SIAPAKAH AKU INI?
(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa VI, Kamis 16-2-12)
Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke desa-desa di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Jawab mereka kepada-Nya, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, yang lain mengatakan: Elia, yang lain lagi mengatakan: Seorang dari para nabi.” Ia bertanya kepada mereka, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus, “Engkaulah Mesias!” Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia.
Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan mulai menegur Dia dengan keras. Lalu berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia menegur Petrus dengan keras, “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Mrk 8:27-33)
Bacaan Pertama: Yak 2:1-9; Mazmur Tanggapan: Mzm 34:2-7
Di tengah perjalanan ke distrik Kaisarea Filipi, Yesus mengajukan pertanyaan kepada murid-murid-Nya, kata orang siapakah diri-Nya. Ada yang mengatakan bahwa Dia adalah salah seorang nabi besar seperti Yohanes Pembaptis yang mengkritisi dengan pedas, malah menantang gaya hidup Herodes; atau Elia yang mengalahkan empat ratus lima puluh orang nabi Baal di gunung Karmel dan menyembelih mereka di sungai Kison (1Raj 18:20-46). Akan tetapi, apakah yang dikatakan para rasul yang dua belas orang itu tentang Dia? Ternyata mereka pun belum jelas-jelas benar siapa Yesus bagi mereka.
Petrus tahu bahwa Yesus adalah sang Mesias, tetapi baginya hal itu berarti Yesus memiliki kuasa supernatural, suatu tujuan ilahi dan suatu relasi istimewa dengan Allah. Manakala menyangkut jawaban yang lebih mendalam atas pertanyaan ini – artinya jawaban yang menyangkut salib – kelihatannya Petrus masih dilanda kebingungan. Petrus masih belum dapat memahami bahwa seorang Mesias harus banyak menderita, mati dan kemudian bangkit pada hari ketiga.
Lihatlah, betapa berbedanya cara-cara Allah dari cara-cara kita manusia! Allah mengutus Putera-Nya tidak sebagai seorang nabi dengan semangat berapi-api atau seorang aktivis sosial, melainkan sebagai seorang hamba yang menderita, yang kematian-Nya akan menebus segala dosa kita – di masa lalu, sekarang dan di masa depan. Melalui Yesus, salib telah menjadi sumber mengalirnya rahmat dan berkat: pembebasan dari pola-pola dosa; pembebasan dari penghayatan agama yang bersifat legalistis; hikmat-kebijaksanaan untuk hidup dalam dunia; dan kebebasan dari kuasa-kuasa kegelapan. Instrumen kematian sekarang telah menjadi jalan kebebasan dan hidup!
Siapakah Yesus menurut anda? Apa artinya merangkul salib bagi anda? Dua pertanyaan itu jalan bersama dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena seorang Mesias yang tersalib harus mempunyai pengikut-pengikut yang tersalib pula. Apakah anda melakukan pergumulan batin dan mengatakan “tidak” kepada cara-cara berpikir dan bertindak yang buruk sehingga anda dapat diangkat ke dalam kehidupan ilahi? Apakah anda minta kepada Roh Kudus untuk menulis kebenaran-kebenaran penebusanmu dalam hatimu setiap hari? Apakah mata anda senantiasa tertuju pada Yesus, sang Mesias tersalib, dalam doa-doa?
Biarlah hari ini Roh Kudus memimpin kita kepada salib, di mana hati kita dapat disembuhkan dan pikiran kita diperbaharui kembali. Marilah kita taat kepada dorongan-dorongan Roh Kudus pada hari ini – barangkali untuk melakukan pertobatan yang lebih mendalam, untuk menjadi lebih sabar, atau mengasihi secara lebih kuat. Teristimewa pada hari ini, marilah kita mendengarkan suara-Nya yang lemah lembut, yang mendorong dan mengoreksi. Percayalah bahwa selagi kita mentaati Roh Kudus, maka Dia akan memimpin kita dari kematian kepada kehidupan.
DOA: Tuhan Yesus, terima kasih untuk pengorbanan hidup-Mu sendiri untuk keselamatan kami. Pengungkapan-pengungkapan cinta kasih-Mu memenuhi rohku dengan rasa syukur dan puji-pujian. Amin.
Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 8:27-33), bacalah tulisan dengan judul “ENGKAULAH MESIAS!” (bacaan untuk tanggal 16-2-12), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 12-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2012.
(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 17-2-11)
Cilandak, 22 Januari 2012 [HARI MINGGU BIASA III; [Hari Kelima Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani]
Sdr. F.X. Indrapradja, OFS