MOHONLAH AGAR KITA DAPAT MEMAHAMI YESUS DAN KARYA-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa VI – Selasa, 17 Februari 2015) 

stdas0078Murid-murid Yesus lupa membawa roti, kecuali satu roti saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.”  Mereka pun memperbincangkan di antara mereka bahwa mereka tidak mempunyai roti. Ketika Yesus mengetahui hal itu, Ia berkata, “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu paham dan mengerti? Belum pekakah hatimu? Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?”  Jawab mereka, “Dua belas bakul.”  “Pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?”  Jawab mereka, “Tujuh bakul.”  Lalu kata-Nya kepada mereka, “Belum mengertikah kamu?”  (Mrk 8:14-21) 

Bacaan Pertama: Kej 6:5-8,7:1-5,10; Mazmur Tanggapan: Mzm 29:1-4,9-10 

Para murid Yesus terus saja tidak mampu memahami apa yang Yesus coba ajarkan kepada mereka selama Dia berkhotbah mewartakan Kerajaan Allah dan membuat mukjizat-mukjizat di Galilea dan Dekapolis (lihat Mrk 6:6-8:21). Yesus telah melipatgandakan roti dan ikan, berjalan di atas air, menyembuhkan orang sakit di Genesaret dan puteri dari perempuan Siro-Fenisia dan menyembuhkan seorang yang tuli. Walaupun Yesus telah melakukan semua yang merupakan tanda-tanda indah dari kuasa Allah itu, – seperti juga orang-orang Farisi yang meminta suatu tanda dari surga (lihat Mrk 8:11) – para murid-Nya tetap saja tidak mengerti.

Yesus sungguh merasa risau karena ketidakpercayaan yang ditunjukkan oleh siapa saja yang dijumpainya. Oleh karena itu Dia mengajak para murid-Nya untuk pergi ke tempat yang terletak di seberang danau. Di tengah perjalanan – dalam perahu – Yesus memperingatkan para murid-Nya agar jangan sampai seperti orang Farisi yang meminta suatu tanda dari surga, walaupun bukti kehadiran Allah dan kuasa-Nya ada di tengah-tengah mereka. Yesus memperingatkan mereka agar berjaga-jaga dan waspada terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes (lihat Mrk 8:15). Seperti digunakan di sini, ragi melambangkan sesuatu yang memiliki kuasa merusak dari dalam yang kuat; sesuatu pengaruh jahat yang dapat menyebar seperti suatu infeksi dan merusak seluruh tubuh.

Jesus_034Yesus memperingatkan para murid-Nya agar tidak memperkenankan ketidakpahaman mereka mengeras menjadi suatu sikap sinis dan ketidakpercayaan seperti yang terjadi dengan orang Farisi dan para pemuka agama Yahudi lainnya. Untuk ini Yesus menegur dengan keras: “Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar?” (Mrk 8:18). Dengan melakukan hal ini Yesus menggemakan pesan pertobatan yang beratus-ratus tahun sebelumnya dikumandangkan oleh nabi Yesaya: “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh” (Yes 6:9-10). Pertanyaan yang terakhir kali diajukan oleh-Nya: “Belum mengertikah kamu?” (Mrk 8:21).

Cerita tentang relasi Yesus dengan para murid-Nya ini menantang kita untuk melakukan evaluasi atas pemahaman kita tentang karya Allah dalam kehidupan kita serta di dalam dunia. Terlalu sering kita seperti orang Farisi dan para murid dan luput merasakan adanya kepenuhan hidup Allah di tengah-tengah kita. Kita dapat saja memperkenankan ketidakpahaman membuat kita menjadi bersikap sinis dan tidak percaya Oleh karena itu, baiklah kita mohon kepada Roh Kudus – Dia yang diutus untuk menyatakan Yesus kepada kita semua – untuk membuat kehidupan Yesus suatu realitas hidup bagi kita.

DOA: Datanglah, ya Roh Kudus. Anugerahkanlah kepada kami karunia untuk memahami siapa diri-Mu dan apa makna ajaran-ajaran-Mu. Bukalah mata kami agar kami mampu melihat; bukalah telinga kami agar kami dapat mendengar; bukalah hati kami agar kami dapat percaya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 8:14-21), bacalah tulisan yang berjudul “RAGI ROH KUDUS YANG MENTRANSFORMASIKAN HIDUP KITA” (bacaan tanggal 17-2-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 15-2-11 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 8 Februari 2015 [HARI MINGGU BIASA V] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements