HAL-HAL YANG KELUAR DARI DIRI SESEORANG

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa V, Rabu 8-2-12) 

Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka, “Kamu semua, dengarkanlah Aku dan perhatikanlah. Tidak ada sesuatu pun dari luar, yang masuk ke dalam diri seseorang, dapat menajiskannya; tetapi hal-hal yang keluar dari dalam diri seseorang, itulah yang menajiskannya. Siapa saja yang bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar! Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu. Lalu jawab-Nya, “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam diri seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu keluar ke jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. Kata-Nya lagi, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinaan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, perbuatan tidak senonoh, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”  (Mrk 7:14-23)

Bacaan Pertama: 1Raj 11:4-13; Mazmur Tanggapan: Mzm 37:5-6,35-37,40

Pembunuhan, pencurian, hujat, perzinaan dan lain-lain lagi yang dalam daftar dosa yang disebutkan oleh Yesus (Mrk 7:21-22) cenderung untuk membuat kita tergetar dan  memalingkan muka. Hal-hal seperti ini mengotorkan dan mencemarkan kita, sehingga kita tak mau melihat semua itu. Akan tetapi Allah memanggil kita untuk menjadi seperti Dia, “menjadi serupa dengan gambar Anak-Nya” (Rm 8:29). Kita hanya dapat menjadi “kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya” (Ef 1:4) dengan menolak apa saja di dalam diri kita yang tidak suci. Oleh karena itu kita harus melihat dosa-dosa ini. Dengan satu atau lain cara dosa-dosa itu ada dalam diri kita semua.

Terpujilah Allah, kita mempunyai ‘obat penyembuh’ – nya. Setiap hari kita dapat melakukan pemeriksaan batin. Apakah hari ini aku berbicara kepada anak-anakku dengan penuh kasih  sayang dan kelemah-lembutan, atau apakah aku bersikap dan berlaku kasar terhadap mereka? Dan banyak mengkritisi mereka? Dalam pikiran-pikiran dan kata-kata yang kuucapkan, apakah aku menjunjung tinggi martabat pasangan hidupku, ataukah aku menggerutu dan mencari-cari kesalahannya dalam masalah keluarga kami? Apakah aku melayani pikiran-pikiran yang penuh nafsu? Roh Kudus dapat menolong kita untuk melihat apa yang telah ‘keluar dari hati kita’ setiap harinya.

Bacalah Mrk 7:21-22 dengan perlahan-lahan dan biarkanlah Roh Kudus menunjukkan kepadamu apa yang ada dalam dirimu. Kemudian, bertobatlah. Akuilah dosa-dosa anda, yang dengan pikiran dan perkataan maupun yang dengan perbuatan dan kelalaian,  kemudian nyatakan rasa sesalmu untuk dosa-dosa itu dan hasratmu untuk meninggalkan dosa-dosa itu. Di atas segalanya, jangan biarkan dirimu bermuram durja. Pertobatan adalah suatu anugerah agung, sebuah alasan nyata untuk bersukacita, karena kalau kita melakukan pertobatan, darah Yesus akan membasuh bersih diri kita dari setiap dosa (1Yoh 1:6-9). Percayalah, bahwa apabila anda dengan tulus mohon kepada Yesus untuk membersihkan dirimu, maka Dia akan datang untuk mengambil semua dosamu. Kemenangan yang kita cari adalah kemenangan dalam salib-Nya.

Allah tidak kaget dengan dosa dalam diri kita. Demikian pula seharusnya dengan kita. Kalau kita meninggalkan dosa-dosa kita, maka kita dapat penuh harap dan sukacita, tak terikat pada rasa salah atau malu. Allah mengetahui segala sesuatu mengenai diri kita dan bagaimana pun juga Dia mengasihi kita. Dengan demikian bertempurlah melawan dosa! Terimalah sakramen rekonsiliasi dan kenalilah pengampunan Tuhan. Terimalah Ekaristi untuk mengenyangkan dan menguatkanmu. Jangkaulah saudara dan saudarimu dalam tindakan-tindakan cintakasih dan pelayanan. Marilah kita menggabungkan diri dengan para kudus dalam hal melayani Allah dan sesama, dengan nurani yang bersih!

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih untuk darah-Mu yang ditumpahkan di kayu salib sehingga aku dapat dibersihkan terus. Aku Bersyukur karena mengenal serta mengalami pengampunan-Mu, dan pada hari ini aku ingin menaruh kepercayaan pada kerahiman-Mu, sebagai satu-satunya andalanku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil  hari ini (Mrk 7:14-23), bacalah tulisan dengan judul “SEMUA HAL JAHAT TIMBUL DARI DALAM DAN MENAJISKAN ORANG” (bacaan untuk tanggal 8-2-12), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 12-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2012. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 10-2-10) 

Cilandak,  19 Januari 2012 [Hari ke-2 Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS