TUHAN, BUATLAH HATIKU MENJADI SEPERTI TANAH YANG BAIK
TUHAN, BUATLAH HATIKU MENJADI SEPERTI TANAH YANG BAIK
(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XVI – Jumat, 27 Juli 2012)
Keluarga Fransiskan: Peringatan Beata Maria Magdalena Martinengo, Perawan
Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Surga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang ini pun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekhawatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.” (Mat 13:18-23)
Bacaan Pertama: Yer 3:14-17; Mazmur Tanggapan: Yer 31:10-13
Perbandingan antara tindakan menaburkan benih di kondisi yang berbeda-beda dan firman Allah yang bertumbuh di dalam hati kita adalah satu dari metode-metode pengajaran paling penting yang pernah digunakan oleh Yesus. Jenis-jenis “tanah” yang berbeda-beda dengan hati kita dapat dibandingkan, akhirnya mengerucut pada titik apakah kita terbuka terhadap kebenaran-kebenaran Kerajaan Surga dan apakah kita rindu untuk mengetahui kehidupan Kristus. Hati yang terbuka, seperti juga tanah yang baik, siap untuk ditanami dengan firman/sabda Allah. Hati yang terbuka memperkenankan Roh Kudus “melahirkan” buah yang besar untuk Kerajaan Surga.
Benih – sabda Allah – itu dipenuhi dengan potensi luarbiasa. Perbedaan satu-satunya adalah tanah, yaitu hati kita masing-masing. Namun demikian, kalau pun hati kita tidak sempurna, kita tidak pernah boleh berputus-asa. Roh Kudus selalu siap untuk memberi perwahyuan, untuk menghibur, untuk mengajar dan untuk memberdayakan kita. Dia rindu untuk mengangkat bagi kita gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Nya; yang akan menggembalakan kita “dengan pengetahuan dan pengertian” (lihat Yer 3:15). Yang diminta oleh Allah adalah agar kita datang kepada-Nya dengan hati terbuka, mencari sabda-Nya. YHWH Allah berseru memanggil kita: “Aku akan mengambil kamu, …… dan akan membawa kamu ke Sion” (Yer 3:14). Sejarah membuktikan bahwa Tuhan itu adalah seorang Pribadi yang setia!
Seperti tanah macam apa hati kita itu? Apakah kita secara “mati-matian” mencari kebenaran-kebenaran dari Kerajaan Surga? Apakah kita sungguh merindukan hidup Kristus sendiri bergerak dan aktif dalam diri kita? Dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan seperti ini kepada diri kita sendiri, maka kita dapat menguji “tanah” macam apa sebenarnya hati kita ini? Apakah kita sangat berkeinginan untuk mendengar tentang kebenaran-kebenaran mengenai kebenaran-kebenaran Kerajaan Allah? Apakah kehidupan kita dapat menjadi seperti “taman yang diairi dengan baik-baik, sehingga tidak akan kembali merana?” (lihat Yer 31:12).
Kebanyakan dari kita masih memiliki hati seperti tanah yang berbatu-batu dan/atau semak berduri. Selagi kita mencari Tuhan dalam doa-doa kita, dalam Ekaristi, dan dalam pembacaan serta permenungan sabda-Nya yang terdapat dalam Kitab Suci, maka Roh Kudus dapat menyiapkan hati kita agar mampu menerima benih sabda-Nya secara lebih penuh. Dengan membuka diri kita bagi-Nya, kita memperkenankan Roh Kudus untuk memperbaiki kondisi hati kita, sehingga Yesus dapat bekerja dalam hati kita dan menolong kita untuk menghasilkan buah tiga puluh kali lipat, enam puluh kali lipat, bahkan seratus kali lipat untuk kerajaan-Nya (Mat 13:23). Marilah kita pergi menghadap Yesus dalam doa. Hanya Dialah yang dapat membuat kita siap menghasilkan panen yang berlimpah.
DOA: Tuhan Yesus, tolonglah aku agar dapat memusatkan perhatian pada kehendak-Mu. Hembuskanlah nafas kehidupan-Mu ke dalam nas-nas Kitab Suci yang kubaca agar aku dapat memahami sabda-Mu dan disembuhkan. Aku mempercayakan seluruh hatiku kepada-Mu. Oleh Roh Kudus-Mu, buatlah hatiku itu agar dapat menghasilkan buah-buah berlimpah demi kemuliaan-Mu. Amin.
Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yer 3:14-17), bacalah tulisan yang berjudul “UMAT YANG AKAN DATANG DI SION” (bacaan tanggal 27-7-12) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori 12-07 BACAAN HARIAN JULI 2012.
(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 23-7-10)
Cilandak, 18 Juli 2012
Sdr. F.X. Indrapradja, OFS










