan oleh Allah dalam diri kita (lihat Kis 3:16). (6) Menjadi gelisah dan takut seperti para murid Yesus dalam bacaan Injil hari ini (Luk 24:37-38).

Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita harus melakukan pertobatan dan kembali – lagi dan lagi – kepada Yesus, sumber kuat-kuasa dan penyegaran bagi diri kita. Allah itu baik dan mahapengampun. Ia tidak akan meninggalkan kita!

DOA: Bapa surgawi, Allah yang Mahabaik, sumber segala kebaikan, dikuduskanlah nama-Mu. Terangilah kegelapan hatiku dan berikanlah kepadaku kerendahan-hati agar dapat berbalik kepada-Mu untuk memperoleh pengampunan-Mu dan pemulihan relasiku dengan Engkau, ya Allahku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 24:35-48), bacalah tulisan yang berjudul “PESAN DARI YESUS BAGI KITA YANG SEDANG MERASA RAGU-RAGU, KHAWATIR DAN TAKUT” (bacaan tanggal 9-4-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-04 BACAAN HARIAN APRIL 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 24-4-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 7 April 2015 [HARI SELASA DALAM OKTAF PASKAH] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements