MEMBUKA HATI KITA BAGI PENGARUH KASIH ILAHI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Prapaskah – Senin, 17 Maret 2014) 

stdas0730“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu murah hati.”

“Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang diguncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam pangkuanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”  (Luk 6:36-38) 

Bacaan Pertama: Dan 9:4b-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 79:8,9,11,13 

Para pengikut Yesus mengetahui arti dari ketegangan hidup dalam teritori yang diduduki bangsa lain. Serdadu-serdadu dan para pemungut cukai dari Herodes Antipas yang mewakili penguasa Roma, sungguh bersikap dan berperilaku opresif terhadap bangsa Yahudi. Sebagai akibatnya, ketika Yesus berbicara dengan umat Yahudi mengenai mengasihi musuh-musuh (Luk 6:27), Dia tahu benar bahwa hal itu kedengaran “absurd” di telinga mereka, …… bertentangan dengan setiap kecenderungan alamiah/natural mereka.

Sesungguhnya Yesus memanggil para pengikut-Nya untuk menjadi “supernatural”, untuk menjadi “anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang yang jahat” (Luk 6:35). Yesus memanggil mereka untuk ikut ambil bagian dalam kasih Bapa kepada orang-orang lain juga yang diciptakan oleh Bapa. Kasih ini tidak muncul dari rasa kagum terhadap dia yang dikasihi. Musuh kita barangkali saja bukan tipe yang pantas untuk kita kagumi. Hal ini juga tidak berarti kita menyetujui pelecehan yang dilakukan oleh musuh. Kasih Allah menjangkau orang-orang yang berperilaku tidak pantas, bahkan menjangkau juga para pendosa, termasuk pada saat-saat mereka sedang terlibat dalam dosa. Kasih Allah mengungkapkan hasrat penuh bela rasa-Nya terhadap kebaikan seorang pribadi, siapa pun pribadi itu.

Untuk mengasihi secara begini kita dituntut untuk mengesampingkan tanggapan-tanggapan alamiah kita dan membuka hati kita bagi pengaruh kasih ilahi. Yesus mengajar kita untuk mengasihi musuh-musuh kita dan berbuat baik kepada mereka” (Luk 6:35). Pada gilirannya hal ini mensyaratkan adanya kerendahan-hati dan pengosongan diri kita untuk menjadi serupa dengan Yesus yang dengan kelemah-lembutan sejati, menerima cemoohan dan olok-olok dari orang-orang yang menganiaya-Nya, dengan martabat-Nya sebagai Putera Bapa surgawi, memohon kepada-Nya untuk mengampuni mereka (lihat Luk 23:34).

Walaupun kebanyakan dari kita tidak hidup di teritori yang diduduki oleh musuh, kapan saja kita dapat berada dalam situasi konflik dengan rekan-kerja kita, tetangga-tetangga kita, bahkan dengan para anggota keluarga kita sendiri. Selagi kita menggantungkan diri kita sepenuhnya kepada Yesus, maka Dia pun akan “memasok” kita dengan rahmat kasih yang sangat kita perlukan, yang akan memampukan kita untuk melakukan hal-hal yang baik atau melayani orang-orang lain tanpa pamrih.

DOA: Bapa surgawi, aku memuji Engkau karena telah mensyeringkan kasih-Mu yang sempurna dengan diriku melalui Putera-Mu terkasih, Yesus Kristus. Aku berterima kasih penuh syukur kepada-Mu untuk setiap kesempatan yang Kauberikan dalam kehidupanku untuk mempraktekkan kerendahan-hati. Semoga roh ketaatanku  senantiasa memuliakan nama-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Dan 9:4b-10), bacalah tulisan yang berjudul “MARILAH KITA MENCONTOH DANIEL DALAM BERDOA” (bacaan tanggal 2-3-15) dalam situs/blog  SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-03 BACAAN HARIAN MARET 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Dan 9:4b-10) bacalah tulisan yang berjudul “DOA DANIEL” (bacaan tanggal 21-3-11) dalam situs/blog SANG SABDA. Bacalah juga tulisan yang berjudul “MENELADAN HIKMAT DAN KERENDAHAN-HATI DANIEL” (bacaan tanggal 17-3-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 17-3-14 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 26 Februari 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements