MENGALAMI YESUS KRISTUS DALAM PERAYAAN EKARISTI

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA IV [Tahun B] – 1 Februari 2015) 

DI SINAGOGA DI NAZARETYesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat mereka, ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Apakah Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”  Tetapi Yesus membentaknya, “Diam, keluarlah dari dia!”  Roh jahat itu mengguncang-guncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring roh itu keluar dari dia. Mereka semua  takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya, “Apa ini? Suatu ajaran baru disertai dengan kuasa! Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka taat kepada-Nya!”  Lalu segera tersebarlah kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea. (Mrk 1:21-28) 

Bacaan Pertama: Ul 18:15-20; Mazmur Tanggapan: Mzm 95:1-2,6-9; Bacaan Kedua: 1 Kor 7:32-35 

“Ritme” atau katakanlah derap-langkah bab I Injil Markus (terdiri dari 45 ayat) terasa sangat cepat, dinamis dan penuh energi, seakan-akan ada urgency untuk bergerak cepat dari episode yang satu ke episode berikutnya. Ada ahli yang mengatakan, bahwa sebenarnya Injil Markus ini adalah “Injil Petrus”. Kitab Injil tertua ini [sekitar tahun 65] sama sekali tidak memuat kisah Natal yang indah; pembaptisan Yesus pun hanya dikisahkan dalam tiga ayat saja (Mrk 1:9-11); dan langsung setelah itu Yesus terjun ke lapangan untuk melaksanakan misi-Nya. Tidak pernah timbul perasaan bahwa Injil ini ditulis secara bertele-tele. Jesus is a Man of Mission, demikianlah kiranya keyakinan Markus! Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun …… Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia …… Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar …… (lihat Mrk 1:12,18,21). Mengapa terasa tergesa-gesa? Misi yang besar dan agung seperti misi yang diemban Yesus harus dilakukan “lebih cepat, lebih baik”, bukankah begitu? Karya Evangelisasi adalah suatu urgency, bukan?

Karya pewartaan Kabar Baik Yesus yang lamanya sekitar tiga tahun itu disajikan hanya dalam 16 (enam belas) bab saja. Bab I diakhiri dengan cerita seorang yang telah disembuhkan oleh Yesus dari penyakit kustanya, tetapi dia (mungkin dengan maksud baik) melanggar perintah keras dari Dia: “Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa  itu serta menyebarkannya ke mana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang terpencil; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru” (Mrk 1:45). Bagian akhir bacaan Injil hari ini (Mrk 1:27-28), ayat terakhir bab I seperti telah diuraikan di atas dan di bagian-bagian lain bab I jelas menunjukkan entusiasme dan rasa takjub seiring dengan penyebar-luasan Kabar Baik yang berlangsung dengan cepat itu. Yesus senantiasa diiringi oleh orang banyak yang penuh gairah. Sekarang, apakah kita juga merasa takjub dan bergairah disebabkan oleh kehadiran Yesus di tengah-tengah kita (Mrk 1:22-27)?

KOMUNI KUDUS - 111Manakala kita merayakan Ekaristi, Yesus sungguh hadir di tengah-tengah kita. Setiap hari Minggu – bahkan setiap hari –  sesuatu terjadi dalam Perayaan Ekaristi yang kira-kira sama menakjubkannya dengan berbagai peristiwa yang terjadi di Kapernaum, entah pada waktu kita mendengarkan sabda Tuhan Allah dalam berbagai bacaan liturgi hari itu, entah pada waktu kita berada di tengah berlangsungnya “Doa Syukur Agung”, entah pada waktu kita bersama-sama menyanyikan doa Bapa Kami dlsb. Keadaannya mungkin saja berbeda, sarana yang tersedia juga mungkin sekali telah banyak berubah, namun Yesus tetap ingin melayani kita dengan kuat-kuasa sama seperti yang telah ditunjukkan-Nya pada awal misi pelayanan-Nya. Ingatlah bahwa “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibr 13:8).

Bayangkanlah apa yang dapat terjadi selagi kita mengangkat ekspektasi-ekspektasi selama perayaan Ekaristi. Kasih Allah yang turun dari surga dapat membakar hati kita sehingga berkobar-kobar. Mata-hati kita dapat terbuka bagi kekayaan warisan kita dalam Kristus. Rasa takut dapat digantikan oleh hasrat dan kemampuan yang lebih besar bagi kita untuk mensyeringkan Kabar Baik Yesus Kristus kepada orang-orang lain. Kita juga dapat digerakkan untuk bertobat dari kehidupan sebelumnya yang senantiasa mengalah kepada godaan-godaan yang menghalangi kita untuk mengalami kehadiran Allah. Persekutuan dengan para saudari dan saudara kita, bela rasa terhadap “wong cilik”, suatu  hasrat untuk melayani orang-orang lain dan berbagi dengan mereka – ini semua hanyalah beberapa dari berbagai karunia/anugerah yang Yesus sedang nanti-nantikan untuk diberikan kepada kita dalam Perayaan Ekaristi. Walaupun kehidupan kita yang penuh kesibukan itu mengalami ups and down, kita tetap dapat dipenuhi dengan sukacita dan ekspektasi, karena mengetahui bahwa “Kerajaan Allah sudah dekat” (Mrk 1:15).

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu untuk karya penyelamatan yang telah Engkau lakukan dan terus lakukan di tengah kami semua. Oleh Roh Kudus-Mu, bukalah hati kami agar mampu merangkul kuat-kuasa dan kehadiran-Mu dalam Perayaan Ekaristi pada hari ini. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:21-28), bacalah tulisan dengan judul “SEBUAH KEJUTAN DI KAPERNAUM” (bacaan untuk tanggal 1-2-15), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; 15-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 29-1-12 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 27 Januari 2015 [Hari Raya S. Angela Merici] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS           

Advertisements