LANGIT DAN BUMI YANG BARU

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Prapaskah – Senin, 16 Maret 2015) 

YESAYA - 45“Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.

Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem  penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan.

Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi orangpun tidak.

Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk.

Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. (Yes 65:17-21) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 30:2,4-6.11-13; Bacaan Injil:  Yoh 4:43-54. 

“Sion telah menjadi padang gurun, Yerusalem sunyi sepi. Bait kami yang kudus dan agung, tempat nenek moyang kami memuji-muji Engkau, sudah menjadi umpan api, maka milik kami yang paling indah sudah menjadi reruntuhan” (Yes 64:10-11).

Di tengah-tengah desolasi dan keterpurukan seperti inilah Allah berbicara melalu nabi-Nya, memberikan pengharapan akan hal-hal yang akan datang. Walaupun dosa-dosa mereka memaksa Israel ke luar dari tanah terjanji, kerahiman ilahi dan pertobatan manusia menggerakkan hati Allah untuk memulihkan negeri tersebut. Penderitaan akan menjadi memori yang jauh di sana – walaupun penderitaan itu senantiasa hadir dalam memori tersebut. Berkat ilahi akan begitu mentransformasikan kehidupan orang-orang sehingga mereka akan dipanggil dengan sebuah nama baru.

Nubuatan yang sama memperoleh suatu realisasi yang lebih besar melalui kematian dan kebangkitan Yesus. Melalui salib, relasi manusia dengan Allah dipulihkan. Relasi antara manusia satu sama lain juga dipulihkan dan dibuat baru. Renungkanlah apa yang ditulis oleh Santo Paulus: “Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”  (2Kor 5:17). Dosa telah merampas dari diri kita warisan yang telah dijanjikan, namun melalui Kristus kita mempunyai pengharapan menjadi Yerusalem yang baru (lihat Why 3:12). Oleh kuasa Roh Kudus kita dibuat menjadi batu penjuru yan dibangun menjadi sebuah rumah spiritual yang baru – Gereja – yang dari hari ke hari diberi makan dengan sabda-Nya dan sakramen-Nya, dan digerakkan oleh Roh Kudus-Nya untuk saling mengasihi (1Ptr 2:4-5).

Kata-kata yang diucapkan sang nabi akan menerima kepenuhannya yang lengkap pada saat Yesus datang kembali pada akhir zaman. Apa yang sekarang kita miliki oleh iman sebagai Gereja peziarah hanyalah “icip-icip” pendahuluan dari kemuliaan yang akan datang, pada saat mana kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya (1Yoh 3:2) dan semua kejahatan dan penderitaan pun dihancurkan. Di sana, dalam kepenuhan kehadiran Allah, kita semua akan dikumpulkan sebagai “Gereja berjaya” yang terus-menerus memuliakan Bapa surgawi selagi kita terus-menerus dipenuhi dengan kasih-Nya.

Pesan restorasi/pemulihan yang diberikan sejak zaman dahulu tetap sama, bahkan sampai pada hari ini juga: Ke luar dari kesengsaraan dan desolasi, selagi kita berbalik kepada Allah, Dia pun membuat segalanya baru.

Saudari dan Saudaraku yang dikasihi Kristus, marilah kita melanjutkan penyerahan diri kita bagi karya Allah dalam hidup kita tanpa pernah kehilangan pengharapan, karena semakin kita merangkul Allah, semakin banyak pula kita mengalami janji-janji-Nya. Marilah kita terus saling mendoakan satu sama lain, dan menyimpan sabda-Nya sebagai sesuatu yang sangat berharga di hati kita. Di samping itu kita pun harus senantiasa menerima sakramen-sakramen-Nya dengan hati yang penuh syukur selagi kita memandang ke depan untuk realisasi penuh dari janji-janji-Nya yang besar.

DOA: Bapa surgawi, Engkau adalah Sang Pencipta. Engkau memberikan dunia suatu hidup baru melalui sakramen-sakramen-Mu, Semoga kami, Gereja-Mu, bertumbuh dalam hidup-Mu dan terus menerima pertolongan-Mu di muka bumi ini. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 4:43-54), bacalah tulisan yang berjudul “BUKALAH MATA, TELINGA, DAN HATI KITA” (bacaan tanggal 16-3-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-03 BACAAN HARIAN MARET 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 31-3-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 11 Maret 2015

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS