KEMENANGAN YANG MENGALAHKAN DUNIA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan – Kamis, 8 Januari 2015)

Saint John-420x429Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seseorang berkata, “Aku mengasihi Allah,” tetapi ia membenci saudara seimannya, maka ia adalah pendusta, karena siapa yang tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya. Inilah perintah yang kita terima dari Dia: Siapa yang mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudara seimannya.

Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir Allah. Dengan inilah kita ketahui bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: Iman kita. (1Yoh 4:19-5:4) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 72:1-2,14-15,17; Bacaan Injil: Luk 4:14-22

“Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: Iman kita” (1Yoh 5:4).

Kemenangan macam apa yang kita butuhkan? Musuh macam apakah yang kita hadapi? Sementara dunia kadang-kadang mendorong atau menarik kita ke berbagai arah yang salah, dan sementara Iblis menggoda kita, maka pengaruh-pengaruh eksternal tidak akan mempengaruhi diri kita jika bukan karena disebabkan kecenderungan-kecenderungan batin kita untuk berdosa. Musuh kita yang paling besar ada di dalam diri kita sendiri. Kemenangan yang paling kita butuhkan adalah kemenangan atas egoisme kita, sikap dan perilaku yang mementingkan diri sendiri. Sementara kemenangan kita karena mengalahkan dosa-dosa kita tidak akan menjadi “berita terkini” atau breaking news,  kita sendiri tahu bagaimana “beratnya perjuangan” untuk berubah dalam bidang-bidang kehidupan kita di mana dosa selama ini telah berakar kuat.

Kabar baiknya adalah bahwa Allah menawarkan kepada kita kemenangan melalui Putera-Nya sendiri, yaitu Yesus. Yohanes memberikan suatu pemahaman pokok yang sangat elementer tentang bagaimana kita dapat mengalami kemenangan itu dalam hidup kita. Jika kita ingin mengenal dan mengalami kemenangan Yesus atas dosa, maka kita perlu percaya kepada-Nya. “Kemenangan yang mengalahkan dunia”, secara sederhana, adalah “iman kita” (1Yoh 5:4). Apakah anda ingin menjadi pemenang atas dosa? Apakah anda ingin dibebaskan dari dosa-dosa yang membuat anda tersandung setiap kali? Apakah anda ingin mampu untuk mengasihi tetangga, rekan kerja atau anggota keluarga yang sulit itu? Kuncinya adalah iman kepada Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita.

Ludovico_Mazzolino_-_God_the_FatherTindakan percaya menyangkut berpikir. Untuk percaya kepada Yesus berarti kita sampai kepada pemahaman akan Allah, dunia dan diri kita sendiri secara berbeda. Hal ini menyangkut pilihan-pilihan. Berpikirlah sejenak untuk mempertimbangkan input-input mental apa saja yang akan membentuk pemikiran kita pada hari ini. Apakah satu jam yang tersedia bagi anda akan digunakan untuk memirsa televisi atau membaca serta merenungkan sabda Allah dalam Kitab Suci? Apabila anda mempunyai saat senggang, apakah anda akan menggunakannya untuk berkhayal, atau untuk berjumpa dengan Yesus dalam doa anda? Apakah anda memperkenankan pikiranmu larut dalam kecemasan-kecemasan, atau anda membuat suatu tindakan yang menunjukkan bahwa anda menaruh rasa percayamu sepenuhnya ke dalam tangan-tangan pemeliharaan penuh kasih sayang dari Allah?

Apabila kita (anda dan saya) memakai waktu kita bersama Yesus dan membaca serta merenungkan sabda-Nya dalam Kitab Suci, maka hasilnya dapat mengejutkan kita. Selagi pikiran kita diisi dengan kebenaran-kebenaran iman, maka kita akan menjadi semakin sadar dan waspada akan kehadiran Roh Kudus. Kita pun akan semakin sadar akan pertempuran yang berlangsung antara roh dan daging di dalam diri kita sendiri. Kita juga akan lebih mampu untuk memilih mengikuti Roh Kudus. Singkatnya, hati kita akan diubah selagi pikiran kita mengalami transformasi (Rm 12:2).

DOA: Tuhan Yesus, penuhilah pikiranku dan transformasikanlah diriku. Aku menyembah Engkau dan memuji-Mu, karena Engkaulah kebenaran Allah sendiri. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini ( Luk 4:14-22a), bacalah tulisan yang berjudul “ROH KUDUS-LAH YANG MELAKUKAN HAL-HAL YANG MENANTANG DAN MENGEJUTKAN” (bacaan tanggal 8-1-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 9-1-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 3 Januari 2015 [Peringatan Nama Yesus Yang Tersuci]  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements