MASA UNTUK MEMILIH ANTARA KEHIDUPAN DAN KEMATIAN

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Kamis sesudah Rabu Abu – 19 Februari 2015) 

featured-pgp-1-moses-vision-brickeyIngatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN (YHWH), Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh YHWH, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya. Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya. Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi YHWH, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan YHWH dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.” (Ul 30:15-20) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 1:1-4,6; Bacaan Injil: Luk 9:22-25

Masa Prapaskah berkembang dalam Gereja awal terutama sebagai suatu cara untuk menolong orang-orang yang baru bergabung ke dalam Gereja menyiapkan diri mereka untuk baptisan. Apabila kita memikirkan tentang pembaptisan, maka kita berpikir tentang air dan hidup yang diperbaharui. Dalam bahasa Inggris, masa Prapaskah disebut “Lent” yang berasal dari sepatah kata bahasa Anglo-Saxon, “lencten”, yang berarti “musim semi”. Kata Inggris “lengthen” (memperpanjang) memang biasanya terjadi dalam musim semi: Siang hari menjadi lebih panjang, sinar matahari menghangatkan bumi dan tanda-tanda baru kehidupan bermunculan.

Namun apabila kita melihat apa yang ada dalam gereja dalam musim Prapaskah ini, maka kemungkinan besar kita melihat simbol-simbol kekosongan dan bahkan kematian ketimbang air yang mengalir dan ladang yang hijau, dan kuntum-kuntum bunga yang mulai bermekaran. Untuk empat puluh hari lamanya kita menahan diri sebelum melakukan dekorasi meriah Paskah guna mengingat penderitaan sengsara dan kematian Yesus demi menyelamatkan kita. Itulah sebabnya mengapa ketika kita menerima abu yang dioleskan pada dahi kita pada hari Rabu Abu kemarin, kepada kita diingatkan tentang mortalitas kita dan bahwa kita membutuhkan pertobatan.

Mother Teresa of CalcutaMasa Prapaskah adalah suatu masa untuk membuat keputusan, suatu masa untuk memilih antara kehidupan dan kematian. Dalam bacaan pertama hari ini, Musa mendorong orang-orang Israel untuk meninggalkan kematian dan memilih kehidupan sebagai gantinya. Yesus juga memberi undangan yang sama. Seekor ulat bulu harus tetap terbungkus dalam sebuah kepompong sebelum berjuang untuk muncul sebagai seekor kupu-kupu yang indah. Demikian pula kita harus “membungkus” diri kita dalam doa, puasa dan pemberian sedekah, melawan godaan serta berpegang teguh pada janji-janji Yesus tentang kehidupan. Dengan demikian kita pun akan ditransformasikan secara lebih penuh menjadi gambar dan rupa Kristus yang bangkit.

Yesus pernah berkata kepada para murid-Nya: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah” (Yoh 12:24). Bukankah ini seperti Allah sendiri yang menarik keluar kehidupan dari kematian? Pada masa Prapaskah, Yesus juga ingin menarik keluar kehidupan dari kematian dalam diri kita, membebaskan kita dari gaya hidup kita yang penuh dosa, sehingga dengan demikian kita dapat menerima lebih banyak lagi hidup-ilahi-Nya. Oleh karena itu, marilah kita berbalik kepada-Nya, bahkan jika kita memulainya dengan langkah-langkah kecil. Selagi kita melakukannya, kita akan menemukan diri kita dalam suatu musim semi yang baru, di mana air-hidup-Nya mengalir dengan bebas. Yesus sendiri akan membawa diri kita dari kematian menuju kepenuhan hidup-Nya.

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu untuk kematian dan kebangkitan-Mu. Aku ingin memperbaharui komitmen baptisanku untuk menolak kejahatan (si Jahat) dan mengikut Engkau. Dalam masa Prapaskah ini, bawalah aku dari kegelapan musim dingin ke dalam kehangatan dan terang kehidupan-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 9:22-25), bacalah tulisan yang berjudul “SALIB ADALAH JALAN KASIH YANG SEMPURNA” (bacaan tanggal 19-2-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 6-3-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak,  9 Februari 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements