YESUS MEMBANGKITKAN ANAK MUDA DI NAIN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIV – Selasa, 18 September 2012)

Keluarga Fransiskan: Peringatan/Pesta Santo Yosef dari Copertino 

Segera setelah itu Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya, “Jangan menangis!” Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata, “Hai anak muda, aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Orang itu pun bangun dan duduk serta mulai berkata-kata, lalu Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata, “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah datang untuk menyelamatkan umat-Nya.” Lalu tersebarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya. (Luk 7:11-17)

Bacaan Pertama: 1Kor 12:12-14,27-31; Mazmur Tanggapan: Mzm 100:2-5

Masa depan sang janda dari Nain itu kelihatannya sungguh suram. Karena dalam zaman Yahudi kuno, seorang janda yang kehilangan anak laki-lakinya yang tunggal berarti bahwa dia tidak akan mempunyai sumber penghasilan. Keadaan buruk yang menimpa dirinya sungguh serius. Mengamati iringan jenazah anak muda tersebut dan ibunya, hati Yesus pun tergerak oleh belas kasihan (Luk 7:13). Ketika Tuhan melihatnya, dengan penuh bela-rasa Dia berkata kepada janda itu: “Jangan menangis” (Luk 7:13). Hati-Nya tergerak dan Ia pun melakukan intervensi ilahi.

Bela rasa Yesus terhadap janda itu bukanlah sekadar sentimentalitas yang membuat diri-Nya melanggar hukum yang mengatakan bahwa menyentuh tubuh orang mati membuat seseorang menjadi najis, …… tidak bersih secara ritual: “Orang yang kena kepada mayat, ia najis tujuh hari lamanya” (Bil 19:11). Sambil menyentuh usungan jenazah, Yesus berkata, “Hai anak muda, aku berkata kepadamu, bangkitlah!”  (Luk 7:14). Anak muda itu pun bangun  dan duduk serta mulai berkata-kata. Orang-orang dengan penuh rasa takjub mulai memuji-muji Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita” dan “Allah telah datang untuk menyelamatkan umat-Nya” (Luk 7:16).

Dalam membangkitkan orang muda dari kematiannya, Yesus sebenarnya melakukan tindakan yang dilakukan oleh Elia berabad-abad sebelumnya, ketika dia membangkitkan anak laki-laki yang sudah mati, anak dari seorang janda (1Raj 17:17-24). Oleh karena itu tidak mengherankanlah apabila orang-orang di dekat pintu gerbang kota Nain itu berpikir bahwa seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah mereka. Ada orang-orang yang berpikir bahwa Yesus adalah Yohanes Pembaptis; ada pula yang mengira bahwa Dia adalah Elia; ada juga yang mengira Dia adalah salah seorang dari nabi-nabi zaman kuno (Luk 9:19). Hal inilah yang menyebabkan Yesus bertanya kepada para murid-Nya: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” (Luk 9:20).

Sangatlah penting bagi kita (anda dan saya) untuk mengajukan pertanyaan Yesus ini kepada diri kita masing-masing, karena Allah ingin memberikan kepada kita anugerah hikmat dan perwahyuan agar supaya kita dapat mengenal Kristus secara lebih mendalam setiap hari. Allah sangat menginginkan agar pengenalan kita akan Yesus itu hidup dan mempribadi. Bagaimana hal ini dapat terjadi dalam kehidupan kita? Kita harus berdoa dan mohon kepada Allah agar menolong kita untuk dapat melihat dengan lebih mendalam ke dalam misteri Kristus dan pengharapan kita kepada-Nya.

DOA: Bapa surgawi, Allah yang Mahamulia, kami mohon Kaucurahkan kepada kami Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Kristus dengan benar. Jadikanlah mata hati kami terang, agar kami mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam penggilan-Mu: Betapa kayanya kemuliaan warisan-Mu kepada orang-orang kudus. Amin. [Adaptasi dari Ef 1:17-18]

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 7:11-17), bacalah tulisan berjudul “REALITAS KASIH ALLAH DI DEKAT PINTU GERBANG KOTA NAIN” dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 12-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2012. Bacalah juga tulisan yang berjudul “MUKJIZAT ITU MEMANG ADA !!!” (bacaan tanggal 13-9-11) dalam situs/blog SANG SABDA; kategori: 11-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2011. 

Cilandak,  5 September 2012 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

About these ads