KELUARGA KUDUS DAN KELUARGA KRISTIANI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf, Oktaf Natal – Minggu, 28 Desember 2014) 

Holy-Family (1)

Lalu ketika tiba waktu penyucian menurut hukum Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan. 

Setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediaman mereka, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. (Luk 2:22,39-40) 

Bacaan Pertama: Kej 15:1-6; 21:1-3; Mazmur Tanggapan: Mzm 105:1-6,8-9; Bacaan Kedua: Ibr 11:8,11-12,17-19; Bacaan Injil (versi panjang): Luk 2:22-40) 

Bacaan Injil hari ini merupakan penggalan dari sebuah narasi yang lebih panjang, yaitu yang berkenaan dengan peristiwa “Yesus dipersembahkan di Bait Allah”. Dua ayat terakhir (Luk 2:39-40) bercerita sedikit tentang “Keluarga Kudus”, yang terdiri dari Yesus, Maria dan Yusuf.

Keluarga Kudus dari Nazaret ini adalah sebuah tanda dari pengharapan semua orangtua yang berupaya menjadi saksi-saksi dari kasih Allah di dunia ini. Hikmat Yusuf ditunjukkan ketika dia memimpin keluarganya ke Mesir demi keamanan; penundukan diri Maria kepada suaminya dan kepada Allah; kasih dan keprihatinan yang ditunjukkan oleh mereka berdua ketika mereka mencari Yesus yang ternyata sedang berada di tengah-tengah para ahli Kitab Suci di Bait Allah. Pandangan-pandangan sekilas atas kehidupan keluarga ini menunjukkan kepada kita betapa tidak banyak berbedanya mereka dengan kita. Maria dan Yusuf harus taat kepada Allah jika masa depan tidak mempunyai kepastian; mereka merasa susah ketika Anak mereka “hilang” (tidak ada dalam rombongan); bahkan Yesus sendiri pun harus belajar taat kepada kedua orangtua-Nya.

2_holy_familyMaria dan Yusuf harus melakukan hal-hal yang biasa yang harus dikerjakan oleh semua orangtua. Maria harus bangun dari tidurnya di tengah malam untuk menyusui Yesus yang masih kecil dan mengganti popoknya. Yusuf harus bekerja keras guna menopang keluarganya. Tentunya mereka mempunyai banyak keprihatinan yang sama berkenan dengan hidup sehari-hari seperti halnya kita juga. Namun, melalui naik-turunnya kehidupan, mereka terus menjaga diri mereka agar tetap berada dekat dengan Allah. Sebagai konsekuensinya, Yesus siap untuk memenuhi rencana Allah tatkala saatnya tiba bagi Dia untuk memulai pelayanan-Nya.

Sampai di titik ini, kita bisa saja berpikir, “Semua itu bagus, namun mereka kan dipilih oleh Allah untuk tugas ini. Bahkan malaikat-malaikat pun datang dan berbicara kepada mereka?” Akan tetapi, janganlah kita salah; karena pada kenyataannya kita pun dipilih oleh Allah: Kita semua adalah “orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya” (Kol 3:12). Tidak hanya itu, kepada kita telah diberikan Roh Kudus yang dijanjikan untuk mengajar, membimbing, dan menghibur kita. Keluarga-keluarga kita juga istimewa seperti Keluarga Kudus dari Nazaret.

Oleh karena itu, marilah kita mencari hikmat yang terdapat dalam Kitab Suci dan memohon kepada Roh Kudus bagaimana dengan cara terbaik kita dapat memelihara keluarga kita. Marilah kita tidak menyia-nyiakan  rahmat-Nya yang tersedia bagi kita. Allah akan menghargai dan menghormati upaya-upaya kita membuat rumah kita menjadi tempat kediaman bagi Dia. Allah sangat senang untuk memberkati semua keluarga.

DOA: Bapa surgawi, kami sebagai para orangtua dalam keluarga, dengan ini mempersembahkan keluarga kami kepada-Mu dan mohon agar Engkau memberkati rumah kami. Kami menaruh kepercayaan pada kasih-Mu kepada seluruh anggota keluarga kami ini. Berikanlah kepada kami berdua kuat-kuasa dan hikmat melalui Roh Kudus-Mu; dan ajarlah kami untuk mengasihi para anggota keluarga kami, tanpa pamrih. Amin.

Cilandak, 26 Desember 2014 [Pesta S. Stefanus, Martir Pertama] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements