SANTO FILIPUS DAN YAKOBUS, RASUL [2]

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Pesta S. Filipus dan Yakobus, Rasul, Kamis 3-5-12) 

Dan sekarang, Saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Melalui Injil itu kamu diselamatkan, seperti yang telah kuberitakan kepadamu, asal kamu teguh berpegang padanya, kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. (1Kor 15:1-8).

Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-5; Bacaan Injil: Yoh 14:6-14

Filipus dan Yakobus (bukan anak Pak Zebedeus) bukanlah rasul-rasul yang menonjol sekali, namun kuasa kebangkitan Yesus telah mengubah mereka menjadi rasul-rasul yang penuh semangat, keberanian dan iman yang hidup akan Kristus. Pada akhirnya menjadi begitu yakin siapa Yesus itu sebenarnya sehingga dua-duanya mengalami kematian sebagai martir-martir Yesus yang sejati. Mengapa? Memang benar tidak ada  banyak bukti kuat tentang kedua orang ini, namun ada satu hal yang pasti: Selama tiga tahun mereka mengikuti sang Rabi dari Nazaret yang bernama Yesus, yang berkeliling dari satu tempat ke tempat lain mewartakan kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan. Mereka belajar banyak dari sang Guru, mereka menjadi saksi mata dari banyak penyembuhan, mukjizat dan tanda heran lain yang dibuat Yesus. Hidup dekat dengan Yesus selama tiga tahun tentunya mengubah hidup mereka secara luarbiasa. Mereka belajar dari tangan pertama tentang kebenaran-kebenaran yang tersembunyi dalam Kitab Suci. Hidup bersama Yesus mengakibatkan asumsi-asumsi awal mereka tentang banyak hal kehidupan ini menjadi tertantang dan mimpi-mimpi mereka pun tentang kehidupan surgawi yang kekal-abadi dan lain-lain hal yang ilahi menjadi terwujud dalam kenyataan.

Tadi saya katakan, bahwa mereka hidup bersama Yesus untuk kurun waktu yang cukup lama, namun semua itu belumlah cukup. Filipus dan Yakobus – bersama para rasul lain tentunya – masih tetap harus melakukan PR mereka dengan tekun dan serius. Bahkan setelah kenaikan Yesus ke surga dan mengutus Roh Kudus-Nya, para murid-Nya yang pertama ini tetap menggunakan waktu mereka  – entah berapa lama – untuk membanding-bandingkan pengalaman mereka dengan pengajaran Yesus. Mereka mempelajari Kitab Suci Ibrani (= Perjanjian Lama = Perjanjian Pertama), dan memohon agar diberikan perwahyuan lebih lanjut dari Allah. Dan hasil dari semua kerja keras yang penuh ketekunan ini adalah bacaan di atas. Yang ditulis Paulus di sini adalah pengungkapan paling awal dari ajaran dasar Gereja, yaitu credo atau pernyataan iman pertama yang sampai hari ini diketahui: “Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya….” (1Kor 15:3 dsj.).

Filipus dan Yakobus mengetahui sekali, bahwa dalam hidup ini tidak dimungkinkanlah untuk mempelajari dan mengetahui segalanya tentang Allah dan Yesus Kristus. Kebenaran ini juga berlaku bagi kita – manusia zaman modern ini. Oleh karena itu kita harus terus bersimpuh pada kaki Tuhan Yesus dan belajar dari Dia. Hanya Yesus-lah yang dapat memimpin kita kepada Bapa surgawi. Hanya Roh Kudus-Nya yang dapat menanamkan misteri-misteri iman yang besar dan agung ke dalam diri kita. Jadi, selalu ada saja yang harus kita pelajari, karena memang tidak ada akhir dari “eksperimen-eksperimen dalam iman” yang dapat kita lakukan. Orang yang disebut Santo atau Santa pun mengalami hal yang sama dalam perkembangan iman-kepercayaan mereka masing-masing.

Marilah setiap hari kita terus menggumuli sabda Allah yang terdapat dalam Kitab Suci. Marilah kita memohon kepada Roh Kudus agar membuka “kekayaan” Injil secara lebih penuh lagi. Selagi kita melakukan ini, maka kita pun akan bertumbuh dalam pemahaman kita, dan seperti kepada Filipus dahulu kita pun dapat mendengar Ia bersabda kepada kita masing-masing: “Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu” (Yoh 14:10-12). Dengan demikian keefektifan kita di dalam dunia pun akan meningkat.

DOA: Terima kasih Tuhan Yesus untuki kehadiran-Mu yang terus-menerus tanpa henti. Pimpinlah aku agar menjadi lebih dekat lagi dengan Bapa surgawi. Biarlah Roh Kudus-Mu membentuk diriku senantiasa agar dapat mengalami dengan lebih mendalam segala perwahyuan, kebenaran dan pemahaman akan segalanya yang ilahi. Terima kasih, ya Tuhan Yesus. Terpujilah nama-Mu selalu! Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 14:6-14), bacalah tulisan yang berjudul “SANTO FILIPUS DAN YAKOBUS, RASUL [3]” (bacaan tanggal 3-5-12), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 12-05 BACAAN HARIAN MEI 2012. Bacalah juga tulisan yang berjudul “SANTO FILIPUS DAN YAKOBUS, RASUL” (bacaan tanggal 3-5-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM ini; kategori 11-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2011. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan berjudul sama untuk bacaan tanggal 3-5-11) 

Cilandak, 17 April 2012

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

About these ads