SEBUAH KONSEP YANG REVOLUSIONER

(Bacaan Kedua Misa Kudus, HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN – Minggu, 4 Januari 2015)

HARI ANAK MISIONER SEDUNIA 

Adoration-of-the-Magi

Memang kamu telah mendengar tentang penyelenggaraan anugerah Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, yaitu bagaimana rahasia itu diberitahukan kepadaku melalui wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.

…… yang  pada zaman orang-orang dahulu tidak diberitahukan kepada anak-anak manusia, tetapi sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. (Ef 3:2-3,5-6) 

Bacaan Pertama: Yes 60:1-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 72:1-2,7-8,10-13; Bacaan Injil: Mat 2:1-12 

ORANG MAJUS MENGIKUTI BINTANG TERANGHari ini adalah Hari Raya Penampakan Tuhan atau Hari Raya Epifani. Epifani berasal dari kata Yunani yang berarti “manifestasi”. Apakah yang dimanifestasikan atau dibuat jelas kepada orang-orang majus yang datang dari Timur guna menyembah Mesias Yahudi (Mat 2:1-2)? Mereka tahu bahwa bagaimana pun juga mereka termasuk dalam janji tentang Dia yang lahir sebagai raja orang Yahudi (Mat 2:2). Orang-orang majus ini bukan orang Yahudi (baca: kafir). Mereka adalah pemenuhan pertama dari apa yang diproklamasikan dalam surat Paulus kepada jemaat di Efesus: Dengan kedatangan Yesus, Mesias orang Yahudi, Allah membawa orang-orang non- Yahudi sebagai bagian dari umat-Nya (Ef 2:5-6).

Ini adalah sebuah konsep yang revolusioner, jika kita mempertimbangkan arah dari karya Allah dalam sejarah sampai saat itu. Allah telah mendasarkan umat pilihan-Nya mula-mula melalui Abraham dan bapak-bapak bangsa lainnya, Ishak dan Yakub. Ia membentuk sebuah umat yang diselamatkan-Nya dari perbudakan di negeri Mesir untuk masuk ke dalam suatu perjanjian dengan Dia di Gunung Sinai. Kemudian, Ia memberikan kepada mereka Tanah Terjanji, Israel. Dengan berjalannya waktu, Allah mengangkat raja-raja atas mereka, termasuk raja Daud dan keturunannya.

Kemudian, umat pilihan Allah ini digiring ke tempat pembuangan di negeri orang lain, sebagai suatu hukuman atas ketidaktaatan mereka kepada-Nya dan perjanjian yang dibuat-Nya dengan mereka. Dalam kasih-Nya kepada umat-Nya, Allah membawa mereka kembali dari tempat pembuangan dan membiarkan kemuliaan-Nya bercahaya di atas mreka (Yes 50:1). Allah berjanji kepada umat Israel  bahwa “bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu” (Yes 60:3). Allah akan berada bersama umat pilihan yang dikasihi-Nya, dan kehadiran-Nya yang penuh kemuliaan akan menarik bangsa-bangsa (non Yahudi) kepada mereka (bangsa Yahudi).

ORANG MAJUS NAIK UNTADalam kelahiran Mesias bangsa Yahudi ini, janji Allah dipenuhi: Orang-orang non- Yahudi yang diwakilkan oleh orang-orang majus datang untuk menyembah Dia. Memang pada awalnya Yesus hanya memanggil orang-orang Yahudi guna menjadi rasul-rasul-Nya, dan seluruh Gereja awal terdiri dari orang-orang Yahudi saja. Akan tetapi, dengan pertobatan Kornelius dan seisi rumahnya, orang-orang non-Yahudi mulai masuk  menjadi anggota-anggota jemaat Kristiani (Gereja) yang baru lahir dan mulai berkembang itu (Kis 10:34-48). Pada waktu Paulus memulai perjalanan-perjalanan misionernya, di setiap tempat dia selalu pertama-tama mengunjungi sinagoga-sinagoga Yahudi, dan baru setelah itu dia bertemu dengan orang-orang non-Yahudi. Pada akhirnya Gereja dan Israel berpisah. Hal ini tentunya menyedihkan hati Allah, yang mengutus Yesus ke tengah dunia sebagai Mesias untuk dunia, dengan maksud bahwa semua orang akan dipersatukan dalam Putera-Nya, baik Yahudi maupun non-Yahudi.

Pada hari ini, ketika kita merayakan manifestasi dari Mesias bangsa Yahudi kepada bangsa-bangsa non-Yahudi, marilah kita berdoa agar kita dipersatukan dengan segala bangsa, teristimewa saudari-saudara tua kita dalam iman, bangsa Yahudi.

DOA: Bapa surgawi, kami percaya bahwa karena kasih-Mu kepada seisi dunia Engkau mengutus Putera-Mu yang tunggal ke tengah dunia. Putera-Mu itu, Yesus, wafat di kayu salib bukan hanya untuk menebus umat Yahudi, tetapi juga semua umat manusia yang terdiri dari berbagai macam bangsa. Pada hari raya Epifani ini, persatukanlah kami dengan segala bangsa, teristimewa dengan saudari-saudara kami bangsa Yahudi. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 12:1-12), bacalah tulisan dengan judul “BELAJAR DARI YUSUF DAN MARIA” (bacaan untuk tanggal 4-1-15), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 5-1-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 30 Desember 2014 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements