YESUS ADALAH MESIAS, PUTERA ALLAH YANG HIDUP !!!

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA XXI, 21-8-11) 

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, yang lain mengatakan: Elia dan yang lain lagi mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Jawab Simon Petrus, “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya, “Berbahagialah engkau Simon anak Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya, kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.” Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa ia Mesias. (Mat 16:13-20)

Bacaan Pertama: Yes 22:19-23; Mazmur Tanggapan: Mzm 138:1-3,6,8; Bacaan Kedua: Rm 11:33-36 

Tentu saja Petrus dipenuhi sukacita ketika Yesus memberikan konfirmasi atas deklarasinya bahwa “Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup” (Mat 16:16). Tidak saja Petrus berdiri di hadapan Allah sendiri, dia pun diberkati dengan pengetahuan yang mendalam tentang siapa sesungguhnya Yesus ini! Sekarang dia berdiri muka-ketemu-muka dengan sang Juruselamat umat manusia yang sudah lama dinanti-nantikan! Sungguh diberkati Pak Petrus ini! Akan tetapi, kita pun dapat sampai kepada pemahaman yang sama tentang kasih Allah. 

Allah sangat senang menyatakan (mewahyukan) diri-Nya dan rencana-Nya kepada kita. Pada kenyataannya, perwahyuan dimaksudkan sebagai “tanda” (hallmark) dari Gereja yang didirikan Yesus di atas bumi (Mat 16:17-18). Perwahyuan adalah “batu karang”, fondasi di atas mana segala hal dalam Gereja itu didirikan. Dan fondasi ini tersedia bagi kita masing-masing. Hal ini merupakan suatu privilese dan tanggung jawab kita masing-masing untuk mendengarkan Allah dengan baik-baik dan menantikan perwahyuan-Nya. 

Tanpa suatu penyingkapan pribadi dari nasihat-nasihat Allah, kita akan sekadar menjadi fungsionaris-fungsionaris, yang mengikuti orang-orang lain, bukan mengikuti Tuhan. Kita akan menjadi semakin jauh dari Yesus, menggantungkan diri pada apa yang dikatakan orang lain tentang Yesus dan tidak mengenal kebenaran-kebenaran-Nya secara mendalam di dalam hati kita. Bapa surgawi yang sangat mengasihi kita menginginkan hubungan yang lebih erat dengan kita! 

Pada Misa hari ini, marilah kita memohon kepada Allah untuk menyatakan Yesus – Mesias dan Putera Allah – kepada kita. Baiklah kita membuat hening pikiran kita dan membuka hati kita bagi pernyataan atau perwahyuan Allah ini. Sementara kita mendekatkan diri kepada Allah, berterima kasih penuh syukur kepada-Nya dan memuji-muji-Nya dalam perayaan Ekaristi, Dia dapat menyatakan/mewahyukan diri-Nya dengan kian mendalam lagi. Walaupun  kita sudah lama berjalan bersama Tuhan, selalu tetap saja ada sesuatu yang baru yang dapat kita temukan tentang kasih-Nya bagi kita dan rencana-Nya bagi kehidupan kita. Alangkah benar apa yang ditulis oleh Santo Paulus: “O. Alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. (Rm 11:33-36). Semoga inilah harinya Dia memberkati kita dengan pemahaman yang baru. 

DOA: Yesus Kristus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Aku memuliakan Dikau, aku memuji Dikau, aku meluhurkan Dikau, ya Tuhan Yesus. Semoga terang-Mu bersinar dengan lebih cemerlang lagi di dalam dan melalui diriku. Bukalah mata dan telingaku agar aku dapat melihat dan mendengar bisikan-Mu secara baru pada hari ini. Amin. 

Cilandak, 4 Agustus 2011 [Peringatan Santo Yohanes Maria Vianney]  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS