HANYA DARAH YESUS LAH YANG MAMPU MEMBERSIHKAN KITA

 (Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan S. Fransiskus dr Sales, Uskup & Pujangga Gereja – Sabtu, 24 Januari 2015)

HARI KETUJUH PEKAN DOA SEDUNIA 

IMAM BESAR AGUNG -1Sebab suatu kemah dipersiapkan, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki pelita dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat kudus. Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat mahakudus.

Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia – artinya yang tidak termasuk ciptaan ini – dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah kambing jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. Sebab, jika darah kambing jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, terlebih lagi darah Kristus, yang melalui Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tidak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. (Ibr 9:2-3,11-14) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 47:2-3,6-7,8-9; Bacaan Injil: Mrk 3:20-21

Pada inti terdalam (atau jantung) dari Perjanjian Baru terletaklah kebenaran ini: Kematian Yesus di kayu salib mengalahkan dosa, sekali dan selamanya. Hati nurani kita – pengungkapan terdalam tentang siapa diri kita sebenarnya – sekarang dapat dibersihkan oleh pengorbanan Yesus yang sempurna dan kekal. Tidak hanya sejumlah dosa saja, melainkan semua dosa dihapuskan. Tidak saja hati nurani kita dibuat lega, melainkan juga sungguh dibersihkan. Ini adalah kebenaran sangat penting, yang harus kita sungguh pahami dan percayai.

Perjanjian Lama memberikan peraturan-peraturan yang bertujuan untuk membuat lega hati nurani orang-orang, namun tidak mempunyai kuasa untuk masuk ke dalam hati manusia dan mengubahnya. Hal ini sama benarnya bahkan sampai hari ini. Kalau kita menepati segala peraturan keagamaan dengan begitu teliti sampai sedetil-detilnya, maka perbuatan kita itu dapat saja membuat diri kita benar secara legal (=dilihat dari sudut peraturan/hukum) dan secara lahiriah kelihatan baik. Namun sesungguhnya kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (lihat Kej 1:26), untuk dipenuhi-Nya dengan hidup dan kasih ilahi. Ini adalah sesuatu yang tidak pernah dapat dicapai oleh peraturan-peraturan dan upacara-upacara (lihat Ibr 7:18-19). Sekadar mengikuti peraturan-peraturan tidak dapat menghancurkan berbagai rasa iri-cemburu, kemarahan, rasa malu, atau ketamakan yang sudah kuat-berakar dalam hati manusia. Ketaatan/kepatuhan pada berbagai peraturan juga tidak dapat memurnikan hati nurani kita dari noda-noda dan rasa bersalah yang sudah begitu mendalam menghantui diri kita.

stdas0748Hanya darah Yesus sajalah yang dapat memurnikan diri secara mendalam. Sampai berapa dalam darah Yesus dapat menyerap? Sangat dalam, “sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum” (lihat Ibr 4:12). Darah Yesus menyirami diri kita secara lengkap. Darah Yesus mempunyai kuasa mengarahkan kembali hati dan pikiran kita. Kebiasaan dosa yang terus-menerus dapat dipotong/dipatahkan, dan diganti dengan cara hidup baru yang dipenuhi damai-sejahtera. Rasa bersalah yang sudah sangat lama – catatan-catatan berbagai dosa kita yang masih suka muncul dalam pikiran kita – dihapus bersih oleh darah Yesus sehingga kita dapat hidup dalam kebebasan. Sumur-sumur kepedihan sudah dikeringkan dan diisi-ulang dengan sukacita.

Hal yang baru diuraikan di atas bukanlah sekadar sesuatu yang kita harapkan. Hal itu adalah realitas. Kalau kita belum mempunyainya, maka kita harus memintanya. Kita harus datang menghadap Yesus dan mohon agar darah-Nya dapat membersihkan kita. Tanpa dihantui rasa takut kita akui kepada-Nya apa saya yang kita butuhkan. Karena kebutuhan-kebutuhan kita lah – dan Dia tahu setiap kebutuhan kita – maka Yesus mencurahkan darah-Nya dari atas kayu salib. Oleh karena itu sungguh layak dan pantas apabila kita menyerahkan hati kita masing-masing kepada Yesus. Pengorbanan diri-Nya sendiri mempunyai kuasa untuk memurnikan bagian-bagian hati kita yang terdalam sekali pun.

DOA: Tuhan Yesus, kami berterima kasih penuh syukur kepada-Mu karena Engkau rela mati untuk kami. Kami sungguh berterima kasih karena Engkau telah mencurahkan darah-Mu ke atas diri kami, sehingga kami dapat menyenangkan hati-Mu dan telah dibebaskan untuk menerima cintakasih-Mu yang lemah-lembut. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Tuhan. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 3:20-21), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS ADALAH SEORANG TANDA LAWAN” (bacaan untuk tanggal 24-1-15), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; 15-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 22-1-11 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 16 Januari 2015 [Peringatan S. Berardus, Imam dkk., Martir-martir pertama Fransiskan] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements