TERANG YANG DAPAT MENGHALAU BERBAGAI KEGELAPAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Prapaskah – Rabu, 11 Maret 2015) 

KHOTBAH DI BUKIT - 501“Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu huruf kecil atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat,  sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia dkan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkannya, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga. (Mat 5:17-19) 

Bacaan Pertama Ul 4:1,5-9; Mazmur Tanggapan: Mzm 147:12-13,15-16,19-20 

Bacaan Injil hari ini (3 ayat) adalah sebagian kecil dari pengajaran-pengajaran Yesus yang dikenal sebagai “Khotbah di Bukit”, yang indah dan penuh kuasa. Ini adalah kata-kata yang digunakan oleh Yesus selagi Dia mengajar para murid-Nya di sebuah bukit.

Pada hari ini, selagi kita membaca dan merenungkan sabda-Nya, Yesus masih memberi pengajaran yang sama. Tidak berubah! Oleh karena itu baiklah bagi kita untuk mengingatkan diri kita sendiri bahwa keempat Injil bukanlah sekadar untuk mengingat-ingat peristiwa-peristiwa yang terjadi dengan Yesus di masa lampau, juga bukan hanya untuk mengingat-ingat apa yang telah disabdakan oleh-Nya sekitar dua ribu tahun lalu.

Sesungguhnya Yesus masih hadir dalam kitab-kitab Injil, dalam sabda-Nya, dalam suatu cara yang sangat unik. Selagi kita membaca sepotong bacaan dari Injil, kita menjadi sadar akan cara istimewa Yesus datang kepada kita pada hari ini. Kadang-kadang Ia datang sebagai Penyembuh, kadang-kadang sebagai Sahabat atau Penghibur, kadang-kadang Ia datang sebagai Guru.

Pada hari ini Yesus datang kepada kita untuk menyediakan sedikit waktu dengan kita sebagai Guru. Dia membawa kepada kita satu dari pengajaran-pengajaran-Nya yang diberikan-Nya dalam “Khotbah di Bukit”. Dan Ia mengajar kita dengan otoritas yang sama dan kehadiran ilahi-Nya yang sama pula seperti pada saat “Khotbah di Bukit”

MEMBACA KITAB SUCIYesus bersabda kepada kita, “Kamu adalah terang dunia” (Mat 5:14). Kita memang memiliki terang iman. Kita memiliki terang yang dapat menghalau kegelapan, kegelapan di mana seseorang tidak dapat melihat lebih jauh dalam kehidupan daripada sekadar kenikmatan-kenikmatan dan kenyamanan-kenyamanan hari ini. Kita memiliki terang yang dapat mengusir kegelapan dari kesedihan dan rasa putus-asa yang berakar pada keberadaan kita yang tidak mampu untuk melihat Tangan Allah, Kehendak Allah, dalam keadaan sakit, dalam kematian seseorang yang kita kasihi. Kita mempunyai terang yang dapat menghalau kegelapan dari kepahitan, penolakan, ketiadaaan pengampunan. Terang iman dapat menerangi pikiran kita dengan arti/makna, dengan sukacita di tengah kesedihan, dengan pengampunan walaupun ketika kita disakiti.

Namun terang tersebut haruslah lebih daripada sekadar terang pengetahuan melalui iman. Terang itu harus merupakan terang yang menyala dalam gaya hidup kita sehari-hari, terang itu harus memancar dalam kasih kita, dalam pekerjaan-pekerjaan baik kita, dalam semangat kerasulan kita, dalam cara tindakan-tindakan kita lewat contoh yang menarik orang-orang menjadi lebih dekat kepada Allah.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau telah berbicara kepada kami pada hari ini, dan juga karena Engkau menjanjikan Kerajaan Allah bagi kami apabila kami mendengarkan pesan-pesan-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 5:17-19), bacalah tulisan yang berjudul “KRISTUS ADALAH IMAM BESAR AGUNG PERJANJIAN BARU” (bacaan tanggal 11-3-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-03 BACAAN HARIAN MARET 2015. 

Bacalah juga tulisan yang berjudul “YESUS DATANG BUKAN UNTUK MENIADAKAN HUKUM TAURAT” (bacaan tangggal 6-3-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Ul 4:1,5-9), bacalah tulisan yang berjudul “HUKUM ITU DITULIS PADA HATI KITA” (bacaan tanggal 26-3-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 26-3-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 8 Maret 2015 [HARI MINGGU PRAPASKAH III] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS