ROTI KEHIDUPAN YANG TURUN DARI SURGA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Paskah – Selasa, 16 April 2013)

YESUS KRISTUS - 13 I AM THE WAY THE TRUTH AND LIFESebab itu, kata mereka kepada-Nya, “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya kami dapat melihatnya dan percaya kepada-Mu? Apakah yang Engkau kerjakan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari surga.”

Lalu kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bukan Musa yang memberikan kamu roti dari surga, melainkan Bapa-Ku yang  memberikan kamu roti yang  benar dari surga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari surga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Maka kata mereka kepada-Nya, “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka, “Akulah roti kehidupan; siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi. (Yoh 6:30-35)

Bacaan Pertama: Kis 7:51-8:1a; Mazmur Tanggapan: Mzm 31:3-4,6-8,17,21

Keserupaan antara mukjizat manna (Kel 16:4) dan mukjizat pergandaan roti dan ikan (Yoh 6:1-13) tidak luput dari pikiran orang banyak yang berbondong-bondong mengikuti Yesus (Yoh 6:1-2). Yang membuat kita agak terkejut adalah, bahwa setelah mukjizat besar penggandaan roti di atas gunung berumput hijau itu yang dilanjutkan dengan ajaran-Nya: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah” (Yoh 6:29); tokh orang banyak itu masih saja minta diperlihatkan sebuah tanda lagi (Yoh 6:30).

Bukannya membuat sebuah mukjizat atau tanda-heran lainnya, Yesus malah melanjutkan pengajaran-Nya kepada mereka secara lebih jelas bagaimana diri-Nya itu sungguh unik. Yesus mengatakan kepada kepada mereka bahwa Dia adalah pemenuhan dari segala sesuatu yang dilakukan dan dibela oleh Musa: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bukan Musa yang memberikan kamu roti dari surga, melainkan Bapa-Ku yang  memberikan kamu roti yang  benar dari surga” (Yoh 6:32). Dalam bahasa aslinya dan terjemahan bahasa Inggris, kita melihat bahwa kata “memberikan” diungkapkan secara berbeda, yang pertama dalam bentuk masa lampau (past tense: gave) dan yang kedua dalam bentuk sekarang (present tense: give), perbedaan mana bersifat signifikan. Roti yang turun dari surga (manna) ketika bangsa Israel mengembara di padang gurun memuaskan kebutuhan faali (fisik) bangsa Israel dan menopang mereka selama perjalanan mereka menuju tanah terjanji. Sekarang ada “roti” yang baru, Putera Allah yang tunggal, berada di tengah-tengah mereka dan Ia telah menjanjikan hal-hal yang jauh lebih besar. Ia datang ke dunia untuk memuaskan setiap rasa lapar dan haus yang dapat dikenal dan dialami hati manusia.

Seperti Musa, Yesus adalah seorang nabi utusan Allah untuk memimpin umat-Nya dari cengkeraman perbudakan di Mesir menuju tanda terjanji yang bebas-merdeka. Namun Yesus jauh lebih besar daripada Musa. Yesus bukan nabi sembarang nabi! Yesus adalah Pribadi kedua dari Allah Tritunggal Mahakudus! Musa memberi makanan kepada bangsa Israel yang rusak setiap malam dan ia memimpin mereka ke tanah terjanji yang berlokasi di dunia ini. Di lain pihak, Yesus memberikan diri-Nya sendiri sebagai “Roti Kehidupan” … roti untuk hidup kekal. Yesus memimpin umat-Nya keluar dari perbudakan dosa menuju Kerajaan Surga – tanah tujuan dari segala sesuatu yang telah dijanjikan Allah kepada manusia. Di masa lampau kebutuhan bangsa Israel hanya dapat dipuaskan secara parsial saja; namun sekarang semua kebutuhan kita dapat secara penuh dipuaskan selagi kita datang menghadap Yesus dan menyambut tubuh dan darah-Nya. Yesus sungguh adalah seorang Pribadi yang penuh dengan kemurahan-hati. Ia tidak pernah alpa menawarkan diri-Nya sendiri kepada kita, “Roti Kehidupan” yang turun dari surga. Tidak ada makanan yang semanis “roti kehidupan” ini, yang mampu mengenyangkan jiwa dan raga kita. “Roti Kehidupan” ini sebenarnya tidak dapat diperbandingkan dengan roti-roti atau bermacam makanan lainnya, justru karena  anugerah Allah yang ini bersifat kekal-abadi dan memang hanya dimaksudkan bagi kita. Tidak ada hal lain yang dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan kita, selain “Roti kehidupan” yang turun dari surga ini!

DOA: Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau adalah “Roti Kehidupan”, satu-satunya yang dapat memuaskan rasa lapar kami yang terdalam. Kami datang menghadap hadirat-Mu pada hari ini dan berdoa, “Tuhan, berikanlah kepada kami Roti ini selalu”. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 6:30-35), bacalah tulisan yang berjudul “ROTI HIDUP KITA YANG SEJATI” (bacaan tanggal 16-4-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-04 BACAAN HARIAN APRIL 2013. Bacalah juga tulisan yang berjudul “AKULAH ROTI KEHIDUPAN” (bacaan tanggal 24-4-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 7:51-8:1a), bacalah tulisan yang berjudul  “SANTO STEFANUS, MARTIR PERTAMA” (bacaan 10-5-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 24-4-12 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 8 April 2013

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

About these ads