NUBUATAN MELAWAN RAJA TIRUS

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XX – Selasa, 19 Agustus 2014) 

OFMConv: Peringatan Keluarga Fransiskan; Peringatan S. Ludovikus, Uskup

YEHEZKIELMaka datanglah firman TUHAN (YHWH) kepadaku: “Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah. Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu. Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu. Karena engkau sangat pandai berdagang engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau jadi sombong. Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah maka, sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas, yang akan menghunus pedang mereka, melawan hikmatmu yang terpuja; dan semarakmu dinajiskan. Engkau diturunkannya ke lobang kubur, engkau mati seperti orang yang mati terbunuh di tengah lautan. Apakah engkau masih akan mengatakan di hadapan pembunuhmu: Aku adalah Allah!? Padahal terhadap kuasa penikammu engkau adalah manusia, bukanlah Allah. Engkau akan mati seperti orang tak bersunat oleh tangan orang asing. Sebab Aku yang mengatakannya, demikinalah firman Tuhan ALLAH.” (Yeh 28:1-10)

Mazmur Tanggapan: Ul 32:26-28,30,35-36; Bacaan Injil: Mat 19:23-30 

Walaupun para pengungsi Yahudi merasa seperti tersambar petir pada saat kejatuhan Yerusalem, banyak dari mereka yang masih (dengan sia-sia) mengharapkan bahwa perlawanan dari orang-orang Tirus melawan Babel dapat mengubah keadaan menjadi menguntungkan bagi Tirus. Tugas dari Yehezkiel adalah untuk melawan optimisme tanpa dasar ini dengan kebenaran bahwa orde lama harus pergi sebelum hari baru keselamatan dan berkat dapat terbit di atas umat pilihan Allah.

Yehezkiel mengingatkan para pengungsi Yahudi bahwa hanya Tuhan Allah-lah yang berdaulat. Raja Tirus, hanyalah seorang manusia lemah yang keberhasilannya dalam bidang komersial menyebabkan dia berpikir bahwa dirinya memiliki kodrat ilahi: sama dengan Allah. Karena kesombongannya, dia harus ditaruh di tempatnya dengan cara yang menentukan. Rasa-amannya dan kesejahteraannya yang didasarkan pada sumber-daya ekonomi akan dicerai-beraikan oleh peristiwa-peristiwa politik yang sepenuhnya berada di bawah kendali Tuhan Allah.

Sejarah telah menunjukkan bahwa kebenaran ini tidak terbatas pada masa lampau.  Kebenaran itu tentunya masih relevan pada zaman modern ini di mana ada begitu banyak pemimpin sombong (Adolf Hitler, misalnya) berpretensi sebagai pribadi-pribadi yang memiliki kodrat ilahi dan menyebabkan banyak penderitaan atas rakyat mereka sendiri dan juga bangsa-bangsa lainnya, sampai mereka sendiri ditaklukkan lewat peperangan-peperangan yang sangat berdarah dan sangat mahal.

POPE PIUS XIMenjelang Perang Dunia II, keprihatinan-keprihatinan seperti itu mendorong Paus Pius XI [1922-1939] untuk menulis kepada para uskup Jerman (1937) tentang bahaya-bahaya pengagung-agungan cita-cita kekafiran oleh rezim Nazi sebagai substitusi/pengganti dari Allah yang benar: “Hati-hatilah, Saudara-Saudaraku yang terkasih, terhadap semakin bertumbuhnya penyalahgunaan, dalam pidato maupun dalam tulisan, tentang nama Allah seakan merupakan label yang tidak mempunyai arti …… Allah kita adalah Allah Pribadi, supernatural, mahakuasa, sempurna tanpa batas, satu dalam Trinitas Pribadi-Pribadi, tiga pribadi dalam kesatuan hakikat ilahi, Pencipta segala yang ada, Tuhan, Raja …… yang tidak dapat mentoleransi seorang ilah saingan di samping-Nya” (dalam Mit Brennender Sorge; saya ambil dari terjemahan dalam Bahasa Inggrisnya).

DOA: Bapa surgawi, kami berdoa agar bangsa-bangsa di dunia akan merendahkan diri di hadapan hadirat-Mu. Semoga para pemimpin negara dan bangsa kami tidak sombong hati dan berupaya untuk membuang-Mu. Ya Tuhan dan Allah kami, semoga semua bangsa dan para pemimpin akan menyerahkan hidup mereka kepada-Mu dan menyadari bahwa Engkau saja sang Pencipta dan Tuhan alam semesta. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 19:23-30 ), bacalah tulisan yang berjudul “BAHAYA DARI HIDUP KAYA DALAM ROH” (bacaan tanggal 19-8-14) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 14-08 BACAAN HARIAN AGUSTUS 2014. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 21-8-12 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 17 Agustus 2014 {HARI RAYA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA] 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements