MURID-MURID YESUS DAN HAL IKHWAL BERPUASA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa II – Senin, 19 Januari 2015)

HARI KEDUA PEKAN DOA SEDUNIA 

stdas0730Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus, “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sementara mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. Demikian juga tidak seorang pun menuang anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”  (Mrk 2:18-22) 

Bacaan Pertama: Ibr 5:1-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 110:1-4 

Hari “puasa besar” dalam liturgi agama Yahudi adalah “Hari Raya Pendamaian” (Inggris: Day of Atonement; A day of Solemn Rest; Ibrani: Yom Kipur). Bagi orang Yahudi, berpuasa pada hari itu merupakan suatu syarat untuk termasuk dalam atau tergolong sebagai umat Allah (Im 23:26-29). Orang-orang Yahudi juga berpuasa pada hari-hari lainnya karena devosi pribadi. Baik para murid Yohanes Pembaptis dan orang-orang Farisi berpuasa (Mrk 2:18), malah ada juga sebagian dari orang Farisi berpuasa dua kali seminggu. Orang-orang menjadi penasaran mengapa murid-murid Yesus tidak mengikuti contoh orang-orang Farisi.

Yesus menanggapi pertanyaan orang-orang itu dengan mengibaratkan para murid-Nya sebagai para sahabat mempelai laki-laki dalam sebuah pesta pernikahan. Dengan mengidentifikasikan diri-Nya sebagai sebagai sang mempelai laki-laki, maka Yesus sebenarnya mengidentifikasikan diri-Nya dengan seorang tokoh mesianis dan mengindikasikan bahwa dalam Dia Allah ada bersama dengan mereka, yaitu para murid-Nya. Kehadiran sang mempelai laki-laki merupakan penyebab bagi mereka untuk bersukacita. Yohanes datang untuk menyerukan pertobatan sehubungan dengan penghakiman yang akan datang. Puasa yang dilakukan oleh para murid Yohanes menunjukkan antisipasi yang diungkapkan dalam simbol-simbol rasa sedih dan pertobatan. “Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka” (Mrk 2:20). Ini merupakan alegoria dari kematian Yesus, pada saat mana para murid-Nya akan berpuasa sebagai suatu tanda berkabung sampai saat Ia datang kembali dalam kemuliaan.

KANTONG ANGGUR YANG BARUPerumpamaan tentang “kain baru dan baju tua” serta “anggur baru dan kantong kulit tua” menggambarkan hubungan yang ada antara segala sesuatu yang diberikan oleh Allah guna mempersiapkan orang-orang akan kedatangan Yesus sebagai Mesias dan “orde baru” yang didirikan dengan kedatangan-Nya. Dalam Yesus, “orde baru” itu telah datang. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh orang-orang itu kepada Yesus mencerminkan ketegangan spiritual yang ada antara “yang lama” dan “yang baru”. Yesus menggunakan perumpamaan dengan menggunakan kain dan anggur sebagai sebagai gambaran. Yesus mengajarkan bahwa kegunaan “yang lama” janganlah sampai dirusak oleh “yang baru”, sehingga dua-duanya terbuang. Mengikutsertakan “yang lama” dan “yang baru” harus dilakukan sedemikian rupa sehingga menjaga hal apa saja yang baik dari “yang lama” dan tidak kehilangan kebaikan dari “yang baru”.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau adalah mempelai laki-laki yang telah menghantar kami untuk sampai ke dalam Kerajaan Allah, dan dalam Engkau, Allah ada bersama dengan kami. Semoga Roh Kudus-Mu mengajar kami untuk menghargai segala sesuatu yang baik, lama maupun baru, sehingga dengan demikian kami tidak menolak apa pun yang diberikan guna memajukan Kerajaan Allah di atas bumi dan kami pun dapat sepenuhnya merangkul hidup baru yang Kauberikan kepada kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Ibr 5:1-10), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS SEBAGAI IMAM BESAR AGUNG” (bacaan tanggal 19-1-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 20-1-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 15 Januari 2015

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements