BERISTIRAHAT SEJENAK

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa IV – Sabtu, 7 Februari 2015)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan S. Koleta dr Corbie, Biarawati Klaris 

KHOTBAH DI BUKIT - 501Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Mari kita menyendiri ke tempat yang terpencil, dan beristirahat sejenak!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Lalu berangkatlah mereka dengan perahu menyendiri ke tempat yang terpencil. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat bergegas-gegaslah orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Ketika mendarat, Yesus melihat orang banyak berkerumun, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. (Mrk 6:30-34) 

Bacaan Pertama: Ibr 13:15-17,20-21; Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-6

Yesus telah mengutus para murid-Nya yang dua belas orang itu (para rasul) untuk berkhotbah/mengajar, menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat. (Mrk 6:7-13). Pada waktu mereka datang kembali, Yesus mengatakan kepada mereka: “Mari kita menyendiri ke tempat yang terpencil, dan beristirahat sejenak!” (Mrk 6:31). Yesus menyadari adanya kebutuhan para murid-Nya untuk pulih kembali dari rasa lelah karena melakukan misi mereka secara terus-menerus. Namun kata “beristirahat” dalam artian biblis mempunyai konotasi-konotasi spiritual yang lebih mendalam. Sejak awalnya, orang-orang Israel diwajibkan untuk menguduskan hari Sabat (Kel 20:8) guna mengingatkan orang-orang akan pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir (Ul 5:12-15) dan untuk berpartisipasi dalam istirahat sang Pencipta. Mampu untuk beristirahat adalah suatu tanda kebebasan. Menurut tradisi Imam (priestly tradition), orang yang mematuhi “istirahat” Sabat, sebenarnya meniru/mencontoh Allah, yang setelah menciptakan surga dan bumi, beristirahat pada hari ketujuh (Kel 31:17; Kej 2:2-3).

GEMBALA YANG BAIK - 15Beristirahat adalah menyatakan imaji Allah yang ada dalam diri kita; hal ini tidak hanya membuat kita bebas, melainkan membuat kita menjadi anak-anak Allah. Istirahat Allah bukanlah sekadar berhenti bekerja, melainkan membalikkan energi seseorang kepada pujian penuh sukacita bagi sang Pencipta dan Penebus. Pada zaman Yesus, Kerajaan Allah mengacu pada peragaan Allah sebagai penguasa pada akhir sejarah dan diakuinya hal itu oleh segenap ciptaan. Markus berpendapat bahwa siapa saja yang hendak memahami Kerajaan Allah harus melihat Yesus – sang Penyembuh, sang Guru, sang Tersalib dan Ia yang telah bangkit dari antara orang mati. Yesus mencapai apa yang dilambangkan oleh  hari Sabat sebelumnya, yaitu surga, supaya mereka yang mati dalam Tuhan boleh beristirahat dari jerih lelah mereka (Why 14:13).

Yesus melihat orang banyak menanti-nantikan-Nya dan Ia memiliki belarasa. Mereka seperti domba-domba tanpa gembala (Mrk 6:34). Yesus – sang Gembala Baik – ingin agar kita beristirahat setelah melakukan pekerjaan-Nya. Agar kita dapat melanjutkan pekerjaan-Nya, maka kita perlu ditopang dan diberi “makanan” (dalam artiannya yang luas). Istirahat Allah adalah istirahat untuk tubuh, pikiran dan roh. Ini adalah istirahat yang memampukan kita untuk melanjutkan karya pelayanan sebagai murid-murid-Nya seturut panggilan-Nya.

Selagi kita mengkontemplasikan apa artinya beristirahat dalam Tuhan, marilah kita merenungkan nas-nas dari Mazmur 23, dan kita memakai nas-nas itu sebagai doa kita.

DOA: TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. …… Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa (Mzm 23:1-3, 6). Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 6:30-34), bacalah tulisan dengan judul “WAKTU BERSAMA YESUS” (bacaan tanggal 7-2-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 8-2-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 2 Februari 2015 [Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements