MARILAH KITA BELAJAR DARI YESUS SENDIRI

MARILAH KITA BELAJAR DARI YESUS SENDIRI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Adven, Senin, 16 Desember 2013) 

KONFLIK DGN ORANG FARISI DLL. - DENGAN KUASA MANA ENGKAU ...Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” Jawab Yesus kepada mereka, “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Dari manakah baptisan Yohanes? Dari surga atau dari manusia?” Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata, “Jikalau kita katakan: Dari surga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapa kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi.” Lalu mereka menjawab Yesus, “Kami tidak tahu.” Yesus pun berkata kepada mereka, “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.” (Mat 21:23-27)

Bacaan pertama: Bil 24:2-7,15-17a; Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4-9 

Yesus dari Nazaret menghayati  suatu kehidupan yang dipenuhi dengan kedamaian dan sukacita yang berasal dari Allah sendiri, namun kita juga mengetahui bahwa kehidupan sedemikian bukanlah kehidupan yang mudah bagi-Nya. Di samping penderitaan sengsara yang ditanggung-Nya untuk dosa-dosa kita, Dia terus saja menghadapi oposisi dari para pemuka/pemimpin agama Yahudi yang menentang diri-Nya, malah senantiasa mencoba menjebak-Nya agar terperangkap oleh ucapan-ucapan-Nya ketika mengajar khalayak ramai.

Yesus bukannya tidak mengetahui atau menyadari kebutaan, kedegilan dan kekerasan-kepala  para lawan-Nya. Setiap kali mereka mencoba menjebak-Nya atau menuduh diri-Nya, Yesus selalu menanggapi semua itu dengan hikmat-kebijaksanaan, yang tidak hanya mampu membungkam para lawan-Nya, melainkan juga menawarkan kepada mereka kesempatan-kesempatan untuk bertobat dan menerima “pesan keselamatan”-Nya. Marilah sekarang kita mengingat kembali beberapa tanggapan Yesus itu: (a) “Siapa saja di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7); (b) “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah” (Mat 19:17); (c) “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” (Mrk 12:17).

Yesus seringkali mau menjawab secara langsung pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada-Nya. Sebaliknya, jawaban-jawaban diberikan oleh-Nya dengan cara-cara yang menyingkap topeng ketidakpercayaan para penanya-Nya dan membungkam juga orang-orang itu. Patut kita catat, bahwa orang-orang yang suka mengajukan pertanyaan jebakan kepada Yesus pada masa itu dikenal sebagai orang-orang berhikmat. Yesus memberi tanggapan terhadap pertanyaan-pertanyaan menjebak dari para lawan-Nya, tidak dengan kemarahan atau kepahitan, melainkan dengan penuh hikmat dan kasih yang berasal dari relasi-Nya yang intim dengan Bapa-Nya di surga seperti dikatakan-Nya sendiri ketika bersaksi tentang diri-Nya: “Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga menjadi heran” (Yoh 5:20). Kehidupan doa Yesua dan perhatian-Nya yang mendalam tentang pimpinan Roh Kudus merupakan sumber kasih-Nya, hikmat-Nya, dan kekuatan-Nya.

Tidak ada seorang pun dari kita yang kebal terhadap penolakan, tuduhan, atau pengejaran serta penganiayaan selagi kita mengikuti jejak Yesus. Akan tetapi, melalui kematian dan kebangkitan-Nya, kita dijadikan-Nya “ciptaan baru” dan dibawa semakin dekat lagi dengan hati Bapa surgawi. Dengan mencari keintiman yang lebih mendalam dengan Tuhan melalui doa-doa, liturgi – teristimewa Ekaristi, dan juga pembacaan serta permenungan sabda Allah dalam Kitab Suci, maka kita pun belajar untuk menanggapi berbagai dari para lawan kita – dengan kasih dan hikmat Allah sendiri. Sekarang, selagi kita memohon kepada Allah untuk diberikan hikmat-Nya dan hati yang dipenuhi kasih, kita membuka diri kita bagi kuasa Roh Kudus yang dapat mentransformasikan itu, sehingga kita pun dapat menjadi semakin serupa dengan Yesus, yang selalu berbicara tentang kebenaran dengan penuh kasih.

DOA: Tuhan Yesus, tanpa Engkau kami tidak dapat berbuat apa-apa. Oleh Roh Kudus-Mu, transformasikanlah hati kami dan tariklah kami agar dapat semakin dekat dengan Bapa surgawi. Biarlah Roh Kudus-Mu membimbing kami, memimpin kami, memberdayakan kami agar dapat hidup sehari-hari dengan cara yang menyenangkan hati-Mu. Amin.

Catatan: Bagi anda yang ingin mendalami lagi Bacaan Pertama hari ini (Bil 24:2-7, 15-17a), bacalah tulisan yang berjudul “ALLAH DAPAT MENGGUNAKAN INSTRUMEN-INSTRUMEN YANG KELIHATAN PALING TIDAK MUNGKIN UNTUK MENYAMPAIKAN PESAN-NYA”” (bacaan tanggal 16-12-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2013.

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 12-12-11 dalam situs/blog SANG SABDA

Cilandak, 13 Desember 2013 [Peringatan S. Lucia, Perawan-Martir] 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

TURUTILAH TELADAN PENDERITAAN DAN KESABARAN PARA NABI YANG TELAH BERBICARA DEMI NAMA TUHAN !!!

TURUTILAH TELADAN PENDERITAAN DAN KESABARAN PARA NABI YANG TELAH BERBICARA DEMI NAMA TUHAN !!!

(Bacaan Kedua Misa Kudus, HARI MINGGU ADVEN III [Tahun A], 15 Desember 2013) 

KEDATANGANNYA UNTUK KEDUA KALINYA - 4Saudara-saudara, bersabarlah sampai kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan (Yak 5:7-10).

Bacaan Pertama: Yes 35:1-6,10; Mazmur Tanggapan: Mzm 146:6-10; Bacaan Injil: Mat 11:2-11 

Kita kini hidup dalam masyarakat cepat-saji dan serba instan. Nilai keutamaan “kesabaran” sedikit saja mendapat perhatian, karena kita selalu bergegas ke sana ke mari, dengan cepat berpindah dari  peristiwa yang satu ke peristiwa lainnya. Kita menuntut jawaban langsung terhadap pertanyaan-pertanyaan dan kebutuhan-kebutuhan kita. Kelihatannya Yakobus sedang menghadapi situasi yang serupa pada abad pertama. Umat beriman yang sedang menanti-nanti hari kedatangan Yesus Kristus untuk kedua kalinya dalam hidup mereka, mulai menjadi tidak sabar dan dengan berjalannya waktu merasakan bahwa semakin beratlah menghayati hidup Injili. Anggota-anggota Gereja mulai menggerutu dan saling mempersalahkan satu sama lain, yang kaya mulai mengabaikan yang miskin, dan gosip-gosip pun semakin menjadi-jadi dan meraja-lela. Ah, kiranya Yesus cepat datang kembali, dan membawa mereka ke surga!

Akan tetapi Yakobus tahu benar bahwa itu bukanlah jawaban yang sesungguhnya. Maka, dia memanggil warga gerejanya untuk meneguhkan hati mereka (Yak 5:8) supaya mereka menanti-nanti dengan sabar kedatangan kembali Tuhan Yesus Kristus. Hal ini tidak selalu mudah, karena kita dituntut menggunakan kebenaran-kebenaran Injil untuk menjawab berbagai kecemasan dan tantangan yang bermunculan dalam pikiran kita. Hal sedemikian menuntut kita untuk mengesampingkan solusi-solusi langsung, katakanlah yang bersifat instan. Sebaliknya, kita harus menaruh kepercayaan pada hikmat-kebijaksanaan Allah dalam menentukan waktu atau saat-Nya.

ROH KUDUS MELAYANG-LAYANG - 2Allah ingin mengajar kita bagaimana mendisiplinkan pemikiran kita sehingga kita tidak menjadi objek belas kasihan percikan-percikan emosi atau keadaan-keadaan yang menyakitkan. Ia ingin mengajar kita bagaimana mengevaluasi pemikiran-pemikiran kita berdasarkan tolok ukur berupa kebenaran-kebenaran kasih-Nya yang tanpa syarat bagi kita, hasrat-Nya yang tetap untuk melakukan kebaikan bagi kita, dan kebebasan dari dosa yang telah dimenangkan oleh salib Yesus bagi kita. Allah menginginkan kita menjadikan suatu kebiasaan teratur untuk menghentikan sejenak kegiatan rutin kita selama beberapa kali dalam satu hari, dan setiap kali berhenti itu lalu bertanya kepada diri kita sendiri apakah kebingungan, rasa takut, bahkan dusta menguasai pemikiran-pemikiran kita?

Selagi kita mengembangkan kebiasaan membawa kebenaran-kebenaran Yesus masuk ke dalam pikiran kita, kita pun akan mengalami Roh Kudus memperbaharui akal budi kita. Pola-pola pemikiran yang lama (yang buruk) akan dirontokkan-Nya. Frustrasi akan digantikan oleh damai-sejahtera dan kecemasan akan digantikan oleh pengharapan. Kita pun akhirnya akan disadarkan benar bahwa kita adalah sungguh anak-anak Allah yang sangat dikasihi oleh-Nya. Dan …… tidak ada siapa dan/atau apa pun yang dapat menggoyahkan kita dari kebenaran-kebenaran mendasar/fundamental salib (kematian) dan kebangkitan Yesus Kristus.

DOA: Datanglah, ya Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami. Kuasailah pemikiran-pemikiran kami hari ini. Ajarlah kami untuk menaruh iman-kepercayaan kami dalam kebenaran-kebenaran yang telah Kaunyatakan. Hiburlah kami, ya Tuhan, dengan kehadiran-Mu selagi kami berupaya mempersiapkan diri kami untuk hidup di dalam Engkau. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 11:2-11), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS DAN YOHANES PEMBAPTIS” (bacaan tanggal 15-12-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2013. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 12-12-10 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 12 Desember 2013 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

SANG MESIAS DAN BENTARA-NYA

SANG MESIAS DAN BENTARA-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Yohanes dr Salib, Imam-Pujangga Gereja – Sabtu, 14 Desember 2013) 

YESUS SEORANG PEMIMPIN YANG TEGASLalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, “Kalau demikian, mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” Jawab Yesus, “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. (Mat 17:10-13)

Bacaan pertama: Sir 48:1-4.9-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 80:2-3,15-16,18-19 

Setelah mereka menyaksikan peristiwa transfigurasi  Yesus (Mat 17:1-8), Petrus, Yakobus dan Yohanes menjadi lebih yakin dari sebelum-sebelumnya bahwa Yesus adalah sang Mesias yang dinanti-nantikan bangsa Israel. Tentu sekarang Ia akan menyatakan diri-Nya kepada Israel dengan penuh kuasa! Selagi mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, “Jangan kamu ceritakan penglihatan itu kepada siapa pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati” (Mat 17:9). Lalu para murid-Nya bertanya kepada Yesus, mengapa sebagai Mesias Ia telah muncul di tengah-tengah masyarakat tanpa didahului oleh kedatangan Elia sebagaimana telah dinubuatkan oleh para nabi (lihat Mat 17:10).

Yesus menjawab bahwa Elia telah datang dalam diri Yohanes Pembaptis, namun para penguasa tidak mengenalinya dan memperlakukan dia dengan buruk dan malah membunuhnya (lihat Mat 17:11). Yesus juga menjelaskan bahwa diri-Nya akan diperlakukan sama buruknya seperti yang telah dialami sang bentara: “Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka” (Mat 17:12). Penjelasan Yesus ini kelihatan absurd di mata para murid-Nya yang baru saja menyaksikan Yesus dalam kemuliaan surgawi. Mengapa para penguasa ingin menghancurkan-Nya?

YOHANES PEMBAPTIS - 51Selagi kita membaca Injil, kita pun dapat merasa heran atas kebutaan orang-orang yang ingin menyingkirkan Yesus. Bagaimana mungkin mereka sampai tidak memahami siapa Yesus itu sebenarnya? Itulah pertanyaan reflektif kita, namun adalah kenyataan bahwa Yesus terus saja menderita karena penolakan banyak pihak, bahkan sampai hari ini. Dalam dunia ini terdapat kekuatan-kekuatan yang ingin menyingkirkan Yesus dan kemurnian pesan Injil-Nya. Yang kita harus lakukan hanyalah mengikuti perkembangan pemberitaan dalam berbagai media, opini publik yang beredar, dan tingkat kekerasan yang berlangsung dalam masyarakat, untuk melihat betapa besar hasrat banyak pihak untuk “melenyapkan” Yesus.

Yang barangkali lebih sulit bagi kita untuk mempersepsikannya adalah fakta bahwa niat-niat serupa terpendam juga dalam diri kita masing-masing. Misalnya, sampai berapa seringkah kita berpikir bahwa sebenarnya Yesus tidak mengasihi diri kita, bahwa kita tidak dapat sungguh-sungguh mengharapkan Dia akan mengampuni dosa kita, bahwa mematuhi perintah-perintah Allah sungguh sulit? Kita masing-masing harus jujur dengan Yesus pada saat-saat pemikiran-pemikiran seperti ini mulai menggiring kita ke arah yang salah. Kita tidak usah merasa malu untuk mengungkapkan sisi gelap diri kita di hadapan Allah dalam doa dan pengakuan dosa. Biar bagaimana pun juga, Dia tahu bahwa dosa-dosa itu ada di sana. Dia bahkan melihat dosa-dosa kita dengan lebih jelas daripada kita sendiri melihat semua itu, …… dan hasrat-Nya untuk untuk menyembuhkan diri kita jauh lebih besar daripada hasrat kita sendiri. Apa lagi yang lebih menggembirakan dan menyemangati kita?

DOA: Roh Kudus Allah, selidikilah hatiku dan yakinkanlah diriku tentang kasih Yesus. Tolonglah aku untuk tidak menjadi takut terhadap penyelidikan-Mu selagi Engkau memanggil aku kepada kekudusan. Engkau tetap setia walaupun aku tidak setia! Datanglah, ya Roh Kudus, dan lakukanlah karya pembebasan-Mu yang penuh kuat-kuasa dalam diriku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 17:10-13), bacalah tulisan yang berjudul “ELIA SUDAH DATANG” (bacaan tanggal 14-12-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2013. 

Bacalah juga tulisan yang berjudul “ELIA SUDAH DATANG, TETAPI ORANG TIDAK MENGENAL DIA” (bacaan tanggal 10-12-11) dalam situs/blog  PAX ET BONUM.

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 15-12-12 dalam situs/blog SANG SABDA)  

Cilandak, 11 Desember 2013 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

DENGAN APAKAH AKAN KUUMPAMAKAN ORANG-ORANG ZAMAN INI?

DENGAN APAKAH AKAN KUUMPAMAKAN ORANG-ORANG ZAMAN INI?

(Bacaan Injil Misa Kudus,  Peringatan S. Lusia, Perawan-Martir – Jumat, 13 Desember 2013) 

Jesus-Christ-3101

Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang zaman ini? Mereka seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.” (Mat 11:16-19)

Bacaan Pertama: Yes 48:17-19; Mazmur Tanggapan: Mzm 1:1-6 

Dunia kita dipenuhi dengan perselisihan, percekcokan dan sakit hati. Kehidupan pribadi kita juga seringkali disentuh oleh kekecewaan dan perjuangan jatuh-bangun. Setiap kehidupan manusia memang berbeda-beda, akan tetapi kita menghadapi tantangan-tantangan dari berbagai kesulitan di tempat kerja, patah hati karena menyaksikan kehancuran perkawinan anggota keluarga kita, atau sakit hati yang disebabkan oleh relasi yang terluka, dlsb. Namun demikian, tokh kecenderungan kita adalah untuk memecahkan masalah-masalah kita yang sering “menggunung” itu dengan menggunakan kekuatan kita sendiri, tanpa Allah. Kadang-kadang kita malah menyalahkan Allah untuk berbagai kesulitan hidup kita dan penderitaan yang kita tanggung, walaupun Ia sesungguhnya adalah satu-satunya sumber damai-sejahtera dan sukacita bagi kita.

Ketika berbicara mengenai reaksi-reaksi orang banyak terhadap Yohanes Pembaptis, Yesus menggambarkan bagaimana mudahnya kita menjadi tidak berbahagia dengan apa saja yang kita temui dalam kehidupan kita. Pada saat kita dikonfrontir dengan panggilan untuk bertobat, kita ingin mengesampingkannya dan menekankan sesuatu yang lebih “positif”. Pada saat kita dipanggil untuk bersukacita dalam kasih Allah, seringkali kita malah mengabaikannya dengan alasan bahwa hal tersebut terlalu idealistis dan sudah keluar dari realitas. Manusia memang suka berubah-ubah!

Yesus bersabda: “Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya” (Mat 11:19). Hal ini berarti bahwa kebenaran dan keadilan Allah dibuktikan benar manakala umat-Nya mengikuti jalan-Nya secara serius dan mengikuti-Nya. Selagi kita memperkenankan Yesus menguasai diri kita dan menaruh kepercayaan kepada segala ketetapan-Nya, maka kita akan mengenal dan mengalami damai sejahtera. Selagi kita mengakui bahwa dosa dan keserakahan ada pada akar segala penderitaan di dalam dunia, maka kita pun akan mulai melihat hal-hal yang sama bergerak dalam hati kita sendiri dan menyadari bagaimana semua itu ada pada akar segala masalah yang kita hadapi. Pengetahuan ini akan memimpin kita kepada suatu ketaatan yang lebih mendalam dan lebih merendah.

Saudari dan Saudara yang dikasihi Kristus, Yesus telah datang untuk membebaskan kita. Dia memberikan kepada kita apa yang kita butuhkan untuk dapat bebas dari dosa, kemarahan dan luka batin. Yang diminta oleh Yesus hanyalah bahwa kita mendengarkan sabda-Nya dan mencari pertolongan dari Roh Kudus-Nya dalam upaya kita untuk mentaati-Nya. Oleh karena itu, Saudari dan Saudaraku, marilah kita berbalik kepada Yesus, dan setiap saat kita berada berjalan di jalan yang salah, berbaliklah kembali kepada-Nya. Kita akan selalu menjumpai Dia sedang menunggu di sana dengan tangan-tangan yang terbuka lebar-lebar untuk menerima kita kembali. Selagi kita berjalan semakin mendekat pada Yesus, maka kita akan melihat Allah menggunakan kita untuk mencurahkan Roh-Nya ke atas diri setiap orang di sekeliling kita.

DOA: Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami. Kami ingin lebih mengenal Engkau lagi. Kami ingin mempersembahkan kepada-Mu seluruh hidup kami. Kami ingin mohon kepada-Mu untuk menolong kami berjalan bersama-Mu dan memperkenankan kami balik kembali kepada-Mu setiap kali kami tersesat. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan  Injil hari ini (Mat 11:16-19), bacalah tulisan yang berjudul “DALAM YESUS KITA MEMPUNYAI SEORANG PENGANTARA” (bacaan tanggal 13-12-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2013. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 14-12-12 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 11 Desember 2013 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KERAJAAN SURGA DISERBU

KERAJAAN SURGA DISERBU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Lusia, Perawan & Martir – Kamis, 12 Desember 2013) 

jesus christ super starSesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil  dalam Kerajaan Surga lebih besar daripada dia. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Surga diserbu dan orang yang menyerbunya mencoba merebutnya. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan – jika kamu mau menerimanya – dialah Elia yang akan datang itu, Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! (Mat 11:11-15)

Bacaan Pertama: Yes 41:13-20; Mazmur Tanggapan: Mzm 145:9-13 

“Kerajaan Surga diserbu dan orang yang menyerbunya mencoba merebutnya” (Mat 11:12). Kalimat ini terasa bertentangan dengan kata-kata Yesus yang lain, misalnya “Berbahagialah orang yang lemah lembut” (Mat 5:5)? Di sini memang Yesus tidak berbicara mengenai serbuan atau kekerasan fisik, melainkan tentang keberanian dan determinasi.

Yesus ingin agar kita memahami bahwa kita sedang berada di tengah sebuah pertempuran, sebuah peperangan di dalam pikiran kita antara aspirasi-aspirasi akan kebaikan dan kecenderungan-kecenderungan kita akan hal-hal yang jahat. Sebagian dari diri kita – Kitab Suci menyebutnya sebagai “daging” – tidak mau berurusan sama sekali dengan Yesus atau Adven atau sisi spiritual/rohani dari perayaan Natal. “Daging” hanya berminat melakukan apa yang ingin dilakukannya, dan dengan cara memaksa “daging” berupaya mencapai tujuannya. Karena keselamatan kekal manusia dalam konflik ini bagaikan berada di ujung tanduk, maka adalah sesuatu yang crucial bagi kita untuk tetap bertahan, bahkan dengan biaya melakukan “kekerasan” terhadap bagian dari kita yang bertentangan dengan jalan-jalan Allah.

Kita harus berhati-hati ketika merenungkan tentang bacaan Injil hari ini.  Kekerasan yang disebutkan oleh Yesus itu tidak ada sangkut-pautnya dengan rasa sakit yang kita lakukan sendiri atas diri kita (Inggris: self inflicted pain). Yang dimaksudkan-Nya adalah dengan sekuat tenaga berpegang pada rahmat yang Allah ingin berikan kepada kita. Bagi banyak dari kita, ini adalah sebuah pertempuran untuk mendapat “waktu” lebih daripada hal lainnya. Misalnya:

A WOMAN PRAYINGBerdoa. Adven dan Natal membawa serta semua jenis kegiatan: berbagai macam pesta, berbelanja, kunjungan-kunjungan kepada anggota keluarga dan sahabat. Kegiatan membuat kue-kue dan membungkus kado-kado, semuanya membutuhkan waktu Padahal kegiatan yang paling penting yang dapat kita lakukan 12 hari ke depan adalah menyediakan waktu bersama Yesus dalam doa dan permenungan sabda-Nya dalam Kitab Suci. Marilah kita membaca berbagai nubuat tentang kedatangan-Nya ke dunia dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. Marilah kita baca dan renungkan narasi tentang Elisabet dan Maria dalam Injil Lukas. Marilah kita mohon kepada Yesus untuk menunjukkan kepada kita mengapa begitu penting bagi-Nya untuk datang menyelamatkan kita.

Menolong orang lain. Area lain di mana kita perlu menyediakan waktu adalah melayani orang-orang yang menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan ini. Apakah seorang anggota lingkungan kita atau RT kita yang sudah tua akan memperoleh manfaat dari kunjungan kita atau dari kata-kata penghiburan yang keluar dari mulut kita? Apakah kita dapat membantu tetangga kita yang sedang sakit dengan ikut ambil bagian mendekorasi rumahnya? Atau dapatkah kita membantu membelikan hadiah-hadiah Natal kepada keluarga-keluarga yang tidak mampu? Selagi kita ke luar menemui dan menolong orang-orang lain berbagai kesempatan, maka kita pun menekan kodrat kedosaan kita dan berpegang teguh pada rahmat Allah yang indah, yang mampu mentransformasi hidup manusia.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kusampaikan kepada-Mu karena Engkau telah datang ke dunia dan membuka pintu gerbang surga. Tolonglah aku agar dapat memegang erat-erat rahmat yang Engkau berikan kepada-Ku. Tunjukkanlah kepadaku pada hari ini kesempatan bagiku untuk dapat menolong seseorang yang membutuhkan kasih-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yes 41:13-20), bacalah tulisan yang berjudul “CARA KERJA ALLAH YANG MENGAGUMKAN” (bacaan tanggal 12-12-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2013. 

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 11:11-15), bacalah juga tulisan yang berjudul “YANG TERKECIL DALAM KERAJAAN SURGA LEBIH BESAR DARI DIA” (bacaan tanggal 10-12-09) dalam situs/blog SANG SABDA. 

Cilandak, 9 Desember 2013 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

REHAT KOPI ROHANI

REHAT KOPI ROHANI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Adven – Rabu, 11 Desember 2013) 

MARILAH DATANG KEPADAKU“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah gandar yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab gandar yang Kupasang itu menyenangkan dan beban-Ku pun ringan.” (Mat 11:28-30)

Bacaan Pertama: Yes 40:25-31; Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-4,8,10 

Bacaan-bacaan hari ini terdengar seakan-akan sebuah panggilan untuk “Rehat Kopi” pada pertengahan masa Adven. Nabi Yesaya melihat bahwa TUHAN “memberikan kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya” (Yes 40:29). Yesaya juga mengatakan, bahwa “orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru” (Yes 40:31).  Yesus dalam bacaan Injil mengundang kita untuk datang kepada-Nya jika kita sedang letih lesu dan berbeban berat, dan Ia pun akan menyegarkan kita kembali (lihat Mat 11:28).

Apabila kita mengikuti sebuah seminar tentunya ada rehat kopi (kata-kata kerennya adalah coffee break). Saya masih ingat ketika bekerja di Citibank, Makati, Manila di tahun 1973-1974; setiap hari menjelang jam 10 pagi semua karyawan berhenti bekerja dan  mulai membeli makanan kecil dan secangkir kopi/teh dari penjaja yang berkeliling dari ruang kantor yang satu ke ruang kantor yang lain. Ini juga saat yang digunakan untuk mengobrol sejenak. Hal yang sama diulang lagi di siang hari sekitar jam 3 siang. Nama “acara” seperti itu adalah mirienda, mungkin sebuah warisan dari zaman penjajahan Spanyol dahulu. Rehat Kopi: tentu kita semua mengharapkannya, kita menghargainya, kita membutuhkannya. Kita berkembang atas istirahat dari kerja walaupun sejenak, penyegaran yang memulihkan diri kita dan membuat pekerjaan kita menjadi lebih baik. Apakah kita begitu sibuk bekerja sehingga tidak dapat berhenti sebentar untuk memperoleh penyegaran kembali dalam bidang rohani? Yesus kiranya bersabda, “Slow down sedikit dan dengarkanlah sebentar,” dan jiwa kita juga akan dapat beristirahat.

woman_praying3Kita memberi terlalu banyak tekanan hanya pada “melakukan pekerjaan-pekerjaan”,  menyibukkan diri dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan yang lain, dari promosi jabatan yang satu ke promosi jabatan yang lain. Atau, apabila kita suka bersedekah, maka kita disibukkan dalam hal masalah-masalah sosial saja. Hal ini dapat saja baik, namun tidak boleh menjadi kegiatan yang berlebihan …… tidak boleh sampai “overkill.”  Pekerjaan yang paling baik sekali pun, apabila tidak menyediakan waktu untuk penyegaran spiritual, untuk doa dan refleksi/renungan dalam keheningan, pada akhirnya akan menjadi steril.

Dedikasi membutuhkan suatu sense of direction. Karya karitatif yang paling baik, terbaik dalam tindakan Kristiani tidak dapat survive tanpa adanya “rehat kopi” rohani. Kita senantiasa membutuhkan pengarahan dari Yang Ilahi (Inggris: divine direction) di atas bumi ini. Begitu mudah kita kehilangan arah tanpa “pengarahan ilahi” termaksud. Begitu banyak peristiwa menyedihkan telah dialami oleh banyak pribadi karena mereka mengabaikan “pengarahan ilahi” yang diperlukan.

Sikap yang paling bijak adalah untuk berhenti dari kesibukan kerja secara teratur, untuk memanfaatkan menit-menit yang menyegarkan bersama Kristus, yang telah berjanji bahwa kita akan belajar dari diri-Nya dan hal tersebut akan membawa damai sejahtera kepada jiwa kita.

DOA:  Bapa surgawi, lewat nabi Yeremia Engkau telah bersabda: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan” (Yer 6:16). Kami akan mentaati petunjuk-Mu, ya Allah. Kami akan secara teratur mengikuti “pengarahan ilahi” dari-Mu untuk saat-saat penyegaran spiritual, untuk doa dan melakukan refleksi dalam keheningan. Oleh kuasa Roh Kudus-Mu perkenankanlah kami dibentuk menjadi murid-murid Yesus yang sejati. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 11:28-30), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS MENGUNDANG KITA UNTUK MEMIKUL GANDAR-NYA DAN BELAJAR DARI DIA” (bacaan tanggal 11-12-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2013.

Bacalah  juga tulisan yang berjudul “AKU LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI” (bacaan tanggal 7-12-11) dalam situs/blog  SANG SABDA.  

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 12-12-12) dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 9 Desember 2013 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KITA ADALAH DOMBA-DOMBA HILANG YANG DISELAMATKAN OLEH YESUS

KITA ADALAH DOMBA-DOMBA HILANG YANG DISELAMATKAN OLEH YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari biasa Pekan II Adven – Selasa, 10 Desember 2013) 

gb-4“Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki salah seorang dari anak-anak yang hilang.” (Mat 18:12-14)

Bacaan Pertama: Yes 40:1-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1-3,10-13 

Masa Adven sesungguhnya adalah suatu masa yang indah – suatu perayaan berkaitan dengan kesetiaan Allah Bapa atas janji-Nya yang sudah berabad-abad lamanya, janji-janji yang sekarang digenapi dalam diri Putera-Nya, Yesus Kristus. Sepanjang masa penuh rahmat ini, kita merayakan kasih Allah yang begitu besar yang ditunjukkan-Nya kepada kita – umat manusia – dengan mengutus Putera-Nya ke tengah-tengah dunia, untuk mencari kita dan menuntun kita ke dalam suatu relasi yang intim dengan Allah Bapa.

Kita adalah domba-domba hilang yang diselamatkan oleh Yesus, dan semua ini dilakukan oleh Yesus dengan “biaya” sangat besar, yaitu nyawa-Nya sendiri. Demi ketaatan pada kehendak Bapa, Dia meninggalkan takhta-Nya di surga dan merendahkan diri-Nya dengan menjadi bayi manusia dalam sebuah keluarga miskin. Yesus dilahirkan di tempat yang hanya layak untuk tempat pemeliharaan dan peristirahatan hewan. Ia mewartakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan, namun mayoritas penduduk – termasuk sebagian besar pemuka agama Yahudi di kala itu – mencemoohkan diri-Nya, menghina diri-Nya …… Mereka mengadili diri-Nya secara tidak adil dan pada akhirnya Dia pun wafat di kayu salib. Semua penderitaan ini dialami-Nya dan ditanggung-Nya agar dengan demikian kita dapat menerima pemenuhan janji-janji Allah.

ST. AUGUSTINE OF HIPPOBerbicara mengenai segalanya yang telah dimenangkan bagi kita oleh Yesus, Santo Augustinus dari Hippo menulis: “Ia menjanjikan keselamatan abadi, kebahagiaan yang kekal dengan para malaikat, suatu warisan abadi, kemuliaan tanpa akhir, penglihatan penuh sukacita dari wajah-Nya, tempat kediaman-Nya yang kudus dalam surga, dan setelah kebangkitan-Nya dari alam maut tidak ada lagi rasa takut akan kematian. Ini adalah kiranya janji final-Nya, tujuan dari segala upaya kita. Apabila kita mencapainya, maka kita tidak akan minta apa-apa lagi (Komentar atas Mazmur 109 [110]). Karena kita tahu bahwa kita tidak mampu mencapai semua ini dengan menggunakan kekuatan kita sendiri, maka Allah memberikan kepada kita Putera-Nya yang tunggal. Santo Augustinus melanjutkan: “Tidak cukuplah bagi Allah untuk membuat Putera-Nya sekadar sebagai penunjuk jalan; Ia membuat-Nya menjadi ‘jalan’ itu sendiri, agar kita dapat berjalan bersama-Nya sebagai pemimpin dan dengan dia sebagai ‘jalan’.

Pada masa Adven ini, marilah kita tetap berada dekat dengan sang Gembala dan memperkenankan Dia menemukan diri kita dalam cara yang baru dan lebih mendalam. Ia ingin memimpin kita ke dalam suatu keakraban yang lebih dalam dengan diri-Nya, sehingga di atas bumi ini kita dapat mencicipi apa yang kita akan peroleh kelak dalam perjamuan surgawi kekal.

Baiklah juga kita tidak menghasrati rahmat hanya bagi diri kita sendiri. Oleh karena itu marilah kita melakukan doa-doa syafaat untuk para sahabat kita, rekan kerja kita, mereka yang kita kasihi yang belum mengenal sang Gembala Baik. Kiranya belum terlambat bagi sang Gembala Baik untuk menemukan mereka yang kita doakan itu. Kita harus mempercayakan mereka ke dalam tangan-tangan kasih-Nya agar dengan demikian Ia dapat membalut segala luka yang ada dan dengan aman-selamat membawa mereka kembali pulang kepada Bapa surgawi.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kami sampaikan kepada-Mu karena dengan tidak mengenal lelah Engkau senantiasa mencari kami dan memimpin kami kembali kepada Bapa surgawi. Teristimewa dalam masa Adven ini, jagalah kami agar berada di dekat-Mu dan membuat hati kami dibakar dengan hasrat akan kedatangan-Mu dalam kemuliaan pada akhir zaman. Bawalah semua umat-Mu kepada diri-Mu sehingga dengan satu suara kami akan berseru, “Datanglah, Tuhan Yesus!”. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 18:12-14), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS ADALAH GEMBALA KITA SEMUA” (bacaan tanggal 10-12-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13/12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2013.

Bacalah juga tulisan yang berjudul “PERUMPAMAAN TENTANG DOMBA YANG HILANG” (bacaan tanggal 11-12-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 11-12-12 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 8 Desember  2013 [HARI MINGGU ADVEN II] 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 78 other followers