ALLAH MENGETAHUI BETAPA RENTANNYA MANUSIA TERHADAP DOSA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan Santa Marta – Senin, 29 Juli 2013) 

GoldenCalf- MUSA MARAH

Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang tertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah. Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu. Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: “Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan.” Tetapi jawab Musa: “Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan – bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar,” Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu. Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilngnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel.

Lalu berkatalah Musa kepada Harun: “Apakah yang dilakukan bangsa ini kepadamu, sehingga engkau mendatangkan dosa yang sebesar itu kepada mereka?” Tetapi jawab Harun: “Janganlah bangkit amarah tuanku; engkau sendiri tahu, bahwa bangsa ini jahat semata-mata. Mereka berkata kepadaku: Buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir – kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia. Lalu aku berkata kepada mereka: Siapa yang empunyai emas haruslah menanggalkannya. Mereka memberikannya kepadaku dan aku melemparkannya ke dalam api, dan keluarlah anak lembu ini.”

Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap TUHAN (YHWH), mungkin  aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu.” Lalu kembalilah Musa menghadap YHWH dan berkata: “Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka. Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu – dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis.” Tetapi YHWH berfirman kepada Musa: “Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam Kitab-Ku. Tetapi pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu, akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, tetapi pada hari pembalasan-Ku itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka.” (Kel 32:15-24,30-34)

Mazmur Tanggapan: Mzm 106:19-23;  Bacaan Injil: Mat 13:31-35

Ketika Allah memanggil Musa naik ke gunung Sinai untuk menerima hukum dan perintah yang dituliskan-Nya pada dua loh batu, maka Musa minta kepada para tua-tua untuk tetap tinggal di bawah dan menunggunya (Kel 12:12-15). Musa berada di atas gunung untuk waktu yang relatif lama sehingga membuat orang-orang menjadi tidak sabar (Kel 32:1). Mereka tidak dapat melihat mengapa Allah telah memanggil mereka datang ke daerah pegunungan. Mereka melanggar perintah Musa untuk menunggu. Orang-orang itu tidak lagi memandang Musa sebagai pemimpin mereka, bahkan mereka tidak mengakui lagi Allah-YHWH yang disembah Musa dan menggantikan-Nya dengan berhala buatan tangan manusia (Kel 32:2-4). Walaupun mereka beberapa waktu sebelumnya telah berkomitmen untuk mentaati Allah – termasuk perintah untuk tidak menyembah berhala – sekarang mereka sudah jatuh ke dalam penyembahan berhala itu. Begitu cepat mereka melanggar perjanjian dengan Allah – Pembebas mereka dari perbudakan di tanah Mesir!

Namun demikian, Allah tidak menjadi terkejut dengan ketidaksetiaan umat-Nya. Allah lebih mengetahui daripada Musa dan Harun tentang bagaimana rentannya manusia terhadap dosa. Dalam hikmat Allah, kelemahan orang-orang itu tidak akan membuat Allah membatalkan rencana-Nya bagi mereka. Di sisi lain, semakin kita mengenali kedalaman dosa kita, semakin sadar pula kita tentang kebutuhan akan seorang Juruselamat. Melalui pertobatan mendalam karena kegagalan maka orang-orang Israel belajar untuk berjalan dalam kebenaran sejati, kerendahan hati, dan kasih.

Allah – sang Khalik langit dan bumi – yang Mahatahu sangat mengetahui apa yang akan kita pilih untuk dilakukan dan bagaimana kita akan bereaksi. Tidak ada rasa kaget atau keterkejutan bagi Allah; Ia sangat mengenal kita masing-masing. Kita tidak dapat menyangkal bahwa Allah bersedih hati atas dosa-dosa kita, namun Ia juga turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya (Rm 8:28). Penyembahan berhala yang kita praktekkan tidak berarti apa-apa apabila dibandingkan dengan kuat-kuasa-Nya untuk membebas-merdekakan kita, hanya jika kita mencari-Nya dalam pertobatan dan rasa percaya yang dipenuhi kerendahan hati. Allah sungguh senang menunjukkan belas kasih dan bela rasa-Nya kepada kita.

Dengan mempertimbangkan betapa dalam kasih Allah itu kepada kita semua, maka marilah kita memeriksa batin kita masing-masing dan mengakui dosa-dosa kita – bukan untuk meredakan kemarahan Alloah atau untuk menghindar dari hukuman atas diri kita, melainkan untuk lebih penuh lagi bersatu dengan Dia. Dengan mengakui kelemahan-kelemahan kita dan menyerahkan diri kepada-Nya dalam kerendahan hati yang tulus, maka kita memperkenankan rahmat Allah menghancurkan dosa-dosa yang sebelumnya telah memperbudak kita. Selagi kita dibebaskan oleh belas kasih-Nya, maka kita pun akan diberdayakan untuk mengasihi-Nya dan juga menjumpai orang-orang lain dan melayani mereka dalam kasih.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau telah menunjukkan kasih-Mu yang menakjubkan. Kami mempersembahkan kepada-Mu segala keberadaan kami, termasuk kelemahan-kelemahan kami, agar Engkau sudi membentuk kami seturut kehendak-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 13:31-35), bacalah tulisan yang berjudul “KERAJAAN ALLAH TERBUKA BAGI SEMUA ORANG” (bacaan tanggal 29-7-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-07 BACAAN HARIAN JULI 2013. 

Cilandak, 25 Juli 2013 [Pesta S. Yakobus, Rasul} 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS